AMR : John Rambo (Rambo IV)
Tuesday, January 29th, 2008
CAUTION! : semua poster yang ada di halaman ini bisa di-download versi ukuran aslinya (gede lho, lumayan kalo di-print A4 atau A3). Tinggal klik aja gambarnya, dan voila! terbukalah semua linknya.
Hollywood punya tiga legenda action, Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, dan Bruce Willis. Ketiganya sukses besar di era 80-an. Sayang di tahun 90-an tidak semuanya bisa sesukses dulu.
Schwarzenegger bakal susah menyamai kesuksesan Terminator dan T2.
Bruce Willis mungkin masih beruntung bisa main di Pulp Fiction yang melambungkan namanya lagi setelah euforia Die Hard mereda.
Sayang Stallone tidak seberuntung Schwarzenegger atau Willis.
Era 90-an film2nya gagal, lihat saja Judge Dredd, Cliffhanger HangOn, Get Carter,
D-Tox, atau Spy Kids 3D.
Untunglah kakek yang satu ini (gile, sekarang umurnya udah kepala 6 lho bo!) menyadari hal itu dan segera membuat gebrakan come back di era 2000-an.
Terbukti, kembalinya Rocky setelah sepuluh tahun lebih lewat Rocky Balboa berhasil sedikit mengangkat kembali namanya yang telah lama tergerus generasi aktor2 action baru, seperti Dwayne Johnson.
Merasa kurang, Stallone menghidupkan kembali karakter jayanya yang juga udah terpending sepuluh tahun lebih, Rambo.
John Rambo sebagai salah satu legenda film action Hollywood memiliki ciri khas, yaitu kekerasan yang lebih banyak menggunakan senjata sederhana, seperti pisau, panah berpangkal besi (bukan bulu) sehingga berdaya tekan lebih dalam!, dan tentu saja machine gun.
Rambo IV sebenarnya memiliki potensi sebuah film aksi yang memukau.
Namun sayang rupanya script yang dibuat terlalu sederhana,
bahkan ketegangan yang dibangun di seri2 sebelumnya nyaris tidak terjadi lagi di sini. Thrillernya terasa biasa saja. Tidak seperti Die Hard 4.0 tahun lalu yang sukses menggabungkan aksi ledak2an, baku hantam, dengan intensitas ketegangan yang sangat menantang adrenalin, walau "menurunkan" ratingnya (seri2 sebelumnya ber-rating R alias 18 tahun keatas, sedang yang ke-4 ber-rating PG-13 alias 13 tahun keatas). Sementara Rambo IV masih mempertahankan rating R-nya.
Namun seperti biasa, yang ingin dilihat penonton dari sosok John Rambo bukanlah cerita dengan intrik yang rumit, dengan twisted ending yang mencengangkan,
namun adegan aksi penuh darah dan organ2 yang berhamburan.
Maklum, John Rambo adalah sosok mantan militer yang brutal, tidak kenal peri kemanusiaan.
Menyaksikan manusia2 yang dilempar ke tengah genangan air yang sudah dipasang
ranjau, dan berakhir dengan organ2 tubuh mereka yang tercerai-berai, bagian tubuh seperti kepala, pinggang, tangan, atau kaki yang terlepas terkena machine gun, kepala manusia terpanah hingga lepas, sampai adegan manusia ditusuk pisau lalu diseret sehingga ususnya terburai…
semuanya tersaji dalam "hidangan" menghibur selama 90 menit.
Bagi mereka yang takut liat darah dan jeroan manusia, harus sering2 tutup mata deh.
Btw, pada saat adegan kekerasan dilakukan pada rakyat jelata, adegan menjadi sangat miris dan mengharukan.
Namun pada saat adegan kekerasan dilakukan pada tentara yang keji,
gw seolah2 ikut kegirangan sambil teriak, "KEREEEEEEEEEEN!!!!!!"
Yang juga cukup mengganggu buat gw adalah beberapa editingnya.
Adegan menyusuri sungai dibuat sepotong2 dengan disatukan secara dissolve.
Tiap potongan terlalu pendek, dan menurut gw itu sangat mengganggu.
Menurut gw, kenapa ga ditampilin sejenak aja, nggak perlu di-dissolve2.
Melihat hasil akhirnya, rupanya Stallone cukup berhasil membuat come-back yang memukau, namun belum bisa sebaik seri Rambo2 sebelumnya.
Sebagai sutradara dan penulis skenario, rupanya Stallone harus lebih belajar banyak.
Telat sih, umur segini baru sutradara sama penulis skenario.
Bandingkan dengan Clint Eastwood yang di usianya sekarang udah berhasil memboyong piala Oscar untuk kerja kerasnya sebagai sutradara.
But it’s okay, you still have a lot of potential, at your age, it’s TOTALLY AWESOME!
So, kalo pengen nonton Rambo IV,
jangan expect bakal menemukan intrik cerita yang rumit seperti Die Hard 4.0.
Nikmati saja adegan2 yang super sadis namun super keren!
Sebuah popcorn movie yang cukup renyah dan ber-butter tinggi.
Overall score : 3 from 5 stars



