Anton Movie Review : Last King Of Scotland
This is another TIA (This Is Africa) movie on my Antonized! Home Video collection. Ini adalah film drama di paruh pertama film, dan berubah menjadi suspense thriller tegang di paruh kedua film. Kali ini negara yang disorot adalah Uganda, sebuah negara kecil yang sedang membangun perekonomiannya di bawah presiden yang baru naik takhta, Idi Amin. Di lain pihak ada dokter fresh graduated dari Skotland bernama Nicholas. Cari petualangan, pergilah Nicholas ke Uganda jadi tenaga medis yang memang dibutuhin disitu. Cerita bergulir ketika secara tidak sengaja Nicholas bertemu sang presiden yang ternyata tergila2 dengan Skotlandia, katanya sih dia bisa gedhe kayak sekarang karena jasa para British. Segeralah Nicholas jadi kaki tangan baru Idi Amin. Nicholas pun senang2 saja dengan segala fasilitas yang didapat dari presiden. Tanpa curiga, ternyata Amin bukanlah presiden baik hati, Amin adalah orang yang terlalu curigaan sama siapa saja dan nggak segan2 buat menghabisi mereka yang dianggap traitor. Lebih parahnya, Nicholas malah menghamili istri termuda Amin (Maaf, saya menghamili istri Anda, hehehe…). Tau nyawanya dalam bahaya, Nicholas berusaha balik ke negara asalnya. Tapi ternyata tidak semudah itu…
Cerita yang based on true story membuat LKOS menarik disaksikan. Paruh pertama kita akan simpatik terhadap Idi Amin, fun together, beberapa sex scene, namun kita akan berbalik membencinya to the bone ketika tau kesadisan demi kesadisan yang dilakukan. Dimulailah thriller yang benar2 mendebarkan dan will burst you off the chair, sumpah! Akting Forest Whitaker sebagai Idi Amin patut diacungi jempol (ga salah diganjar Oscar Best Actor), untuk peran Nicholas gue kurang terlalu suka, kurang pas gitu rasanya. Gue bayangin yang main tuh Hugh Grant (boleh donk sekali2 main film serius?), Clive Owen, atau malah Daniel Craig. Gillian Anderson yang udah lama menghilang sejak X-Files ternyata cuma tempelan dan ga penting (siapa saja bisa meranin tokoh ini), padahal gue udah berharap banyak dari penampilannya yang udah lama absen. Pemandangan alam indah khas Afrika rupanya kurang ditonjolkan seperti di Blood Diamond atau Constant Gardener. Mungkin karena Uganda udah jadi kota metropolitan yang ga jauh beda dengan Surabaya. Untung ada lagu2 khas Afrika yang mendominasi sehingga nuansa Afrikanya masih terasa. Overall, sutradara yang belum pernah gue denger namanya sebelumnya cukup berhasil kok mengangkat kisah menengangkan ini.
Overall score : 4.5 from 5 stars.