DirrtyTalk : Ide Cerita Jaminan Film Bermutu? Wait and read this first!
Couple days ago gw ga sengaja liat program Trans7 yang nampilin para finalis L.A. Lights Indie Movie yang sempat gw ikutin dulu dan harus berakhir di 50 besar Surabaya.
Penasaran juga sih, kayak gimana sih hasil dari "yang terpilih" dan dengan enaknya didanai sebesar 15 jeti per tim buat ngewujudin ide ceritanya.
Yang pas gw liat saat itu tuh yang bertemakan seorang gadis Chinese yang pengen banget jadi penari Bali. Yah, gimana bisa coba, orang dianya yang sipit banget. Iya kalo gw, walau ada Chinese-nya tapi karena campuran Latino-nya, jadinya sexy and exotic kayak gini. Hehehe…kok jadi muji diri sendiri? Woi, balik mang!
Ok, tema cerita yang harus gw akuin menarik banget buat disimak. Dilematis sosial kultural yang tidak sampai menyinggung pihak mana pun. Gw tonton deh.
Kesan awal dari beberapa menit pertama, HANCUR !!! (secara eksekusi).
Pertama, opening titel yang norak abis, masak pake font yang ga banget gitu. Norak lah, sok girlie tapi jadinya ga ada bagus2nya.
Kedua, editingnya bener2 kacau. Perpindahan adegan dari adegan tari2an yang berisik dengan musik2 tradisional, tiba2 diem adegan di kamar, trus dilanjutin lagi dengan kebisingan musik tersebut.
Ga nyaman banget di telinga!
Lagi, kurang banyak stock gambar, sehingga variasi angle kurang, dan pada akhirnya menjadi monoton. Apalagi seperti adegan ketika si gadis Chinese ini bela2in ngeganjel matanya pake tusuk gigi. Seharusnya adegan ini bisa lebih dramatis bila didukung angle yang tepat dan penggambaran adegan yang lebih puitis.
Kalo soal akting pemainnya sebenernya lumayan lah. Walau kadang kalo ngucapin dialog masih kayak drama panggung anak SMP, kaku banget!
Kekurangan2 secara teknis seperti itu emang diakuin oleh sang kritikus film yang kebetulan jadi bintang tamu di situ. Menurutnya wajar, bagi pemula. Well, menurut gw, itulah gunanya event ini.
Secara setiap tim disupervisi oleh sutradara2 kondang macam Garin Nugroho, they should be able to do better. At least jangan sampe bikin sutradara2 berkaliber macam Garin Nugroho, Hanung Bramantyo, John DeRantau, dan Ody Harahap jadi jatuh nama gara2 karyanya hasilnya kayak gini.
Kecewa banget, kenapa ga gw aja sih yang kepilih jadi salah satu anggota tim? Bukannya sombong yah, tapi gw merasa can realize that kind of story idea better than that. Yang gw butuhin cuma kesempatan, sekali aja, buat prove myself. Kapan yach?
Now let’s put that personal thought aside.
Gw lantas berpikir, pentingkah sebuah ide cerita yang menarik dalam pembuatan sebuah film?
Toh, ide cerita yang bagus, orisinil, unik, dan menarik belum tentu jadi film yang bagus dan bermutu, ketika diadaptasi dalam bahasa gambar, apalagi audio visual. Perlu banyak sekali sense of imagination to visualize. Ini neh yang ga semua orang bisa.
Yang berikutnya, menurut gw seorang sutradara yang hebat itu bisa mentransfer ide apa pun menjadi sebuah film yang menarik, dengan sense adegan yang tinggi, sense of musical, tak peduli bagus atau tidaknya ide cerita yang ada.
Nggak percaya? Neh, gw ada contoh yang lumayan bagus.
Udah liat Kill Bill-nya Quentin Tarantino?
Menurut gw, kalo bukan Tarantino sutradaranya, gw ga bakal tertarik buat nonton.
Bukannya apa, kehebatan Tarantino adalah dia mampu memtransformasi ide cerita sebasi apa pun menjadi karya yang keren dan extraordinary.
Kill Bill? Menurut gw secara ide cerita, standar banget. Klise abis. Dari jamannya film kungfu Cina keluaran Shaw Brothers, udah banyak cerita soal balas dendam kayak gini. Tapi coba liat apa hasilnya?
Outstanding bukan? Itulah kekuatan sebuah film.
Memang ide cerita yang fresh perlu banget biar ga bosen, tapi kalo eksekusinya acak2an, jadi males juga kan?
So, konklusi yang pengen gw sampein tuch, jangan cuma modal ide cerita doank.
Ga cukup hanya itu dan itu bukan satu2nya jalan dalam menggarap film yang bagus. Setuju?
Kalau punya ide cerita tapi banyak yang bilang basi,
bikin dengan gaya berbeda dan seunik mungkin secara eksekusi.
Buat mereka yang bilang basi, melongo menyaksikan karyamu.
Sebaliknya kalo punya ide cerita brilian dan jenius,
garaplah dengan matang2, jangan segan2 melibatkan banyak masukan dari orang2 yang punya minat sama. Siapa tau ide ceritamu bisa berkembang lebih jauh.
Kerja di film tuh bukan project one man stand, tapi team.
So, semoga ke depannya, Indonesia punya filmmaker2 handal seperti yang gw impikan. Ngarepnya sih, gw juga jadi bagian darinya.
Semoga. Viva le Indonesiannes Film