Archive for September, 2007

BrainBeat - 1st week of October 2007 (ROCKSTAR Special Edition)

Sunday, September 30th, 2007

Beberapa bulan belakangan BrainBeat didominasi music2 hiphop dan R&B, black music gitu lah. Nah, di awal bulan Oktober 2007 neh, trend udah bergeser lagi. Jengah dengan serbuan artis2 hitam yang satu persatu merilis single, rockstar2 langsung mengisi kuartal terakhir 2007 dengan rilisan2 terbaru mereka. Neh beberapa di antaranya yang berhasil menginvasi kuping dan otak gw minggu ini :

The_black_and_white_album_the_hives_13_n 1. Tick Tick Boom - The Hives

Ini bukan single-nya Cici Faramidah lho. Itu mah Chik Chik Boom Boom Ala la Boom Boom. Ini punyanya band Aussie paling berpengaruh, The Hives. Terakhir kita mendengar mereka membantu Timbaland di single Throw It On Me. Sebelumnya lagi, album2 mereka ini selalu sukses di pasaran dengan hits2 yang heboh. Now, The Australian Bodyrockers ini balik lagi dengan album The Black And White Album yang rilis 13 November 2007 mendatang. Tetap dengan style yang mampu bikin kepala naik turun dan kaki ogah berhenti loncat2 dan moshing. This is it. The rock I’m talking about! It’s too soon, it’s too late, it’s too soon, it’s too late, or is it tick tick tick tick tick BOOM!!! Seru abis!

Echoes_silence_patience_grace_foo_fighte 2. The Pretender - Foo Fighters

Bukan Foo Fighters namanya kalo single2 mereka tidak meledak di pasaran. Tentu saja salah satu dedengkot musik rock Amrik ini hadir lagi dengan gaya khas dan spirit ROCKSTAR mereka lewat album Echoes, Silence, Patience, And Grace. Rilisan 25 September 2007 kemaren ini punya single andalan The Pretender yang membakar emosi di mana pun dan di suasana apa pun. Gregetnya itu lho, ga pernah berubah dari tahun ke tahun. Dave Grohl dkk., u rock!

Minutes_to_midnight_linkin_park_15_may 3. Bleed It Out - Linkin Park

Single kedua dari album Minutes To Midnight. Kalo single pertama What I’ve Done kurang gregetnya walaupun juga mengisi soundtrack Transformers (at least menurut gw), single kedua ini menurut gw lebih seru dan keren, termasuk bila dibandingkan dengan single2 di album Meteora. Tapi tetep, album pertama mereka adalah the best! Beat yang diusung di single kedua ini cukup menghentak kok. Gw cukup bisa menikmati beatnya yang keren dan Rock abis!

Infinity_on_high_fall_out_boy_6_feb 4. Thnks Fr Th Mmrs - Fall Out Boy

Bukan single maupun album terbaru mereka sih. Tapi entah kenapa semenjak konser mereka di Jakarta minggu lalu, lirik2 dan melodi2 Thnks Fr Th Mmrs ga bisa lepas dari ingetan gw. Mungkin saking melekatnya neh di  otak gw yang lagi kacau akhir2 ini. Udah merilis 5 album sejak 2002 (wow, produktif banget yach!), tak satupun yang tidak sukses di pasaran. Salut neh buat mereka.

Into_the_night_santana_feat_chad_kroeger 5. Into The Night - Santana feat. Chad Kroeger

Om  Santana balik lagi, tapi kali ini masih berupa single. Kolaborasi bareng Chad Kroeger dari band apa yah? Lupa. Yang pasti single Into The Night ini lumayan catchy di kuping, sama seperti single2 Santana sebelumnya.

CuRious : Sahabat2 yang Ada di Chapter2 My Book Of Life, Not Only on The Footnote

Thursday, September 27th, 2007

Apa arti sahabat buat gw? Semenjak TK, gw selalu punya sahabat yang sayangnya masing2 udah ga deket lagi setelah pisah sekolah. Bukannya apa, gw ngerasa lonely banget. Jarang ada yang jadi sahabat terus, tanpa terikat lokasi. Soalnya, begitu di tempat baru kita bakal ketemu orang2 baru yang akhirnya jadi sahabat baru, dan sahabat lama jadi terabaikan. It happens all the time to me, mungkin juga loe. Kemaren gw baru punya beberapa pengalaman dengan orang2 yang gw anggap sahabat (at least, for now) so gw jadi kepikiran lg tentang sahabat2 gw yang masing2 udah menghiasi banyak chapter dari buku kehidupan gw, bukan sekedar footnote (catatan kaki) di salah satu halamannya.

But before I’m talking so far about my close friends, let me start it all over again, jadi bisa sesuai dengan timeline kejadiannya.

Rabu, 26 September 2007. Semua materi buat bikin video doku DKV udah siap, tinggal gw convert dari dvd ke avi yang gila, lama banget bo. Makanya sambil nunggu gw selingin nonton Fantastic 4 - Rise Of The Silver Surfer. Comment : secara cerita standard banget, malah childish. Tapi gw suka banget sound effectnya apalagi pas ada lesatan Silver Surfer atau FantasticCar. Dahsyat, truly 5.1, dari belakang ke depan atau sebaliknya. Yah, cukup menghibur lah. Seusai convert eh udah malem (jam setengah 12-an gitu d). Males ah, ngantuk, besok pagi2 aja ngeditnya. Gw pasang alarm di cellphone gw jam 7 pagi pake volume speaker yang lumayan gede. Ok, time to bed.

Paginya waktu gw bangun, gw liat cellphone, eh kok udah jam setengah sembilan. Mampus gw, waktu gw ga banyak lagi neh. Kok alarmnya ga bunyi sih. Apa gw-nya aja yah yang molornya kayak orang ko’it? Bodo amat, nggak ada waktu buat dipikirin. Langsung aja gw nyalain kompi dan mulai nyusun2 footage per footage, dub buat narasinya (cape d harus berapa kali ulang take, karena gw ga suka intonasinya dan pemilihan kata-nya). Semua akhirnya beres jam setengah 3 sore (itu udah termasuk selesai convert ke mpg biar ga berat). Tau ga loe, durasi totalnya itu sekitar 8 menit dan file avi-nya sebesar 1 GB-an tapi setelah gw convert ke mpg tanpa mengurangi kualitas yang berarti jadi sekitar 500 MB-an. Kelar, gw langsung mandi dan berangkat ke kampus buat check file di auditorium. Secara acaranya bakal mulai jam 5 sore (menurut jadwal sih, tapi u know lah, this is Surabaya, and u knew the rules, write one hour before the right time on the invitation).

Nyampe di kampus jam 4-an. Langsung buru2 nyobain di kompi sana dan bisa. Yes, nothing to worry about. Gw tungguin acara mulai dengan mengamati anak2 angkatan 2007 yang lagi final reherseal dance dari balcony. Boleh juga performance act mereka. Jadi salut neh, ngerasa paling tua di kampus. Hehehe… Jam 5-an gw turun ke pintu utama auditorium dan langsung disambut oleh sahabat terbaik gw rite now, D.

D langsung menyamber tubuh gw, "I miss u so much hunny!".

"I miss u too babe, where have u been? Why didn’t u call me?" I asked.

"U know the situation. It’s impossible."

"Yes I do!" I reply.

"But now **’s not here. We can have fun dan melepas kangen sepuas2nya," D said. Di situ juga ada I yang ternyata lagi b’day. Oh my, how can I forget. Sorry.

"After party @ Redboxx, eh?" We all laughed.

Acara udah mulai tapi kok S ga dtg2 yach. Soalnya half of my costume ada di dia. Costume gw malam itu adalah Hugh Hefner (secara dresscode-nya celebrity gt). Tau kan kakeknya Playboy ini? Kostumnya yah pajamas putih, biru tua, dan dibalut kimono merah plus sliper bulu warna pink. L datang dengan kostum koboi-nya. wahahaha… Nah sekarang kita semua kayak Hef dan 3 girlfriends-nya, Holly, Kendra, dan Bridget Setelah S dateng, langsung d gw berganti kostum di tengah2 meriahnya acara. Setiap x gw lewat, semua penonton pada ngeliatin semua. Apalagi gw kalo mau keluar selalu lewat depan panggung. Hahaha…sekalian nampang gitu d. Nah, parahnya neh pas D minta ditemenin beli snacks di Alfa Mart yang jaraknya lumayan jg. Karena gw kostuman gt pertama gw males.

"Come on babe, u have to company me," D asked. How can I resist.

Ya uda d, what da f**k. Toh dia sendiri jg pake bando devil. Alhasil kita berdua kayak freak parade di jalanan menuju Alfa Mart. Sepanjang jalan orang2 pada ngeliatin dengan muka aneh keheranan, ada juga yang ketawa. Hahaha…Really, It’s the craziest thing I’ve ever done my whole life and I wasn’t ashamed about it. Gw jalan dengan cuek2 aj sih.

Mbak kasirnya Alfa Mart nanya, "Ada pesta kostum yah?" I nodded. "Dia jadi Setan mbak, dilepas pas bulan puasa buat menggoda iman," I said while pointing my finger at D. She laughed.

Pas balik, di depan pintu ada beberapa cewek2 2007 yang bilang, "Eh lucu yah, jadi apa yah itu?"

"Aku tau, itu lho yang di Benteng Takeshi!" kata yang lain.

Enak aja, ga pernah baca Playboy yah? So old banget sih. Ga heran sih, yang laen cosplay-nya tokoh game online dan kejepang2an gt d. Makanya gw beda sendiri. Pas masuk lewat panggung, para paparazi (baca : mahasiswa-i yang bawa kamera yang memfoto performer2 panggung) pada teriak ke gw n D, "Sek sek, Ton (bentar, bentar, Ton!)" dan langsung mengarahkan kamera2 mereka ke gw n D.

Sadar kamera, gw n D langsung pose dirty. Jepret. Jepret. Wah udah kayak artis yang lagi di red carpet gt d. Dan parahnya, itu di depan panggung yang diliat oleh ratusan pasang mata di situ dan rata2 adalah angkatan 2006-2007. Bagus d, mereka jadi kenal salah satu seleb angkatan atasnya. Hehehe… Oya hasilnya jangan disebar2in lho yach, ntar bisa jadi kontroversi dimana2 kayak Brangelina.

Tiba saatnya ketika video persembahan gw diputer. Awal2 ok, tapi begitu jalan beberapa detik tiba2 kompinya hengky kurniawan. Lho? Dicoba restart dan pake notebook, hasilnya sama. Kok bisa yach? Padahal pas dicoba sebelum acara bisa lho, tapi pas dipasang ke LCD projector jadinya selalu hengky kurniawan. Sialan, ga bisa showoff donk. Ugh…. Percuma d hasil kerja keras gw dan pengorbanan suara menawan gw seharian. Yah, mau gimana lg. Itung2 kado lah buat DKV yang b’day kali ini adalah DKV b’day party terakhir yang bisa gw kunjungi. Parah banget bos, angkatan 2004 yang dateng cuma gank gw ama gank-nya Kiki DJ. Selebihnya cuma ada Yukito yang emang ikutan lomba cosplay, RC yang emang ga bakal ngelewatin tiap event di DKV Petra, dan Ivander yang emang SC-nya acara itu.

Kelar acara, adalah sesi pemotretan. Panggung yang keren itu ga disia2in buat pemotretan. Pas potret2an tiba2 cellphone berdering. It’s from one of my best friend (gw anggap gt, entah mgkn bagi dia gw cuma footnote di salah satu halaman book of life-nya, it’s ok, I don’t care). Sebut saja si A. Karena gw ga denger, jadinya misscall. Beberapa detik kemudian dia sms, "Nton, kalo udah pulang dari pesta DKV call me yah. Penting." Hah? Tumben banget neh anak. Lagian tau darimana dia kalo gw lagi di pesta DKV? Perasaan gw ga pernah cerita kalo gw dateng ke situ, lagian kan dia dari kampus lain, mana tau dia kalo DKV Petra lagi ada pesta b’day? Gw jadi penasaran. Usut punya usut ternyata A telp dari hp bokap gw yang CDMA itu dan dia dikasih tau bokap kalo gw lagi party. Oh….

Setelah nyampe rumah sekitar jam setengah sebelasan, gw langsung call A. Dia marah2 karena merasa gw boongin dia. Jadi gini lho ceritanya, si A itu lagi minta bantuan gw cariin pacar. Nah kemaren itu gw lagi iseng banget karena bored nungguin convert dvd, gw sms dia pake cellphone bokap. Gw bikin karakter (biasa, instinct penulis gw keluar) fiktif walaupun semuanya based on real person I knew, dan ngajakin dia kenalan. Eh, ternyata dia excited dan penasaran banget. Kaget jg sih, biasanya dia cuek gt soalnya. Yah, gw mah fun2 aja balesin SMS2 palsu itu. Hehehe sori ya bro!

Sialnya, pas gw ga di rumah, A call my-fictional-character yang berarti adalah cellphone bokap gw. Bokap yang ngangkat dan ketauan d. A marah2 banget ma gw. Duh gw nyesel banget. Padahal tujuan gw tuh just joking just what my friends and I used to do. Abis gw explain, gw nanya, "R U mad @ me?" A just replied, "yes for now. Oh gt, ya uda yah!" telepon ditutup. Obviously A marah banget. Terus gw kirim SMS sepanjang 4 halaman buat explain all of it. Semoga loe baca dan ga langsung dihapus, karena all I wrote there is true.

Sumpah bo, malemnya gw ga bisa tidur. Pikiran gw ga jelas, kacau. Gw ngerasa guilty banget udah bikin orang lain (dan itu adalah one of my best friend) marah. Jarang banget lho padahal gw bikin orang lain marah. Karena gw suka joke dan rata2 orang2 di sekitar gw dah tau dan dah biasa. Duh bener2 ga bisa tidur walaupun udah gw pancing2 pake music2 slow n cozy tetep ga bisa. Sampe mengalun single-nya Reuben Studdard, Sorry 2004. Duh, kok pas banget sih suasananya. Makin ga bisa tidur. Padahal gw besoknya harus back to office setelah 3 hari off. Duh pls A, kalo loe baca blog ini, maapin gw ye. Hidup gw jadi ga tenang neh. Resah banget gw. Apalagi SMS2 gw ga loe bales. Pls, I really do sorry, I really relly do….

CuRious : Hari Dimana Orang Melakukan Kebodohan Demi Kebodohan

Tuesday, September 25th, 2007

Nggak tau kenapa hari Selasa kemaren semua orang melakukan kebodohan demi kebodohan, atau mungkin lebih tepat disebut keapesan.

Diawali dari gw sendiri yang dengan bodohnya menaruh earphone MP3 player gw di dalam kantong celana jeans gw. Bodohnya, sepulang kuliah gw taruh di laundry bag dan malemnya kena giling di mesin cuci Electrolux. Gw baru sadar pas tengah malam ketika gw mau masang lullaby dan siap2 tidur. Yah, telat mesin cucinya udah selesai menggiling. Siap2 deh menikmati earphone baru yang lebih bersih (atau malah rusak ya? Ah, bodo!).

Selasa siang, bokap lagi naik bromfit (kalo ga ngerti, artinya tuh motor alias bike) lewat Raya Darmo. Nah, di depan Taman Bungkul itu lagi ada polisi razia motor gitu. Bokap mah tenang2 aja karena mikir paling2 cuma ngecek STNK sama SIM. Eh, ternyata nggak bo. Tuh barisan polisi yang gagah berani kayak abis nelen satu kotak Hormoviton lagi razia helm. Tau kan kalo sekarang lagi promosi peraturan baru tentang helm standard. Nah, secara bokap gw dari dulu udah pede pake helm yang buat nge-bike (kayak yang dipake Steve Carrell di 40-Year-Old Virgin itu lho, atau yang biasa dipake buat main rollerblade itu), mungkin karena ngerasa sok cool, nah kena tilanglah beliau. Bego ga sih? Langsung aj gw teriak ke kuping kanannya (soalnya kalo lewat kuping kiri, ntar keluar kuping kanan), "What Have I Told You, Dad?" Kena kan loe sekarang. Dari dulu udah gw bilangin, tapi tetep aja ngeteg make tuh helm. Yah tunggu aja ntar minggu depan bokap harus sidang karena kebodohan kecil gitu aja.

Terus tau ga bo, Selasa kemaren sampe sekarang pas gw menelurkan blog ini (emang gw masuk golongan aves yach?), gw lagi ngebantuin ngegarap video pendek buat ultahnya DKV Kamis ntar. Nah, bayangin aja bo, dalam waktu yang sesingkat-singkatnja gw harus menyelesaikan editan video itu. Wah, GILA!!!

Terpaksa d gw bolos kerja sampe Kamis. Terus tololnya tuh, beberapa gambar yang udah gw dan Ika take itu ternyata ada yang rusak jadi bagian penting dimana para pengurus HIMA lagi ngumpul dan ngomong kepotong. Duh, sialan banget sih (buat yang punya nama Alan dilarang tersinggung, I’m not talking about you!). Salah juga sih ngrekamnya pake DVD-R yang bolak-balik. Walau katanya lebih scratch-resistant, tapi buktinya kemaren rusak tuh. Ya uda d, terpaksa pake gambar2 yang seadanya.

Tadi pagi celana jeans yang menilep earphone gw itu udah kering dan udah terlipat rapi di tumpukan fresh clothes gw. Langsung aj gw cek di sakunya dan ternyata bener earphone-nya ada di situ. Gw tes deh pake MP3 Player kesayangan gw itu. Begitu gw nyalain… Kok ga bisa nyala? Duh goblok, ternyata baterainya abis secara udah lama ga gw charge. Duh, why did everyone do stupidity today?

Loe juga melakukan kebodohan kemaren? Lemme know yach!

Summer Blockbuster Original DVD Release Dates

Tuesday, September 25th, 2007

DVD udah jadi perangkat wajib di tiap rumah tangga dan rumah2 yang laen (seperti rumah sakit, rumah kost, dan rumah bordil). Bagi kita di Indonesia, Original DVD (apalagi yang Region 1 US) justru ga begitu laku. Tapi kalo  bajakannya, wow! Ga muna sih, gw sendiri jg termasuk anggota PDB (Penikmat DVD Bajakan). Tapi FYI aj, gw kalo beli DVD kucing dalam karung ga asal baru aj. Selalu gw test-drive dulu. Yang pasti gambarnya harus bener2 vivid (ga pake interactive), sound-nya bisa bener2 5.1 (apalagi kalo ada DTS-nya, wah happy sejati d), English subtitle yang rapi dan pas (ga ngasal, kadang ada tuh yang campur sama Indo, ga banget lah!). Kalo bs sih bonus feature-nya juga ada, biar lebih mantabbbbb!!!

Salah satu tips dari gw kalo mau beli DVD-B adalah selalu minta dicoba, jangan puas kalo si penjual bilang udah ori, karena patokan mereka cuma gambar yang uda bagus. Kalo ga boleh coba, urungkan niat buat beli. Masih banyak kok gerai2 yang memperbolehkan buat dicoba. Tips lagi neh, selalu pantengin jadwal rilis DVD originalnya, contohnya Amazon. Dengan tau jadwal rilis aslinya, loe bisa kira2 kapan bajakannya bisa tampil dengan maksimal dengan harga minimum (prinsip ekonomi banget ya bo?). Tapi ga tentu juga sih. Contohnya aj neh, DVD Spider-Man 3 sesuai jadwal rilis akhir Oktober, eh sekarang udah ada kok yang bener2 ori. Fantastic 4 - Rise Of The Silver Surfer jg udah. Soalnya bisa saja rilis di luar US lebih cepat daripada di US sendiri. Hal kayak gini udah sering banget terjadi. So, yah jadiin refrensi aj d.

Buat koleksi Summer Blockbuster 2007, beberapa judul udah menetapkan tanggal rilisnya. Beberapa di antaranya adalah sbb :

Grindhouse Presents Death Proof - 18 September 2007

Next - 25 September 2007

Fantastic 4 - Rise Of The Silver Surfer - 2 Oktober 2007

28 Weeks Later - 9 Oktober 2007

Death_proof_18_sept_2

Next_25_september_4

Fantastic_42_2_oktober_1

28_weeks_later_9_okt_2

Transformers - 16 Oktober 2007

Grindhouse Presents Planet Terror - 16 Oktober 2007

Hostel Part II - 23 Oktober 2007

Meet The Robinsons - 23 Oktober 2007

Transformers_16_oktober_2Planet_terror_16_oktober_3Hostel_2_23_okt_3Meet_the_robinsons_23_oktober_2

Spider-Man 3 - 30 Oktober 2007

Ratatouille - 6 November 2007

Shrek The Third - 13 November 2007

Pirates Of The Caribbean - At World’s End - 4 Desember 2007

Spiderman_3_30_oktober_1

Ratatouille_6_november_1Shrek_3_13_nov_1Poc3_4_desember_1

 

 

 

Sementara beberapa titel summer blocbuster lain seperti Harry Potter And The Order Of The Phoenix, The Simpsons Movie, Die Hard 4.0, dan Bourne Ultimatum masih belum menetapkan jadwal rilis pasti. Tapi bukan berarti rilisnya lebih lama lagi lho. Bisa aja tiba2 bulan depan atau 2 minggu lagi udah keluar. Who knows? I’ll keep you informed guys!

MTV Video Music Awards 2007 - This Is The Party I’m Talking About!

Saturday, September 22nd, 2007

Couple days ago gw sempat mencerca abis2an perhelatan MTV IMA 2007 yang ancur abis, nah sekarang giliran gw mereview perhelatan MTV terbesar atau malah perhelatan terbesar tahun 2007, MTV VMA 2007.

Seperti biasa, VMA selalu menyisakan cerita, skandal, dan kejutan tiap kali digelar. Masih ingat kan betapa hebohnya ketika Madonna mencium bibir Britney di atas panggung? Memang dibanding acara award lainnya, MTV VMA lebih santai, heboh, dan tanpa tata krama seperti Grammy. Justru kegilaan2 dan kehebohan2 di atas panggung menjadi hal yang ditunggu2 oleh anak nongkrong MTV di seluruh dunia.

Tahun ini, Palms Hotel, one of the biggest hotel in Vegas benar2 telah diinvasi oleh kru dan anak nongkrong MTV. Bayangin aja, selain main stage dimana penganugerahan piala The Moonman diserahkan, ada empat suites lainnya yang disewa untuk para music mania. Buat yang hip-hop fans, bisa masuk di Kanye West Goodlife Party. Buat yang doyan dugem, nikmati keramahan Justin Timberlake and Timbaland Southern Hospitality Party. Selain mereka berdua, ada gabung Akon dan 50 Cent di sini. Suka Modern Rock yang ga terlalu cadas, silahkan gabung di Fallout Boy Friends or Enemy Party. These boys juga mengundang Gym Class Heroes dan Rihanna lho. Kalo mau rock yang lebih hardrock, boleh banget kok ikutan pestanya Dave Grohl dan gank Foo Fighters di Goo Fighters Hotel Party #3562 karena selain mereka, juga nongol vokalisnya System Of A Down. Heboh lah pokoknya!

Di main stage juga ga kalah heboh. Panggungnya aja keren banget. Lupakan kursi2 undangan yang dijajar kayak nonton bioskop atau konser. VMA 2007 membawa pada undangan selebritis dan orang2 biasa yang beruntung mendapat undangan ke meja-meja bundar yang ternyata bukan sekedar meja, tapi juga panggung2 tambahan. Jadi artis yang perform bisa loncat2 dari satu meja ke meja lain atau menyebar para dancernya untuk nge-dance di masing2 meja. Seru lah pokoknya. Setiap artis yang perform ga ada yang biasa. Semua tampil dengan stage act yang luar biasa dan unforgettable. Keris Cokelat (eh, maksudnya Chris Brown) pertama2 masuk dengan gaya Charlie Chaplin yang cupu, tapi sesaat langsung ngebawain Wall 2 Wall yang seru abis plus para dancernya. Di tengah2 lagu, tiba2 aja Rihanna nongol dari main stage bawain Umbrella. Next disambung oleh Chris Brown yang bergaya dance ala Jacko dengan iringan Billy Jean. Stunning!

Ini contoh kasus performance yang lain. T.I. yang nge-DJ seperti biasa dengan flash  lights yang katanya bisa menyebabkan epilepsi bagi yang ga kuat (bener lho, ada warning-nya di TV screen). Kelar itu, langsung aja tune Bleed It Out keluar. Vokal Chester langsung membahana ruangan disertai lighting hijau, biru, dan merah yang dahsyat banget. Yes man, Linkin Park tampil dengan tidak disangka2.

Alicia Keys juga tampil amazing. Walau single terbarunya, No One berirama mellow, tapi aura panggung Alicia bikin semua berdecak kagum dan di bagian akhir lagu, tiba2 rythm-nya berubah menjadi dance jazz tune. Gila, keren banget!

Tapi dari semua performance yang nongol, tentu saja performance terakhir yang bener2 happening banget. Pertama2 Nelly Furtado bawain Do It-nya, terus disambung The Way I Are-nya Timbaland. Kegilaan belum berakhir karena setelah itu Justin nongol bawain Love Stoned-nya. Terakhir, mereka bertiga bawain single terdahsyat mereka tahun ini, apalagi kalau bukan Give It To Me. Penutupan yang sempurna.

Kalo dari para pemenangnya, gw setuju banget sama jurinya. Male Artist Of The Year masih diraih Justin Timberlake, just like last year, sementara Female Artist Of The Year dibawa pulang Fergie yang sayang banget ga bisa hadir. Most Earthshattering Collaboration dipegang oleh Beyonce dan Shakira lewat Beautiful Liar. Ya iyalah gimana dunia ga bergetar liat goyangan dua pinggul wanita bohay kayak mereka. Best New Artist, seperti sudah diduga2 dimenangkan secara gemilang oleh Gym Class Heroes yang single2nya nonjok abis. Best Group digondol oleh FallOut Boy. Dan ada 2 kategori baru tahun ini. Monster Single Of The Year, penghargaan buat single2 yang jadi soundtrack tahun ini, yang of course dimenangkan oleh Rihanna dan Umbrella-nya, ella ella ella eh… Sementara penghargaan Quadruple Threat yang menganugerahkan artis dengan multi profesi, dimenangkan oleh Justin Timberlake, yang merupakan singer, dancer, actor, sekaligus clothing brand. Bang Justin berhasil mengalahkan aktifis sosial, Bono, dan juga Beyonce, yang kurang lebih punya profesi yang sama dengan Justin. Dan untuk penghargaan tertinggi, Video Of The Year, tanpa perlu dipertanyakan lagi, sekali lagi please welcome to Miss Good Girl Gone Bad, the one and only, Rihanna with her black Umbrella Ella Ella Ella Eh….!

Occasion yang dihelat besar2an kali ini bukan tanpa cela. Opening Performance yang menghadirkan Britney Spears (again!) benar2 kacau. Emang sih mamanya Sean Federline ini akhir2 ini lagi depresi berat setelah perceraiannya dengan Mr. Loser Kevin Federline. But come on mom, it’s supposed to be your annual show. Tampil asal2an bawain single Gimme More yang pada dasarnya udah norak, penampilannya tidak semengkilap bikini hitamnya. Dance yang biasanya enerjik, kali ini keliatan banget Britney did it with no energy at all. Udah gitu keliatan banget kalo lipsync. Get a grip, lady! Well, this is not the crew’s mistake. it’s all on her. I have to say that you’re supposed to go to rehab and don’t say no no no like Amy Winehouse.

Like usual, skandal juga dijual di VMA. Hottie Auntie Pamela Anderson yang lagi ngebacain artis yang mau tampil disuit2in mlulu sama mantan suaminya, Tommy Lee. And then our auntie said, "Shut Up, Tommy!" dan melanjutkan ngomong. Sekali lagi Tommy Lee said, "Whooo..!" dan sekali lagi pula Pam teriak, "I said shut up, Tommy!". Ga sampe di situ aja, menurut berita yang disiarkan di seluruh antero dunia, Pam sempat ngegampar mantan suaminya itu di luar acara ketika Alicia Keys lagi perform. Ngga tau deh what makes them do so. Well, anyway scandal sells. Bravo!

Kalo diliat2 sih, VMA taon ini ga terlalu fokus sebagai acara award, tapi lebih ke music performance festival, just like Big Day Out but more glamour and groovy. Konsep yang benar2 baru buat VMA. Konon katanya sih karena rating acara serupa taon lalu yang mulai menurun. Well, I guess this time it works. Good job. Me likey! Berkaca dari VMA taon ini, gw jadi mikir kalo sebenernya MTV IMA beberapa hari lalu bisa sekeren dan segokil ini. Why can’t we? Mungkin karena para performance-nya yang tampil biasa banget, ga ada kejutan2 yang signifikan. Kolaborasi Maia Ahmad dan BCL di Soundrenaline di Bali sebenernya adalah kejutan yang bisa aja ditampilkan di occasion-nya MTV Indonesia. Jangan cuma band2 yang lagu2nya cupu abis dan ga bisa menggerakkan orang buat berpesta. Why not tampilin artis2 yang punya lagu2 groovy macam Pingkan Mambo atau Dewi Sandra, atau Reza Herlambang? Kenapa malah milih lagu2 sendu buat mengisi party? Ga banget d. Makanya para tamu yang datang keliatan jutek semua. Party-nya ga asik sih. Come on, it’s 2007, the award show supposed to be the party for everyone. Don’t make it looks sad. BIG NO! Where’s the MTV real spirit?

Buat yang pernah comment tentang comment gw soal MIMA 2007 kemarin (gila comment aja bisa dapet comment), gw tuh ga bermaksud memojokkan MTV, gw tuh appreciate sama kerja mereka based on result yang udah dibuat. Kalo kita semua memaklumi kekurangan2 yang ada dengan alasan, "gw aja belum tentu bisa ngelakuin", so dunia pertelevisian kita ga akan pernah maju karena ga pernah dikritik dan dihujat. Beda sama di US yang semua bebas menghujat dan in the end, yang dihujat menjadi semakin baik karena mereka berkaca dari pengalaman mereka sendiri. Maybe gw sendiri ga bisa melakukan hal yang lebih baik karena gw emang ga di dunia itu, tapi sebagai penonton, gw, loe, dan juga semua penonton yang menyaksikan adalah prioritas pemilik program TV yang patut diperhatikan. Kepuasan penonton adalah dewa bagi mereka. So, jangan ragu untuk menghujat acara TV kalo emang kurang, dan gw sendiri jg ga bakal ragu untuk memuji kalo emang acara TV-nya bagus. Ok, bro?

CuRious : Mendadak Malang

Thursday, September 20th, 2007

Rebo malem pas gw lagi nonton Flushed Away di kamar gw yang supercozy, Eric P.O. call ngajakin ke Malang besoknya buat ambil foto dan meliput spot2 yang asik buat nongkrong. Secara dia kan ambil tugas DKV-nya tentang wisata Kota Malang (copycat! Secara taon lalu gw juga ambil tema yang sama gitu lho!). Karena gw ada beban kerja kantoran yang ga bisa gw tinggalin gt aja, so gw bilang aja ga janji, tergantung dikasih ijin ato ga. Kalo dari nurani seh, pengen banget, sekalian buat refreshing gitu lho, jutek gw seharian selama 2 minggu menghadapi Pak Pindahin. Cape d.

Besoknya pagi2 gw ke kantor dan gw baru inget kalo hari itu Pak Pindahin seharian ga di kantor (katanya ada meeting gt di Juanda). Jadi gw disuruh ijin langsung ke Bu Ica (istrinya Pak Pindahin, yang juga aktif di kantor selain menjadi ibu rumah tangga yang baik hati dan pengertian sama anak2nya, salut d, hohoho…). Bu Ica instantly say ok. So, ya gw tunggu aj Mr. Eric P.O. datang menjemput yang katanya bakal jemput setelah anak2 lainnya yang juga diajak selesai AMG (Aku Mau Gituan, eh bukan…Apresiasi Musik Gereja ding!), which is jam setengah dua siang. GILA BANGET, jam segitu baru berangkat? Ini tuh ke Malang gitu lho, harus melewati Kuala Lumpur Lapindo! Ok d, what can I say rite?

Jam setengah dua kok belon2 datang yach? Yo wis, gw bantuin Mbak Ifa men-scan surat2 laporan yang tebalnya sealis Steve Carrell, eh ngga ding, lebih tebel.
Jam setengah tiga tuh bocah baru nongol bareng selir2nya nyang laen, ada Yentul, Gan Stephanie (sekali lagi, BUKAN GWEN STEFANI), Elsa, dan Susan (tanpa Ria Enes lho!). Ya ampyun, sore amat man. Untung aja pas itu di tol sampe Porong ada pejabat lewat yang dikawal, jadi bisa nunut gitu. Hehehe…. numpang kondang ya bos!

Destinasi (maksain banget di-Indonesia-in) pertama adalah Museum Brawijaya. Secara nyampe di sana udah jam empatan, ya udah tutup lah mas! So, kita cuma bisa ambil gambar di depan2nya aja yang udah nongkrong tank2 dzaman pendjadjahan dulu. Trus di seberangnya kan ada Perpustakaan Daerah (yang juga udah tutup), bangunannya tuh klasik banget. Deutch Style gitu d. Bagus banget buat dijadiin bekgron. Apalagi langitnya masih belum terlalu gelap. Ya udah, Eric putusin buat ambil gambar buat cover majalahnya. Ealah bos2, ternyata gw diajak itu mau dijadiin model gratisan. Yah, yah, yah, emang susah kalo jadi orang cakep dan pinter mainin ekspresi wajah. Saat2 kayak gini banjir job, tapi gratisan semua. Anyway busway Melaway, lumayan lah, paling ga bisa nampang plus dibayarin makan gratis sepuasnya. Hehehe, makanya jadi orang tuh yang cakep donk. Ya gitu d, jepret2 bergaya ala traveller bareng Gan dan Susan. Jadi kayak 3 turis lokal yang lagi terdampar di Kawasan Ijen yang Deutch abis.

Next, PO nyariin Bakso Jamur yang katanya ada di kawasan yang ga jauh dari situ. OK d, secara perut gw juga udah mulai meronta2 minta dipuaskan nafsunya gitu. Eh, dari informasi wisata di internet, ternyata Bakso Jamur tuh bukan resto atau depot, cuma seonggok kayu yang disusun menjadi gerobak dan beberapa lembar papan kayu yang dirangkai menjadi meja dan bangku di seberang sebuah playgroup. Yah, yah, yah, salut d dengan tempat sesederhana gitu bisa jadi buah bibir (sariawan kali?) di internet. Bravo! Tau ga yang namanya Bakso Jamur tuh gimana? Seporsi Bakso Jamur tuh terdiri dari dua pentol bakso sapi yang ingredients-nya itu daging sapi yang dicampur jamur kancing dan tepung kanji, terus digiling dan dijadiin bakso. That’s all? Yeah, you betcha! Selain dua biji pentol, ada tahu dan suun yang juga terbuat dari jamur shitake. Hmmm, dengan harga IDR 4 rebu, yah boleh lah buat ganjel2 lambung.

Next stop… (emangnye busway?), hari udah mulai gelap dan kita putusin buat roadshow ke rumah Yentul di kawasan pusat kota, tepatnya di dalam Mal Sarinah lama. Yap, bener banget, she lives in the mall. Ga heran kan kalo selama ini glamor banget dengan perawatan tubuh dan wajah ala Body Shop dan Face Shop. She is the material girl, but with cooking skill. A Worth Wife (at least for me). Biasa, karena ini rumah Yentul yang terkenal dengan kulinarinya, langsung aja kita berharap dimasakin yang enak2 di house of food-nya Yentul. Karena Yentul terkenal dengan "ke-jahat-an-nya", so kita cuma disisain seporsi kuping babi (yang emang yummy banget). Okeh, rame2lah kita menghabiskan sisa hidup si babi. Kacian deh nasib jadi babi, udah dinajisin, selalu berakhir di perut manusia lagi. Eh Yentul tuh emang jahat banget d, masa kita disuguhin Chrysantemum Tea tapi dalam bentuk sachet, kita disuruh seduh sendiri di dapur. Duh, plis d Tul, Tamu kan adalah raja gitu!

Abis dari Yentul kita back to the main goal, cari spot2 keren di Malang. After a short unimportant debate, akhirnya diputusin ke Matos (Malang Town Square). Yah, bilang aja kalo pengen window shopping. Ok, sang model harus kembali bekerja. Kali ini gw n Susan disuruh berakting di trotoar seberang Matos lagi begaul gt. Ntar d kalo udah dirilis, gw taruh di fs hasilna. Beberapa kali jepret dengan diliatin orang2 di sekeliling (ih, bangga donk!), akhirnya semua pada masuk mall buat dinner (lagi!) di food court-nya. Ga terasa, cangkruk2, ngobrol2 ga penting, yah kayak arisan tempo hari itu (oya, member2nya juga sama yach? Anggap aj arisan luar kota, kayak istri2 pejabat gt), tau2 udah jam sembilan dan kita harus meluncur pulang karena mal udah mau tutup. Ngga banget d, masa masih pagi kayak gt udah tutup.

Destinasi terakhir adalah residential-nya Gan Stephanie yang terletak di kawasan Araya (yah, kalo di Surabaya sekelas Graha Famili, kalo di Jakarta PI gitu d). Secara udah jam sepuluhan, yah kita masuk dengan silent karena keluarganya udah pada tidur. Tapi kita dikasih liat dua ekor anjing keluarga. Baron (yang lebih mirip kambing ketimbang anjing) dan Bella (cocho yang walau keliatan lucu tapi ternyata giras banget). Ngobrol2 ga penting lagi, sampe ga terasa udah jam sebelasan. Wah, sampe Surabaya pasti udah malem banget, belum lagi harus mulangin selir2 ke kediaman (eh, lebih tepatnya kost) masing2 yang rata2 tinggal di Distrik Siwalankerto. Untung rumah gw yang ada di Distrik Wiyung lebih deket ke mulut tol, jadi gw dipulangin dulu. Hehehe…sori ladies!

Sampe rumah udah 11.45-an. Gw ga bawa kunci dan semua pintu udah dikunci kecuali pager depan. So, setelah masuk pager, gw lewat gerbang samping yang cuma digerendel. Gimana caranya, kan digerendel? Yah manjat lah, secara gw keturunan SpiderMan gitu (eh apa simpanse yah? Kan sama2 pinter manjat? Menurut loe lebih cocok yang mana?). Barang2 gw kayak tas kerja dan tas tripod gw masukin dulu lewat celah2 gerbang, baru gw manjat dan langsung ke kamar gw yang ada di lantai 2. Karena celana pendek bersih gw ada di lemari di kamar adik gw, so gw males ambil celana pendek secara gw ga mau bikin dia bangun. Ya uda d, gw tidur malam cuma pake brief. Padahal selama ini kalo tidur jg gw ga pake undies, cuma celana pendek doank. Abis gatel2 sih. Hehehe…! Ups, too much information d kayaknya. Gpp d, jadi loe bisa tau kebiasaan tidur gw. Huehehehe… Udah ah mau bobo, besok musti ke kantor pagi2. (*zzzzzzzzzzzzz*).

Anton Movie Review : The Piano (1993)

Wednesday, September 19th, 2007

Piano_ver1
This is one of 33 DVD’s I bought while in Jakarta right after that tragedy. Gw beli neh film karena inget banget kalo ini adalah salah satumost acclaimed romantic erotic drama movie dengan beberapa penghargaan, seperti Festival Film Cannes dan Academy Awards. Jane Campion, sang sutradara
bahkan ditahbiskan untuk Best Original Screenplay, nominasi Best Director di ajang Oscar 1993 untuk film ini. Bahkan The Piano juga menyabet Palme D’Or di Festival Cannes tahun 1993 yang sekaligus menjadi sutradara wanita pertama yang memenangkan penghargaan ini. Holly Hunter juga memenangkan Best Actress in Leading Role dan yang paling menyedot perhatian adalah si bintang cilik (kala itu, sekarang udah gede), Anna Paquin yang menyabet Oscar untuk Best Actress in Supporting Role! Portfolio yang cukup menjanjikan, bukan?

Belum nonton filmnya, gw expect The Piano would be a standard love story with a fantastic set. Well, ternyata gw salah besar. This is the great and emotional love story with fantastic set and definitely great act of each performances. Cerita bergulir dari seorang wanita bisu bernama Ada (Holly Hunter) dan putrinya yang berusia sekitar 9 tahun, Flora (Anna Paquin) tiba di sebuah pulau terpencil di New Zealand
dari Inggris untuk menemui pria yang akan dinikahkan olehnya tetapi belum pernah ditemuinya sebelumnya, Stewart (Sam Neill). Menikah tanpa cinta membuat Ada tersiksa, Flora pun juga namun lebih memilih untuk diam dan akhirnya justru dekat dengan sang ayah tiri. Stewart ternyata kurang mengerti apa yang diinginkan Ada. Piano kesayangan yang dia bawa jauh2 dari Inggris mengarungi lautan ternyata harus ditinggalkannya di tepi pantai karena tidak ada yang bersedia membawanya. Akhirnya ada seorang tetangga Stewart yang juga orang Inggris, Baines (Harvey Keitel) yang bersedia menampung piano Ada di rumahnya yang lebih dekat dari pantai dengan syarat Ada mau mengajarinya main piano tiap hari.

Ternyata itu semua adalah rekayasa Baines. Baines jatuh cinta kepada Ada dan lebih suka menikmati keindahan tubuh Ada yang sedang memainkan tuts2 piano. Awalnya Ada mengelak tapi ternyata Ada sadar bahwa cintanya justru untuk Baines, bukan untuk Stewart. Terjadilah affair yang penuh gairah (di sini nih letak beberapa adegan nudity dan sexual content bertebaran) yang indah. Not vulgar at all! Affair mereka pun akhirnya diketahui oleh Stewart dan membabi buta hingga memotong salah satu jari Ada dan bersumpah akan memotong jari2 Ada yang lain setiap kali dia menemui Baines.

Di awal, film bergulir lambat dan agak membosankan. Kita hanya dihibur oleh akting Holly Hunter dan Anna Paquin yang jujur, luar biasa. Kalo di generasi kita ada aktris cilik berbakat macam Dakota Fanning, maka pada era itu, Anna Paquin lah orangnya. Belakangan kita bisa melihat akting dan bodi remaja Anna Paquin melalui perannya sebagai mutan bernama Rogue di serial X-Men. Mulai karakter Baines masuk, cerita mulai menarik. Intrik cinta yang pertama2 bertepuk sebelah tangan hingga akhirnya Ada dihadapkan pada pilihan hidupnya, semuanya tersaji dalam adegan2 yang sangat indah dengan balutan alunan tuts piano yang membawa penonton hanyut dalam perasaan Ada. Sumpeh, ini adalah salah satu film drama romantis erotis yang indah dan menggugah emosi. Set yang di hutan New Zealand dengan beberapa suku asli Maori
cukup mendukung. Hebatnya, ternyata dibutuhkan dialect coach dan pelatih bahasa isyarat untuk para pemerannya. Belum lagi permainan piano yang memang asli dimainkan oleh Holly Hunter. Gila, totalitas emang penting dan I really appreciate it. Oya, ada satu line yang bakal jadilandmark film ini yang gw inget banget : “There is a silence where hath been no sound. There is silence where no sound may be in the cold grave, under the deep deep sea” — Ada. Pokoknya, this is A Must-Watch for Lover-Couple.

Overall Score : 5 out of 5 stars (or shall I replace the stars with hearts?)

BrainBeat : 3rd week of September 2007

Tuesday, September 18th, 2007

Rupanya banyak banget artis Amrik yang merilis album bulan ini. Kalo September udah bejibun, Oktober dan November jadi target rilis album berikutnya. Oya, di BrainBeat minggu ini seharusnya single2 yang nongkrong di chart sebelumnya masih sering gw dengerin, tapi secara lately banyak single2 baru yang keren2, yah gw kasih referensi deh. Kan yang penting loe2 jadi tau single2 baru apa yang lagi hit dan hot di dunia ini. So, here we go…

Katharine_mcphee1. Love Story - Katharine McPhee.
Ga terlalu baru sih (album self titlednya rilis Januari kemaren), tapi single ini terus2an menghinggapi relung otak gw. Dedengkotnya American Idol season 5 ini emang seru banget buat disimak. Karakter vokal yang seru, dan rythm yang kena banget. Asik dah buat didengerin ato dijadiin soundtrack film romance comedy. This is the typical love story…

Shayne_ward2. If That’s OK With You - Shayne Ward.
Ga tau banyak tentang cowok yang satu ini, tapi yang pasti single pertama dari album selftitled-nya ini boleh juga buat ngedance. Walau beatnya ga terlalu danceable tapi cukup ringan buat sedikit gerakin body. Liriknya emang ngegombal banget, it goes like, "I’m gonna make you feel like you’re heaven on earth…" Gombal banget kan? Tapi That’s Ok with me selama beat-nya asik. Nyantai n seru.

Eve_13. Give It To You - Eve feat. Sean Paul.
Belum kelar europhia single Tambourine, Eve udah merilis single kedua, Give It To You dari album Here I Am yang sama hebohnya. Apalagi kali ini menggandeng cowok yang sempat menggoyang Jakarta tahun lalu, please give it up to Sean Paul. Aksen ga jelas tapi serunya itu menyumbangkan keasikan dalam mendengarkan single Give It To You ini. Very danceable dan sing alongable (tentu dengan berbekal liriknya, soalnya kadang si Sean Paul kalo ngomong ga jelas). Btw, kapan neh Mr. Sean Paul from Jamaica mau ngeluarin album sendiri? Ayo dong bos, udah lama tuh ga nelurin album. Kangen neh ama logat aneh loe.

4. Wadsyaname - Nelly.
Setelah beberapa tahun menghilang sejak sukses duo-album Suit/Sweat, Nelly finally back with the same storm with an album called Brass Knuckles (apa sih maksudnya? Aneh banget!) yang rilis 22 Oktober 2007 mendatang (sori ga ada pic-nya soalnya emang belum ada keluaran resmi). Single pertama mengusung single Wadsyaname. Seru juga sih, typical hip hop Nelly banget. So, if you like Nelly’s previous singles, you’d like this one too. Highly recommended!

Chris_brown_wall_2_wall5. Wall To Wall - Chris Brown.
Terakhir kita liat remixan-nya dia buat single Umbrella-nya Rihanna, yg dia plesetin jadi Cinderella. Well, nice try. Album yang dulu bikin single Yo (Excuse Me Miss) dan Run It yang dijadiin jingle Nokia, meledak banget. So, sekarang Keris Cokelat balik dengan album Exclusive yang rilis 6 November 2007. Sementara belum keluar cover resmi dari albumnya, so gw kasih aja cover singlenya. Yang pasti single Wall To Wall beat-nya ga jauh beda sama Run It. Very cool and danceable!

CuRious : About My New Short Movie

Tuesday, September 18th, 2007

Sebelum memulai topik posting blog gw kali ini, gw mau berbagi rasa penasaran gw
neh. Loe tau Jembatan Mayangkara kan? Itu tuh yang ada di depannya DTC yang
menghubungkan Raya Darmo dan A.Yani. Nah begitu mau naik jembatan, tuh ada satu Neon Box besar banget yang selalu diisi iklan2nya A Mild (udah kontrak seumur
kota kali). Nah Ramadhan kali ini A Mild bikin iklan yang unik banget bro. Jadi
ceritanya neh gw kemaren sore (menjelang malam, jam enaman lah) pulang dari
kantor lewat Jembatan Mayangkara. Nah di tengah2nya gw liat Neon Box heboh itu
yang gambarnya piring-piring dan mangkok di atas meja yang dipenuhi oleh aneka
macam makanan, dengan tagline, "Siang Dipendam Malam Balas Dendam". Waktu itu gw cuma bisa nyengir sambil mikir, eh lucu juga neh iklan. Gw suka banget.

Nah terus tadi pagi pas gw berangkat kuliah, kan lewat lagi itu Bos. Eh, gambarnya udah berubah. Meja dan piring2 mangkok2nya masih ada tapi semuanya itu dalam keadaan kosong, ga ada makanan sama sekali. Jadi kesimpulannya tuh Neon Box kalo siang kosong, tapi kalo malem penuh makanan. Gila, gokil banget! Gimana
bikinnya yach?! Ada yang tau? Kalo ada tim pembuat yang baca blog ini, kasih tau
ogut donk apa rahasianya!

Ok, let’s back to main topic. Semenjak Arif yang mengemis peran di film pendek
yang bakal gw garap, ada banyak banget respon2 orang2 lain yang minta peran
juga. Nah biar semuanya jelas, gw mau mengklarifikasi tentang plan produksinya.
Here are the things :

1. Film ini bakal dibuat dengan format film pendek. Bukan karena keterbatasan
dana, tapi karena emang dari ceritanya lebih cocok dengan format pendek, jadi
kayak sinetron kalo dipanjang2in.

2. Temanya tentang mitos seks. Tapi jangan piktor (pikiran kotor) dulu yah. Walaupun temanya seks, tapi ga ada nudity, adegan ML-nya cuma pura2, cuma
kesannya aja yang seolah2 lagi ML. Pemeran ceweknya bakal pake kemben dan short, sedangkan cowoknya pake brief atau boxer (belum putusin, masih disesuaiin dengan angle camera, tapi yang pasti ga bakal nude kok). Tema ini penting diangkat karena menurut gw bisa merubah persepsi salah dalam masyarakat (terutama masyarakat Indonesia) tentang sebuah mitos seks. Mitos yang mana? Ga bakal gw
bocorin sampe tahap produksi. Yang pasti bakal berakhir dengan tragedi dan bakal
membuat penonton terdiam ngeri beberapa menit (harapannya sih gitu).

3. Yang gw butuhin buat pemerannya itu seorang cowok, dan tiga orang cewek. Yang
cowok tuh gw cari yang face dan body dewasa. Yang ada dalam bayangan gw tuh
Lukman Sardi, Restu Sinaga, Dimas Seto, atau Christian Sugiono dengan sedikit
balutan penjiwaan emosional, ga kayak perannya di sinetron2 selama ini. Kalo
pemeran istrinya tuh gw cari yang berwajah cantik, kelihatan menggoda tapi
sedikit malu2. Di bayangan gw tuh Indah Kalalo, Luna Maya, atau Revalina S.
Temat. Cewek kedua dan ketiga bakal berperan sebagai selingkuhan si cowok, gw
cari yang wajah intelek tapi kelihatan full of lust. Dalam bayangan gw model2
Julia Perez, Julie Estelle, atau Catherine Wilson. Nah bingung donk.

4. Produksi kira2 mulai november, karena gw sekarang sampe Oktober lagi sibuk.
Nah Desember mau magang di projectnya Adrianto Sinaga. Kalo jadi sih Februari
2008 baru lanjut projectnya. So, sabar ya buat yang menunggu peran. Nanti ada
kasting kok.

5. Distribusi ntar mau gw kirim ke festival2 nasional, tapi gw fokus ke festival internasional, terutama Pusan Film Festival. Soalnya temanya kena banget buat tema2 budaya gitu. Doain ya biar bisa tembus.

Ok d segitu aja infonya so far. Buat lebih lanjut ntar gw kasih progressnya.

Keep reading fellaz!

CuRious : Membaca Menjauhkan Kita dari Kebodohan yang Sangat Dekat dengan Kemiskinan - From Playboy to FHM

Sunday, September 16th, 2007

Anton dan DVD, udah biasa banget. Semua yang kenal dan deket ama gw juga udah pada tau semua. Semua pembokat yang pernah melayani Tuan Muda Anton juga pada tau. Tapi tau ga loe guys kalo beberapa minggu ini gw jarang banget menyentuh cakram DVD? Terakhir cuma nonton Disturbia kemaren sama Sacre di Antonized XXI. Itu pun karena penasaran banget. Tapi ternyata biasa aja, ga sebagus yang digembor2in. Cuma lebih bagus daripada thriller remaja lainnya belakangan ini. Tapi kalo dicompare sama era Scream, jauhhhhhhhhh banget!

Ok back to topic, nah sekarang gw justru lagi getol2nya baca, baik buku, komik, maupun majalah. Hobi yang udah lama gw tinggalin sejak SMP dimana gw koleksi Goosebumps dan Fear Street. Emang sejak itu gw males baca. Harry Potter aja cuma sampe Prisoner Of Azkaban, mulai Goblet Of Fire yang tebelnya lebih tebel daripada torso gw, gw jadi males. Tapi I don’t know why lately libido untuk mengeja huruf dalam lembaran kertas kembali muncul. Mungkin gara2 Om Tantowi Yahya yang bilang kalo membaca menjauhkan kita dari kebodohan dan kebodohan dekat dengan kemiskinan. Hehehe, sok filosofis banget ya!

Pertama2, gw baca buku Skrip dan Behind The Scene-nya Arisan! dan Berbagi Suami secara gw pengen banget belajar bikin skrip film. Well u know guys, banyak sutradara beken yang berawal dari penulis skrip, Monty Tiwa salah satu panutan gw. Kelar baca, gw baca Playboy September 2006 pinjaman dari Yogi. Kelar, gw beralih ke cerita rakyat Jambi tentang Putri Pinang Masak. Yang ini buat refrensi tugas DKV 5, bikin buku cerita reakyat dengan gaya desain. Besoknya, di mobil Eric tergeletak Kambing Jantan-nya Radithya Dhika. Karena dulu gw cuma sempat baca sekilas, langsung aja saat itu gw rampok. Gw baca, dan I love it, gw semakin terinspirasi buat terus nulis blog. After that, Eric memaksa gw buat baca komik Bowling King-nya yang katanya "You have to read, it’s so hilarious, you likey (bahasa Indonesianya, "loe banget!"). Dia sampe bela2in bawa satu set seri 2-11. Yah ok gw coba baca, eh bener bo. Kocak abis! It’s so me likey (bahasa Indonesianya "gw banget!"). Sampai blog ini diturunkan gw udah nyampe seri 9. Eh ric, kata Sacre udah ada sampe seri 16 lho, kok loe cuma pinjemin sampe seri 11, sisanya mana?.

Terakhir neh, gw kemaren (Saturday, September 15, 2007) pas mau masuk gym buat workout mata gw tertuju pada sebuah kios di depan pintu masuk Celfit. GILA! Mata gw terbelalak lebar kayak liat Rahma Azhari lagi bugil di depan gw. OMG! Gw nemuin Esquire edisi perdana seharga (believe it or not!) IDR 12,000. Shit! Pucuk di cinta ulam tiba. Kebetulan gw harus mengganti Esquire edisi perdananya Sacre yang gw bikin kayak krupuk mentah gara2 hanyut dalam gengangan air di dalam tas gw. Yuhu, eh tapi jangan bilang2 Sacre ya kalo harganya cuma 12 rebu. Eh, khusus buat Sacre, loe dilarang baca blog ini. Terus mata gw tertuju pada majalah2 laen, ada Playboy Indonesia edisi Desember 2006, Januari 2007, dan April 2007! Semuanya gw belum punya.

Speaking of Playboy Indonesia. Gw koleksi majalah ini sejak edisi perdana. Walau banyak yang bilang like shit ga ada apa2nya. Tapi menurut gw artikel2 nya itu bikin gw tambah smart. Tergantung orientasi kali, kalo pengen liat pere2 telanji ya liat aja Playboy luar. Kalo gw mah suka sama artikel2 dan cerpen2nya. Satu lagi, Playboy itu artikel2nya tak terikat oleh waktu, so walau keluaran lama sekalipun masih bisa relevan dibaca sekarang. That’s why gw koleksi. Anggep aja kayak Kitab Suci gw (kalo Ellle Woods dan Felina kan kitab sucinya Cosmpolitan, hehehe). Gw punya edisi perdana (April 2006), Juni 2006, Juli 2006. Dan sejak itu gw selalu cek langganan gw tapi ga kunjung terbit2. Hingga suatu saat gw baru tau kalo PBI udah keluar banyak banget. Selanjutnya gw beli edisi Februari 2007 (yang udah edisi 8), dan terakhir Juni 2007 (edisi 10). Juni 2007 itulah edisi terakhir PBI. Sampe sekarang belum keluar edisi yang lebih baru. Di kios itu gw memborong majalah2 lama (tapi bukan bekas) di depan Celfit dengan harga (tahan napas!) IDR 15,000 (buat edisi Desember 2006) dan IDR 17,000 (buat edisi January dan April 2007)! Duh, gimana ga happy secara harga normalnya IDR 50,000. Sekarang 50 rebu tambah 2 rebu doank bisa dapet 3 edisi. So Happy!!! Jadi sekarang koleksi PBI gw cuma kurang edisi 4 (September 2006, yang kemaren gw pinjem dari Yogi) dan edisi 5 (entah Oktober atau November 2006). Ada yang berminat mencarikan informasi? Just call me guys, kalo nemu langsung aja beliin. Ntar gw ganti.

Ada satu lagi majalah yang bikin gw terbelalak tajam kegirangan. FHM edisi Agustus 006 yang ada bonusnya 100 The Sexiest Women In The World. Wah ini neh incaran gw dari dulu. Akhirnya ada juga. Gila, sejak pertama kali liat di kost-nya Sima yang ada rental majalahnya, gw langsung jatuh cinta sama foto Tiara Lestari yang bagian pantatnya cuma ditutupin G-string (atau lebih tepatnya cuma seutas tali). SO HOT! Udah gitu harganya cuma IDR 12,000 lagi. Ya langsung aja gw samber. Wah, panen tuh mas2 penjual majalahnya gw borong dagangannya. Nah gitu donk.

Sekarang gw lagi menaksir Harry Potter and The Deathly Hollows keluaran Bloomsbury (bahasa Inggris) yang lagi digarap sama Sacre. Buruan donk bacanya, gw pinjem abis itu. Hehehe. Lupa ya kalo Sacre ga boleh baca blog ini.

Ok d, so far baru segitu kegilaan gw sama lembaran2 cetakan. Kalo ada yang merekomendasiin bacaan buat gw, langsung aja kasih tau, mumpung libido gw lagi tinggi2nya. Ntar kalo kelamaan, viagra aja ga bisa bantu kali (apa hubungannya toh? Baca kok disamain sama ML).