Anton Movie Review : The Piano (1993)

Piano_ver1
This is one of 33 DVD’s I bought while in Jakarta right after that tragedy. Gw beli neh film karena inget banget kalo ini adalah salah satumost acclaimed romantic erotic drama movie dengan beberapa penghargaan, seperti Festival Film Cannes dan Academy Awards. Jane Campion, sang sutradara
bahkan ditahbiskan untuk Best Original Screenplay, nominasi Best Director di ajang Oscar 1993 untuk film ini. Bahkan The Piano juga menyabet Palme D’Or di Festival Cannes tahun 1993 yang sekaligus menjadi sutradara wanita pertama yang memenangkan penghargaan ini. Holly Hunter juga memenangkan Best Actress in Leading Role dan yang paling menyedot perhatian adalah si bintang cilik (kala itu, sekarang udah gede), Anna Paquin yang menyabet Oscar untuk Best Actress in Supporting Role! Portfolio yang cukup menjanjikan, bukan?

Belum nonton filmnya, gw expect The Piano would be a standard love story with a fantastic set. Well, ternyata gw salah besar. This is the great and emotional love story with fantastic set and definitely great act of each performances. Cerita bergulir dari seorang wanita bisu bernama Ada (Holly Hunter) dan putrinya yang berusia sekitar 9 tahun, Flora (Anna Paquin) tiba di sebuah pulau terpencil di New Zealand
dari Inggris untuk menemui pria yang akan dinikahkan olehnya tetapi belum pernah ditemuinya sebelumnya, Stewart (Sam Neill). Menikah tanpa cinta membuat Ada tersiksa, Flora pun juga namun lebih memilih untuk diam dan akhirnya justru dekat dengan sang ayah tiri. Stewart ternyata kurang mengerti apa yang diinginkan Ada. Piano kesayangan yang dia bawa jauh2 dari Inggris mengarungi lautan ternyata harus ditinggalkannya di tepi pantai karena tidak ada yang bersedia membawanya. Akhirnya ada seorang tetangga Stewart yang juga orang Inggris, Baines (Harvey Keitel) yang bersedia menampung piano Ada di rumahnya yang lebih dekat dari pantai dengan syarat Ada mau mengajarinya main piano tiap hari.

Ternyata itu semua adalah rekayasa Baines. Baines jatuh cinta kepada Ada dan lebih suka menikmati keindahan tubuh Ada yang sedang memainkan tuts2 piano. Awalnya Ada mengelak tapi ternyata Ada sadar bahwa cintanya justru untuk Baines, bukan untuk Stewart. Terjadilah affair yang penuh gairah (di sini nih letak beberapa adegan nudity dan sexual content bertebaran) yang indah. Not vulgar at all! Affair mereka pun akhirnya diketahui oleh Stewart dan membabi buta hingga memotong salah satu jari Ada dan bersumpah akan memotong jari2 Ada yang lain setiap kali dia menemui Baines.

Di awal, film bergulir lambat dan agak membosankan. Kita hanya dihibur oleh akting Holly Hunter dan Anna Paquin yang jujur, luar biasa. Kalo di generasi kita ada aktris cilik berbakat macam Dakota Fanning, maka pada era itu, Anna Paquin lah orangnya. Belakangan kita bisa melihat akting dan bodi remaja Anna Paquin melalui perannya sebagai mutan bernama Rogue di serial X-Men. Mulai karakter Baines masuk, cerita mulai menarik. Intrik cinta yang pertama2 bertepuk sebelah tangan hingga akhirnya Ada dihadapkan pada pilihan hidupnya, semuanya tersaji dalam adegan2 yang sangat indah dengan balutan alunan tuts piano yang membawa penonton hanyut dalam perasaan Ada. Sumpeh, ini adalah salah satu film drama romantis erotis yang indah dan menggugah emosi. Set yang di hutan New Zealand dengan beberapa suku asli Maori
cukup mendukung. Hebatnya, ternyata dibutuhkan dialect coach dan pelatih bahasa isyarat untuk para pemerannya. Belum lagi permainan piano yang memang asli dimainkan oleh Holly Hunter. Gila, totalitas emang penting dan I really appreciate it. Oya, ada satu line yang bakal jadilandmark film ini yang gw inget banget : “There is a silence where hath been no sound. There is silence where no sound may be in the cold grave, under the deep deep sea” — Ada. Pokoknya, this is A Must-Watch for Lover-Couple.

Overall Score : 5 out of 5 stars (or shall I replace the stars with hearts?)

Leave a Reply