CuRious : Young, Fabolous, and LONELY
Yeah, yeah, yeah that’s me lately. Young, fabolous, and LONELY! Beberapa hari belakangan ini gw dilanda insomnia tingkat berat. Mungkin gara2 keseringan dengerin lagu Do You Know-nya Enrique Iglesias yang albumnya berjudul Insomniac, jadinya nular.
Semenjak masuk kuliah lagi, gw baru sadar bahwa semester ini can be the worst semester I’ll ever have. Frekuensi ketemuan gw dengan sahabat2 gw, gank gw, dan teman2 lain gw bakalan berkurang abis. Well, at least there will be much more time to hang out rather than to study at the campus. But come on, not every single day I’ll spend with ‘em. Dan itu udah mulai gw rasain minggu ini dimana gw merasa lonely banget di rumah. Emang sih I can watch my movies collection secara ada puluhan film yang selama ini belum sempat gw tonton, tapi ngga bisa juga kalo gw habisin all the time by watching movies. Total bore you know.
My best friend, D, kita sepakat untuk jaga jarak sementara sampai keadaan lebih kondusif. Gw mah bisa aja menolak itu dan melabrak You-Know-Who, tapi udah lah. Buat apa digedein lagi permasalahannya. Sudah cukup D menderita selama ini gara2 You-Know-Who, kasihan kalo masih harus ditambah permasalahannya. Finally we decided to stay each other away for awhile. I can understand that, demi kebaikan bersama. Gw tau ga cuma gue yang merasa ini sulit, D pasti juga merasakan hal yang sama. Dampaknya, gw semakin merasa the loneliest guy in this motherfucking whole world! Mana sahabat2 gw yang lain masih pada di Jakarta lagi, paling tidak sampai bulan depan. Oh, guys, I really miss you all, come home soon please!
The people I love these times, D, J, and some others, I really miss ‘em all. Sumpah, gw belum pernah melewati hari-hari kayak gini. Baru kali ini gw merasa lonely banget. Hari Jumat, 17 Agustus ketika seluruh rakyat Indonesia sedang bersorak gembira merayakan kemerdekaan, gw mencoba untuk bersantai di kamar adik gw, sambil nonton In Her Shoes, another old Cameron Diaz movie yang baru sempat
gw tonton. Gw baru sadar betapa enaknya nonton di sini, posisi TV-nya pas banget dengan ranjang, so bisa nonton sambil bersandar di ranjang, jaraknya pas banget. Gw lantas jadi berangan, wah pasti enak banget ya nonton film kayak gini ditemani seseorang, someone I love, or someone who loves me, someone I don’t know who, di samping gw, sambil hug each other, dan ikut2an kissing ketika sedang adegan kissing di akhir film. Oh, how romantic! Kapan ya gw bisa merasakan? dan pertanyaan yang lebih penting, ada nggak ya yang mau seperti itu with me someday? Kok gw jadi jualan gini ya? Oh, fuck that, I don’t give a shit anymore.
After the movie ended, the dreams ended too. Family ngajak dinner di luar, katanya sih di depot di Kedungdoro yang itu (murah tapi enak dan porsinya banyak pula) so I didn’t go changing clothes. Eh, ternyata diajak di D’Cost Seafood yang katanya “mutu bintang lima harga kaki lima”. Well ok, tagline basi. Gila man, crowded banget. Pake waiting list segala, kayak resto bintang 5 di Manhattan aja,
yang waiting list-nya sampai berbulan2. Oh, I hope it’s worth the wait. Sumpah, kesan pertama, I don’t like this place, too crowd, not cozy at all, walaupun interior modern minimalis. Tapi menu2nya ok banget ternyata dan harganya itu terjangkau banget. Satu lagi neh yang bikin gw kaget setengah mati, waiter-waitress-nya mencatat pesanan ga pake kertas dan bolpen bo, tau ga pake apaan? PDA man!
Gila, gw aja ga punya PDA, nah ini malah diumbar. Ok, ok, bolehlah gw kali ini terkesan. All those pluses point, tapi tetep aja gw ga bisa melupakan one minus di awal kesan. Not bad! Mana waktu bayar, dikasih voucher gratis satu ekor ikan bakar patin lagi, wow, lumayan neh. It worths IDR 20,000 man! Lumaayan banget kan? Yah, itulah the end of the Friday yang katanya The Cure, Friday I’m In Love tapi yg gw rasakan Friday, I’m so lonely. Malamnya, setelah Heroes (episode yang ternyata pernah gw tonton di Trans TV, Six Months Ago, episode terpenting dari Heroes yang menjelaskan segalanya, termasuk siapa itu Sylar dan kenapa korban2nya selalu dalam keadaan skull terpotong dan otaknya hilang) kelar, gw kembali ke kamar adik gw yang dalam beberapa hari ini berhasil menyembuhkan insomnia gw, tapi ternyata malam ini ga bisa. Tetep aj gw insomnia. Son of a bitch. Ya udah d, gw ikutin aja apa mau mata gw. Akhirnya molor juga…