Archive for August, 2007

Why You Should Watch Bourne Ultimatum

Saturday, August 11th, 2007

Bourne_ultimatum_ver4 Summer movie terakhir 2007 yang gw tunggu2 akhirnya premiere (lebih awal pula, di US masih rilis tanggal 17 Agustus). Setelah gw ajak beberapa pihak buat nonton, mereka semua pada bertanya2, film apaan sih Bourne Ultimatum? Deuh, film segitu keren dan ditunggu2 oleh publik seperti itu pada nggak tau. Kemana aja sih? Anyway, trilogy Bourne diangkat dari novel karangan almarhum Robert Ludlum (meninggal saat Bourne Identity lagi post produksi), merupakan generasi setelah Ian Flemming (James Bond) dan sebelum Tom Clancy (Jack Ryan).

Well, untuk me-refresh ceritanya (secara Bourne Identity rilisan 2002 dan Bourne Supremacy rilisan 2004 gitu, jadi udah agak lupa), gw nonton lagi dua seri ini secara simultan. Wow, ternyata ceritanya lebih menarik daripada yg pernah gw tonton dulu apalagi ternyata ada pilihan audio DTS-nya yang bikin suasana makin thrilling. Truly 5.1 surround! Puassss….!

Jadi ceritanya bermula dari seorang yang ditemukan dalam keadaan koma oleh beberapa nelayan Italy. Di tubuhnya banyak luka tembakan dan di hips (apa sih Indonesia-nya, gw lupa)-nya ditemukan pen laser yang berisi rekening bank di Zurich. Ternyata dia tidak ingat sama sekali siapa dirinya. Dari rekening bank di Zurich, ditemukan beberapa pasport beridentitas Jason Bourne, puluhan ribu dolar uang, dan senjata. Semakin penasaran lah dia tentang siapa dirinya. Apalagi ternyata dia mahir berbagai bahasa (mulai Jerman, Italy, Inggris, Belanda, Perancis, hingga Rusia), terlatih mempelajari keadaan sekitar secara cepat, jago bela diri, menggunakan senjata, instinct yang kuat, dan berbagai keahlian lain. Ditemani oleh cewek yang dikenalnya secara tidak terduga, Marie Kreutz, Bourne mencari jati diri. Lebih parahnya lagi, mereka dikejar2 oleh berbagai pihak. Ternyata Bourne adalah assassin CIA yang gagal melaksanakan misi Treadstone dan dianggap sudah mati oleh atasannya. Apa sebenarnya yang terjadi di balik misi Treadstone dan benarkan Jason Bourne adalah identitas aslinya? Well, no more clues or spoiler 4 u guys!

Lanjut ke Bourne Supremacy dimana Bourne sudah hidup tenang di Goa, India bersama Marie. Tapi suatu ketika Bourne kembali dikejar2 oleh beberapa pihak tidak dikenal. Kembalilah Bourne beraksi untuk mengetahui buat apa atasannya kembali mengejar2nya. Di lain pihak, Pamela Landy yang sedang menjalankan misi-nya, gagal melakukan transaksi file tentang kematian politikus Rusia. Alhasil, anak buahnya mati dan uangnya hilang. Dari penyelidikan, diketahui Bourne adalah dalang dari aksi ini. Siapa sebenarnya musuh dari semuanya? Bourne sendiri atau ada anggota misi Treadstone yang lain?

Yang pasti, keduanya adalah film action thriler yang memacu adrenaline tingkat tinggi. Kecepatan adegan diimbangi music score yang mendebarkan. Adegan baku tembak, ledak, dan yang paling banyak, adu kebut mobil menghiasi sepanjang film sambil satu per satu pertanyaan terjawab. Plus bonus ada banyak sekali pemandangan indah negara2 Eropa yang dijadikan backround, benar2 memanjakan mata. So exotic! Gimana cerita Ultimatum ya? Jadi penasaran, katanya sih Bourne pulang kampung ke Amrik, terus ngapain? Duh, jadi makin penasaran apalagi ini adalah the final installment of Bourne Trilogy.

Menurut gw lebih bagus Supremacy ketimbang Identity, tapi keduanya tidak boleh dilewatkan, apalagi kalo dari promosi gw, loe jadi tertarik buat nonton Ultimatum. Nggak bakal rugi d, percaya sama gw. Salute buat Paul Greengrass dan kalo pengen tau review Ultimatum dari gw, tunggu senin ya, saat gw udah selesai nonton.

Gara2 nonton secara simultan, lagu Extreme Ways-nya Moby yang jadi theme song kedua filmnya (ga tau apakah di Ultimatum masih pake lagu ini) jadi terngiang2 terus di kepala. Ohh baby!!! Then it fell apart! It felt apart!

CuRious : Triple Trouble In One Fucking Shitty Day

Friday, August 10th, 2007

Hari yang bener2 bikin bete neh hari ini. Kangen berat dengan yayang yang di spore, gw mencoba menghubungi yayang lokal (surabaya gitu maksudnya, buset keren banget yah punya yayang di tiap region, udah kayak ajang miss2an aja!) buat pengalihan. Duh, berkali2 gw hubungi, kok ga ada yang jawab sih, baik cellphone maupun telepon rumah. Ga ada yang angkat. Duh, kemana sih neh yayang? I miss her so much u know!

Bete neh…kesepian di rumah. Akhirnya gw nonton ulang The Bourne Identity dan rencananya besok mau nonton lagi The Bourne Supremacy, buat persiapan nonton episode finale-nya The Bourne Ultimatum senin besok. Secara udah lama, gw kan udah agak lupa sama ceritanya gitu. Tapi tetep aja rasa bete itu muncul. Apalagi kemaren gw baru aj telp ke Otak2 (Organizer-nya LA Lights Indie Movie) buat nanyain pengumuman pemenangnya yang ga kunjung muncul. Eh katanya udah selesai, dan pera pemenangnya udah dihubungi via telpon. Kok gw ga ditelp ya? Yah….berarti I didn’t get it. Well, padahal gw udah ngarepin banyak dari ajang ini. But that’s okay, ntar pasti ada ajang2 lain sejenis yang mungkin bisa lebih gede. It’s just not the time yet. I believe God will give me more than this. I hope so.

Entah sampai kapan bete ini bisa hilang. Triple Trouble yang gw alami bener2 bikin jumat ini jumat yang suck abis! I hate today! Semoga aja nggak berkelanjutan, bisa ga tahan gw. Semoga saja dengan menuangkannya dalam blog ini bisa relieves me a little. Yah, I hope so. Oh, I think too many hopes I said in this fuckin’ blogs. Of bugger off, hasta manana!

Keranjingan Heroes

Wednesday, August 8th, 2007

321183522_6314f2343a_m Minggu ini adalah minggunya Heroes (serial keluaran Amrik yang beberapa waktu lalu sempat meledak di pasaran). Di TransTV tayang perdana tiap Senin-Jumat jam 18.00 dan di StarWorld juga lagi di-rerun marathon tiap Senin-Jumat jam 22.30 dan marathon 5 episodes sekali tayang, tiap Sabtu jam 14.00 WIB.
Emang sih telat kalo gw baru gandrung sekarang, secara DVD bajakannya (rekaman dari TV Amrik) udah lama beredar. Tapi as u know gw ga bisa menikmati tayangan bajakan ga jelas (gw nonton kl bajaknya dari DVD asli yang katanya sih rilis di Amrik Agustus ini), jadinya gw menunggu ditayangin di TV kabel. Eh ternyata udah tayang beberapa episode, jadi ga ngikutin dari pertama. Untung StarWorld berbaik hati menayangkan ulang.

Gw nonton di TransTV cuma sekilas2 abis jamnya ga pas banget, di kala gw sibuk. Jadi gw ngikutinnya yang di StarWorld tiap hari jam 22.30. Anehnya, satu episode TransTV dijaddin satu tiga perempat episode di StarWorld. Gw bingung dan setelah gw amati ada beberapa adegan yang dipotong di TransTV (ga tau mungkin aj gw kelewatan pas ganti channel). Tapi tetep aja versi TransTV jadi lebih cepat. Saat to be continued-nya itu ga sama. Gw jadi bertanya2 kok bisa ya? Tapi yang jelas versi StarWorld lebih bener karena di tiap awal episodenya ada judul chapter-nya. Gimana neh TransTV? Diapain aja tuh serial?

Ceritanya ternyata asik juga ya, alurnya cepat dan kejutan2 dimana2. Adegan sadisnya bikin gw mempertanyakan rating TransTV yang memberinya BO (Bimbingan Ortu), gimana neh LSF? Sementara dulu aja CSI yang ditayangin Indosiar banyak yang kepotong adegan mayat mengenaskannya (padahal tayangnya tengah malam).

Karakter2nya juga menarik dan dapat dengan mudah diingat. Gw suka banget sama Claire, the cheerleader. Andai aja gw punya kekuatan kayak gitu. I’ll do all the extreme sport people ever invent. Tapi seru juga bisa punya kekuatan kayak Hiro yang bisa menghentikan waktu dan pindah2 dimensi tempat. Keren banget. "I did it! Halo, New York!" Adegan itu pasti dikenang sepanjang masa dan jadi landmark serial Heroes (season 1).

Tapi jujur kekuatan tiap karakternya bukan hal baru. Claire yg ga bisa terluka kan sama aja dengan Wolverine, Bruce Willis di Unbreakable, atau masih ingat film Death Becomes Her? Peter & Nathan Petrelli yang bisa terbang, well almost all super heroes can fly. Hiro ga jauh beda dari the Halliwell Sisters dari Charmed. Papanya Claire yang bisa me-neutralize ingatan? Masih ingat Men In Black? Mr. Isaac yang bisa melukis kejadian masa depan di kala mabuk kokain, mmmhhh…rasanya pernah denger d, tapi lupa film apa. Matt bisa telepati, duh udah berapa film yang mengangkat tema ini? Yang menarik What Women Want-nya Mel Gibson dan bahkan ada anime berjudul Magic Girl yang ceritanya seperti itu. Suresh kasian banget ga punya kekuatan apa2, dia cuma concern mencari pembunuh ayahnya yang rupa2nya menjadi benang merah semua tokoh di Heroes. Oya, gw penasaran banget sama kekuatan yang dimiliki Niki, gila banget kalo ternyata dia bener2 punya kepribadian ganda seperti Dr Jeckyll/Ms. Hyde atau kayak The Nutty Professor.
And who the hell is Sylar? Penasaran banget neh. Buat yang udah nonton sampe episode finale, jangan kasih gw spoiler ya, gw pengen menikmati sendiri.

Semua karakter yang beda2 background (ada yang Jepang, NY, Texas, LA, sampe Las Vegas) dan permasalahan sendiri2, dipersatukan dlm sebuah kejadian yang unik. Gaya Tarantino atau Inaritu banget. Oh what the hell, yang penting ceritanya bagus dan menarik ditonton. Jangan seperti Lost yang makin ga masuk akal dan ga penting ceritanya. Dipaksain banget tuh serial.

Sekarang the cast of Heroes lagi world tour dan tanggal 29-31 Agustus nanti mereka bakal mampir di HongKong dan Singapore. Gw pengen banget liat mereka secara langsung. Doain ya semoga gw menang n bisa ketemu mereka (dan juga my luvly babe) di Singapore.

Ok d udah dulu, sampai ketemu jam 22.30 nanti buat menyaksikan lanjutan Heroes di StarWorld!

I DID IT!

CuRious : Life goes on - After Awhile Romance

Wednesday, August 8th, 2007

Diberitakan sebelumnya kalo Love lagi mengerubungi Anton di awal bulan Agustus ini (bukannya seharusnya patriotisme cocok jadi tema bulan agustus, lah ini kok malah love?). Well, ‘cinta sesaat’ itu sudah berubah menjadi hubungan yang lebih dewasa (bukan nikah lho, jangan salah sangka!). Now, orang yang gw sayangi itu balik ke ‘habitat’-nya. Actually, we don’t break up just like that (because we ain’t made up yet either). Kita janji bakal masih sms2an, email2an, and even send each other pic regularly. Siang ini, dia udah berangkat menuju Changi kembali ke rutinitasnya sehari2, kuliah (just like me…). Well, kinda sad sometimes because recently we always send message oftenly everyday (and I hope it will continue next).

Ok then, goodbye my lovely baby. I’m sad but glad too that u will be back at ur routine. Take care always and I’ll be missing you. Message me anytime, u are always be welcomed.

Buat kamu2 yang ga tau dan penasaran dengan siapa gw lagi kasmaran, hehehe… kasian banget d cuma bisa menebak2. Like I always say, “Oh, I love controversy!” Huahahahaha….. I wouldn’t tell you anything more about it, cuma segitu yang mau gw bagi ke kalian. Ohhhh, now you would think that everything I wrote up there is a fiction. It’s okay if u believe so. Hehehe… ciao, bella et bello!

CuRious : First time in my life - talking about love

Monday, August 6th, 2007

This is the first time I’m talking about love. Entah apa yang bikin gw tiba2 mikir soal cinta padahal sebelum2nya gw selalu menganggap cinta adalah silly unimportant and cliche things that happened to human beings. Tapi belakangan ini gw mulai mikir serius tentang how complicated love could be. Mungkin dari dulu perasaan gw terlalu sibuk dengan internal family matters sehingga gw ga pernah memikirikan about my own love story, just like the others. Imbasnya, gw jadi antipati soal cinta, selalu menganggap
cinta sebagai hal yang basi untuk dibahas. Nonton film romantis pun gw hindari sejauh2nya. I think love movie is only for female who was looking for romance they couldn’t get at real life and it’s not real. Mungkin gw hanya salah nonton film sehingga berpikiran seperti itu. Memang, teenage romance movie seems so cliche dan nggak mendidik. That’s why gw benci romantic movie kacangan macam Cinderella Story, Ella Enchanted, atau Aquamarine. So female! Cewek ketemu pangeran tampan dan happily ever after? Well, come on gal, real life isn’t that fuckin’ simple.

Sabtu sore, setelah gw dibuat bete karena cinta (gw baru sadar, hal yang paling menyiksa gw adalah ketika gw lost contact dengan orang yang paling kita sayangi), gw mencoba menghibur diri dengan nonton romantic comedy favorit gw, Love Actually (untuk yang kesekian kalinya). Memang, for me yang selama ini anti film romantis, Love Actually adalah film yang beda. Selain dibumbui humor2 vulgar (you know me, don’t you?), Love Actually menyimpan aneka jenis cinta yang dialami manusia. Kasih tak sampai, naksir istri sahabat, pria berkeluarga harmonis yang diguncang sang sekretaris, cinta dengan kendala bahasa, banyak lah. Semuanya komplit terangkum dalam 2 jam film berbackground beberapa minggu menjelang natal dan tentu saja ada banyak adegan2 manis yang bikin gw terharu dan bilang “Ohhh….!”.
Berkali2 nonton, dan gw tetep jatuh cinta dan setelah film selesai, gw merasa “love actually is all around me”, seperti tagline-nya.

Coba deh kalo nganggur nonton film ini dan rasakan nuansa cinta yang mendadak all around you. Gw selalu terharu bahagia di endingnya. Ohhh…..!

Walaupun bete-nya masih belum 100 % ilang, anyway at least gw terhibur dan bisa tidur lumayan nyenyak malamnya. Keesokan harinya bete itu udah ilang sepenuhnya. Malamnya, gw lagi pengen banget nonton drama yang sedikit berat, akhirnya gw putuskan nonton The Holiday yang udah lama menghuni rak huruf H di DVD library gw tapi belum pernah gw tonton. Jujur, gw dulu beli film ini cuma karena yang main Cameron Diaz (I collected her movies), gw ga nyangka apa yang bakal gw dapet dari film ini. Gw berpikir ini adalah
drama romantic biasa yang dibumbui komedi. You know, ada Jack Black di situ, dan tau kan reputasinya gimana?

Ternyata gw salah besar. The Holiday adalah romantic comedy yang complicated walau masih dihiasi smart jokes di sana-sini dengan background (lagi-lagi) menjelang natal. Ini nih baru romantic drama yang berbobot dan dewasa. I kinda like it. Gw baru sadar bahwa masalah cinta yang kalau dilihat dari luar adalah simple things dan sounds so cliche, tapi ternyata sangat complicated. Tokoh Amanda yang diperankan oleh Cameron Diaz karakternya gw banget. Karena masalah keluarga di waktu muda, maka sekarang susah banget buat menitikkan air mata. Relationship dengan lawan jenis juga nggak berlangsung lama karena keegoisan. Deuh, gue banget! Dari durasi yang di atas rata2 untuk sebuah romantic drama (135 menit), gw sama sekali ga merasa bosan mantengin cerita cinta dua wanita dengan permasalahannya sendiri dengan problematika kehidupannya masing2. Sama sekali ga garing, apalagi cliche. Memang sih, sweet scenes-nya tidak semanis Love Actually tapi film ini menggugah gw lagi buat re-think about love dan memaksa gw untuk beranggapan bahwa love is not that simple. And it works for me. Love is not that simple! You go gal, Nancy Meyers rock! Well, ok for someone who has felt it before me, but I said to them that it’s silly, you would say “See, what I’ve told you!” dan buat mereka yang masih belum merasakannya dan masih bilang love things is silly seperti yang dulu gw pernah bilang, I’m gonna say to you “Someday, you will find it on yourself. Just wait and you will think what I think now.”

Karena film kedua yang mendadak memaksa gw think again about love, gw jadi pengen merasakan complicated-nya cinta. Selama ini gw ga pernah tertarik untuk menyentuhnya. Tapi sekarang, gw penasaran banget gimana sih rasanya cinta itu? And even if it won’t work at me, would I be challenged to get more or gw bakal kapok jatuh cinta (film kale…!)? Well, I don’t know. That’s what I really want to know. Having my first romance somewhere, someone. Anyone? Sorry, love can’t be forced. It doesn’t count if I don’t have any feelings on you. So, I guess I just need to keep on waiting, waiting for myself to feel it. Oh God, please let me feel it once, only once and so I know how to feel it. I hope just like in those movies, this christmas will be the christmas of love for me. That would be the most beautiful christmas I’ll ever have. Semoga!

Anton Movie Review : Little Miss Sunshine

Friday, August 3rd, 2007

Little_miss_sunshine_ver4 Inilah film sederhana tapi jadi kandidat kuat di berbagai festival penghargaan film internasional. Ceritanya sendiri simple tapi mengajarkan banyak hal terutama tentang pentingnya kebersamaan dalam keluarga. Dibungkus dalam komedi yang sarat umpatan, sedikit sexual content, dan beberapa adegan drug references menjadikan film ini hanya cocok untuk keluarga yang anggotanya sudah dewasa (ya setidaknya usia 13 tahun keatasan lah).

Tiap karakter anggota keluarga Hoover mempunyai keunikan sendiri, baik dari segi karakteristik, background, hingga problematika sendiri2. Mulai dari Richard, dosen gagal yang selalu merasa harus jadi pemenang, Olive, si putri yang pengen banget jadi ratu kecantikan, Dwayne yang sudah bersumpah untuk tidak bicara sedikit pun demi bisa masuk angkatan udara, paman Frank yang gay dan berkali2 mencoba bunuh diri, hingga sang kakek yang pecandu kokain, doyan main perempuan, dan mengumpat. Semuanya tergabung dalam sebuah VW mini bus yang sedang road trip dari Albuquerque (pedalaman banget) hingga California. Kejadian2 seru bin konyol terjadi selama perjalanan yang membuat mereka semua belajar bahwa apa pun yang terjadi, apa pun pilihan yang dipilhi salah satu anggota keluarga, anggota keluarga yang lain wajib memberi support penuh karena bagaimana pun keluarga lah yang mencintai kita. Itulah inti dari film yang akhirnya berfokus pada pemilihan putri Little Miss Sunshine yang jadi kocak abis.

Alternate endings yang ada di DVD-nya juga kocak walaupun kurang mendidik. Tapi boleh lah buat tambahan referensi gimana pengembangan cerita bisa sampai sejauh itu.

Kalo pengen tontonan yang lucu, kocak, sederhana, namun penuh makna yang dalem, Little Miss Sunshine adalah film yang pasti memuaskan dahaga kamu. Hehehe…gw aja masih kebawa sampe sekarang kelucuannya.

Overall score : 5 stars from 5 stars