Archive for January, 2008

AMR : John Rambo (Rambo IV)

Tuesday, January 29th, 2008

Rambo_xlg
CAUTION! : semua poster yang ada di halaman ini bisa di-download versi ukuran aslinya (gede lho, lumayan kalo di-print A4 atau A3). Tinggal klik aja gambarnya, dan voila! terbukalah semua linknya.

Hollywood punya tiga legenda action, Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, dan Bruce Willis. Ketiganya sukses besar di era 80-an. Sayang di tahun 90-an tidak semuanya bisa sesukses dulu.

Schwarzenegger bakal susah menyamai kesuksesan Terminator dan T2.
Bruce Willis mungkin masih beruntung bisa main di Pulp Fiction yang melambungkan namanya lagi setelah euforia Die Hard mereda.
Sayang Stallone tidak seberuntung Schwarzenegger atau Willis.
Era 90-an film2nya gagal, lihat saja Judge Dredd, Cliffhanger HangOn, Get Carter,
D-Tox,
atau Spy Kids 3D.

Untunglah kakek yang satu ini (gile, sekarang umurnya udah kepala 6 lho bo!) menyadari hal itu dan segera membuat gebrakan come back di era 2000-an.
Terbukti, kembalinya Rocky setelah sepuluh tahun lebih lewat Rocky Balboa berhasil sedikit mengangkat kembali namanya yang telah lama tergerus generasi aktor2 action baru, seperti Dwayne Johnson.

Rambo_ver2_xlg

Merasa kurang, Stallone menghidupkan kembali karakter jayanya yang juga udah terpending sepuluh tahun lebih, Rambo.

John Rambo sebagai salah satu legenda film action Hollywood memiliki ciri khas, yaitu kekerasan yang lebih banyak menggunakan senjata sederhana, seperti pisau, panah berpangkal besi (bukan bulu) sehingga berdaya tekan lebih dalam!, dan tentu saja machine gun.

Rambo IV sebenarnya memiliki potensi sebuah film aksi yang memukau.
Namun sayang rupanya script yang dibuat terlalu sederhana,
bahkan ketegangan yang dibangun di seri2 sebelumnya nyaris tidak terjadi lagi di sini. Thrillernya terasa biasa saja. Tidak seperti Die Hard 4.0 tahun lalu yang sukses menggabungkan aksi ledak2an, baku hantam, dengan intensitas ketegangan yang sangat menantang adrenalin, walau "menurunkan" ratingnya (seri2 sebelumnya ber-rating R alias 18 tahun keatas, sedang yang ke-4 ber-rating PG-13 alias 13 tahun keatas). Sementara Rambo IV masih mempertahankan rating R-nya.

Namun seperti biasa, yang ingin dilihat penonton dari sosok John Rambo bukanlah cerita dengan intrik yang rumit, dengan twisted ending yang mencengangkan,
namun adegan aksi penuh darah dan organ2 yang berhamburan.
Maklum, John Rambo adalah sosok mantan militer yang brutal, tidak kenal peri kemanusiaan.

Menyaksikan manusia2 yang dilempar ke tengah genangan air yang sudah dipasangRambo_ver3_xlg
ranjau, dan berakhir dengan organ2 tubuh mereka yang tercerai-berai, bagian tubuh seperti kepala, pinggang, tangan, atau kaki yang terlepas terkena machine gun, kepala manusia terpanah hingga lepas, sampai adegan manusia ditusuk pisau lalu diseret sehingga ususnya terburai…
semuanya tersaji dalam "hidangan" menghibur selama 90 menit.

Bagi mereka yang takut liat darah dan jeroan manusia, harus sering2 tutup mata deh.
Btw, pada saat adegan kekerasan dilakukan pada rakyat jelata, adegan menjadi sangat miris dan mengharukan.
Namun pada saat adegan kekerasan dilakukan pada tentara yang keji,
gw seolah2 ikut kegirangan sambil teriak, "KEREEEEEEEEEEN!!!!!!"

Yang juga cukup mengganggu buat gw adalah beberapa editingnya.
Adegan menyusuri sungai dibuat sepotong2 dengan disatukan secara dissolve.
Tiap potongan terlalu pendek, dan menurut gw itu sangat mengganggu.
Menurut gw, kenapa ga ditampilin sejenak aja, nggak perlu di-dissolve2.

Melihat hasil akhirnya, rupanya Stallone cukup berhasil membuat come-back yang memukau, namun belum bisa sebaik seri Rambo2 sebelumnya.
Sebagai sutradara dan penulis skenario, rupanya Stallone harus lebih belajar banyak.
Telat sih, umur segini baru sutradara sama penulis skenario.
Bandingkan dengan Clint Eastwood yang di usianya sekarang udah berhasil memboyong piala Oscar untuk kerja kerasnya sebagai sutradara.
But it’s okay, you still have a lot of potential, at your age, it’s TOTALLY AWESOME!

So, kalo pengen nonton Rambo IV,
jangan expect bakal menemukan intrik cerita yang rumit seperti Die Hard 4.0.
Nikmati saja adegan2 yang super sadis namun super keren!

Sebuah popcorn movie yang cukup renyah dan ber-butter tinggi.

Overall score : 3 from 5 stars

Me & Ledger - A Tribute from Vincent Jose to Heath Ledger

Thursday, January 24th, 2008

Rabu, 23 Januari 2008 sore,

gw lagi gonta-ganti channel tv dengan remote control.

Pas liat trailer The Dark Knight diputer di Metro TV,

gw menghentikan pencetan jari gw.

Tapi yang jadi headline koq,

"The Dark Knight film terakhir Heath Ledger".

Gw spontan nyeletuk, "Gila, emangnya Heath Ledger udah mati apa?"

Waktu itu asli gw belon tau dan sama sekali nggak nyangka kalo cowok Aussie itu udah kembali ke ribaan-Nya.

Malemnya waktu gw online, eh ternyata udah rame dibicarain

di forum2 internet. Langsung aja gw terhenyak kaget

dan jujur sampe detik ini gw posting blog ini,

gw masih ga percaya dan seharian diem termenung mengenang

film2 yang pernah dimainkannya yang pernah gw tonton.

Roll back to 1999, pas gw masih SMP dan kebetulan lagi ngetrend-ngetrendnya film remaja dari Hollywood.

Saat itulah gw pertama kali liat sosok Ledger di layar teater lewat

10 Things I Hate About You.

Gila, neh film adalah salah satu film remaja yang gw anggep bagus, bagus, dan bagus. Film yang wajib kamu tonton sebelum menginjak usia 20 tahun (yang udah lewat gapapa, buat nostalgia masa muda).

Mungkin temen2 gw pas dulu sama2 gila neh film seperti Sasha, Michael, Feby, dan Edbert inget betul gimana hebohnya dulu neh film, apalagi soundtrack2nya yang ska abis.

Nendang banget waktu itu.

Di situ nama Ledger masih belum pernah terdengar sebelumnya.

Perannya sebagai anak SMA yang terkenal aneh sampe pernah dirumorkan menjual ginjalnya buat beli perangkat stereo.

Memang bukan peran utama tapi tetep aja penampilannya yang termasuk ga biasa sukses menjadi scene stealer.

Adegan yang ga pernah lupa adalah saat Ledger nyanyiin lagu Can’t Take My Eyes Off Of You buat Julia Stiles di lapangan olah raga.

Konyol tapi romantis.

Dari semua pemain muda di 10 Things, nama Ledger dan Julia Stiles-lah yang nantinya menjadi yang paling menonjol dari segi karir.

Yang lainnya… ‘tau deh pada ke mana.

Film selanjutnya yang ga pernah gw lupain adalah The Patriot

sebagai anak sulung Mel Gibson yang akhirnya harus mati di tangan penjajah Inggris.

Di sini aktingnya termasuk bagus selain memang dari segi skrip sudah sangat menjual.

Lanjut ke popcorn movie yang cukup menghibur, A Knight’s Tale.

Di sini Ledger berperan sebagai anak miskin yang "mendadak jousting". Film yang cukup lucu gara2 penampilan kocak dari Paul Bettany.

Next, film yang membawa Halle Berry mendapatkan Oscar pertamanya, Monster’s Ball.

Peran Ledger hanya sedikit tapi cukup berpengaruh terhadap cerita.

Sin Eater alias The Order, sebuah film horor religius yang unik

tapi sayangnya tidak semenarik Stigmata.

Peran Ledger sebagai pastor yang sedang "diuji" menarik,

peran unik yang nggak biasa banget dengan ending yang mencengangkan!

Selanjutnya, Ledger juga berperan di Brother’s Grimm, Ned Kelly, Four Feathers, Lord of Dogstown, Cassanova, dan tentu saja Brokeback Mountain yang memberinya nominasi Oscar tahun lalu. Jujur, gw belon nonton keenam film ini

jadi gw ga bisa ngasih penilaian terhadap performance-nya.

Sampailah kita pada film terakhirnya yang baru bakal dirilis musim panas ini, The Dark Knight.

Film yang sudah ditunggu2 oleh jutaan penggemar Batman, Christopher Nolan, Christian Bale, dan atau tentu saja Heath Ledger.

Tanpa pemberitaan kematian Ledger, The Dark Knight sudah pasti mendapat sambutan yang luar biasa secara box office, sama seperti film2 Batman atau film2 Nolan sebelumnya.

Tapi berani taruhan, gara2 pemberitaan kematian yang membuat seluruh dunia shock ini pasti menjadi "poin" lebih yang akan semakin membuat Dark Knight menjadi lebih fenomenal di tahun 2008. Itung2 promotional awal gratis. Yah, beruntunglah kau, Nolan!

Kejadian serupa pernah terjadi ketika film The Crow dirilis lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Saat syuting, Brandon Lee, putra satu2nya Bruce Lee yang merupakan aktor utamanya, tewas karena peluru yang ditembakkan saat syuting. Kecelakaan ini sontak mengangkat popularitas The Crow yang sebenarnya secara kualitas STD.

Speaking of dead celebrity lately,

gw heran deh sama Hollywood.

Rupanya Hollywood lagi kena kutukan Dead on Tuesday tahun ini.

Masih inget donk aktor yang sekarang ga terlalu kondang, Brad Renfro yang baru Selasa last week ditemukan tewas tanpa penyebab yang jelas di apartemennya?

Well, Selasa depannya, satu lagi yang jadi tumbal.

Lokasinya sama pula, di apartemen masing2, dalam kondisi yang mirip, nggak wajar, dan dugaan kuat overdose.

(Kedua kasus ini masih dalam tahap autopsy, jadi belum jelas apa bener lantaran overdose).

Kematian yang sia2, di usia muda, di saat karir lagi melesat-lesatnya.

Gimana ga bro, mukanya selalu menghiasi poster setiap film yang dilakoninya (kecuali The Patriot yang didominasi oleh wajah Gibson). Sontak saja dunia menjadi gempar.

Who will be the next victim of Dead on Tuesday?

We’ll see. Semoga dugaan kutukan yang gw bilang salah.

I don’t want to see another un-normal dead celebrities!

Katarsis (Kabar Seputar Artis) : Britney & Renfro shock me up!

Friday, January 18th, 2008

Udah lama juga gw ga posting blog Katarsis (Kabar Seputar Artis) karena menurut gw
ga ada berita yang bener2 penting buat gw sebar luaskan ke mata Anda2 semua.

Kebetulan kemaren gw baru denger berita2 penting dan bikin gw shock banget,
dan belum terlalu banyak di-ekspose Infotainment lokal, so langsung aja gw sampein ke loe2 pade…

1. Masih inget nama Brad Renfro ga? Mungkin yang umurnya seangkatan gw ada yang tau, kalo yang muda’an dikit, kemungkinan besar ga tau.
Soalnya neh cowok pas masih umur 13 tahunan, namanya cukup terkenal jaman gw dulu muda gitu, tapi sekarang namanya udah ga pernah terdengar.
Well, dulu pas masih brondong, terkenal sebagai bintang cilik lewat peran Huckleberry Finn di film Tom & Huck.
Tapi of course yang paling melambungkan namanya adalah film Sleepers (bareng Brad Pitt) dan The Client (bareng Tommy Lee Jones dan Susan Sarandon).

Well ,what the fuck has happening to this guy?
Take a deep breathe…
HIS DEAD BODY WAS FOUND IN HIS LOS ANGELES HOME on Tuesday 9.00 a.m.!!!
Umurnya baru 25 tahun, tapi sejak umur 20-an, namanya di dunia film kurang begitu bersinar
lantaran lebih banyak muncul di film2 Indie.

Sebelum ditemukan tewas,
beberapa bulan belakangan emang Bang Renfro ini emang udah sering menghiasi Infotainment luar
berkenaan dengan kasus kokain dan sejumlah destructing action.
Namun dari polisi yang menemukan jasadnya setelah mendapatkan telpon dari seorang temannya yang katanya lagi berpesta dengan Renfro semalam sebelumnya, belum jelas penyebab kematiannya.
Drugs factor juga belum tentu dan menunggu autopsy yang dilakukan Rabu kemaren.

Karya terakhir aktor berpotensi yang dulu termasuk ganteng (secara gw dulu belum ganteng,
sekarang mah dia lewat…) adalah The Informers yang syutingnya baru aja kelar.]
Di film ini Renfro beradu akting dengan Winona Ryder, Kim Basinger, Mickey Rourke, dan Billy Bob Thornton.

Sebelumnya, Renfro pernah main bareng Adrien Brody di The Jacket, salah satu episode serial Law & Order : Criminal Intent (2006)
dan tentu saja Apt Pupil bareng Sir Ian McKellen yang bercerita tentang mantan tahanan kriminal jaman Nazi.

2. Britney Spears yang lagi fucked up bikin sensasi lagi.
Setelah sebelumnya dikabarkan lagi menjalin cinta dengan seorang paparazi,
eh sekarang Britney Spears berniat jadi mualaf alias masuk Islam lantaran sang kekasih yang paparazi tadi
adalah seorang Muslim.
Ga heran deh, Britney emang butuh banget uluran tangan dari seseorang demi ketenangan jiwanya
kalo ga bisa2 bunuh diri!
Speaking of suicidal, ternyata Britney sempat berniat bunuh diri.
Ini tertulis di sebuah surat yang ditemukan temannya di kamarnya.
Untung nggak sampe kejadian.
Yah, semoga Neng Britney menemukan kedamaian dengan agama barunya.
Eh, kalo jadi mualaf beneran, namanya jadi apa yah?
Britney Jameela? Kembaran ma Mulan donk?
Fatimah Britney Bin Spears?
Britney Faridah?
Huahahahaha…. ada ide lain?

CuRious : Tante2 Ga Tau Diri

Wednesday, January 16th, 2008

Woits jangan pikiran yang nggak2 dulu pas baca judulnya.
Ini bukan curhat gw tentang tante2 yang nge-booking gw trus ga bayar…
Selama ini mereka selalu back for more, jadi pasti bayar.
Walau kadang utang, tapi buntut2nya pasti dibayar juga.
Hehehehe…..

Jadi ini bermula ketika gw hari Selasa kamaren nge-gym seperti biasa.
Kali ini gw mau fokus di bagian perut ke bawah….
Tuh kan pikiran ngeres lagi.
Maksud gw tuh wilayah paha depan, belakang, pantat, dan sekitarnya (Maghrib kali….).
Nah, beberapa yang wajib dilakukan adalah Leg Extension dan Leg Curl.
Nah pas gw udah menuju ke dua alat itu.
Teryanta udah ada tante2 yang dengan santainya baca2 majalah di kursi Leg Extension
tanpa memainkan alatnya sama sekali.
Ya ampun tan, gile aja loe.
Loe kira lagi di kapster salon apa?
Tau ga kalo yang mau make itu ga cuma elo?!
Ga tau diri banget dah.

Parahnya lagi neh, ternyata kedua alat yang gw mau pake itu dua2nya dipake sama tante yang berlainan
tapi kayaknya masih satu gank arisan. Soalnya kegiatannya sama bo, baca majalah.
Setelah gw tunggu sambil pake alat lain, eh ga minggat2 juga.
Malah yang nyendenin kepalanya sesekali,
trus kadang goyangin alatnya (yang otomatis goyangin kakinya)
tapi dengan gerakan yang lambat banget.
Yah tante, katanya mau bakar lemak,
kalo gini caranya yang ada gw yang pengen bakar muka loe!
Sebel dah…

Untungnya kedua alat itu ternyata ada dua jadi gw bisa pake alat satunya lagi.
Hehehehe….
Trus kenapa gw ngomel2 sendiri yah?
Ya iya, emang ga penting.
Kagok kan loe bacanya?!
Hehehehe…… sengaja!

Oya buat tante2 yang kebetulan jadi cameo di blog gw kali ini
dan ngebaca blog ini…..
BAGUS DEH, jadi bisa introspeksi diri.
Hehehhehe…..! Ciao!

AMR : Kawin Kontrak

Tuesday, January 15th, 2008

Kawin_kontrak
Setelah berbulan2 bioskop Indonesia dihantui film2 horor ga jelas, akhirnya ada juga penyegaran dari rumah produksi punya Om Raam Punjabi.
Ga tanggung2, genre yang diusung adalah komedi seks. Yah, setelah komedi seks MVP yang pertama, Buruan Cium Gue alias Satu Kecupan termasuk garing dan bukannya untung,
malah menuai kontroversi di mana-mana.
Ga mau menyerah, kali ini menggaet Ody C. Harahap yang udah pengalaman sama kru MVP sebelumnya lewat Selamanya…

Kalo mau ditilik dari content, Kawin Kontrak bisa dibilang bertema sama dengan American Pie, yaitu ABG yang baru lulus SMA yang penasaran
buat ngedapetin pengalaman seks pertama. Namun tentu saja, dengan bumbu2 local content, seperti fenomena biji karet (kalo pengen tau apa itu,
nonton aja sendiri deh), fenomena Mak Erot, dan yang paling utama adalah fenomena Kawin Kontrak yang dari dulu udah gw ketaui lewat
majalah Liberty punya bokap.

Fenomena Kawin Kontrak menurut gw adalah “akal-akalan” manusia biar nggak zinah. Jadi, pasangan yang udah ngebet pengen ML, lantas kawin
sementara selama kontrak yang udah diatur, sehingga seolah2 sah secara agama (Islam tentu saja). Setelah masa kontrak selesai, ya udah d
bubaran, kayak ga pernah ketemuan sebelumnya. Di film ini, kawin kontrak bisa dibilang pelacuran “sah”, “halal”, dan yang pasti jangka waktunya
lebih panjang dari one night stand (of course lah…). Jadi pilih mana, hemat tapi dosa, atau halal tapi mahal?
Hehehe…. kok jadi gw yang germonya?

Jujur, menurut gw Kawin Kontrak cukup berani mengangkat topik kayak gini, dengan adegan2 yang cukup vulgar (tapi konyol abis),
dan yang lebih bikin gw heran lagi, Kawin Kontrak dapet rating Remaja… Gila aja…!
Ada satu adegan yang bisa bikin AA Gym gondok lagi sama Oom Raam.
Di situ digambarin lagi ceramah Ustadz di sebuah masjid, eh salah satu dari tokoh utamanya malah
liat2 gambar bokep di hp-nya, trus begitu ketauan langsung dibalikin lagi ke program Al-Quran elektronik.
Gokil banget seh?!!!

Untuk ukuran komedi Indonesia, Kawin Kontrak cukuplah menghibur dan kreatip juga dalam bikin lawakan yang berbobot.
Liat aja nama desanya yang namanya Desa Sukasararean (Bahasa Sunda, artinya suka bobo2-an). Gokil banget ga sih?!
Walau adegan2 sentimentil sok romantis di tengah2 menurut gw agak kelamaan dan kepanjangan, so bikin ngantuk. Apalagi ga roman2 banget, malah lebih ke ngegombal.
Temen gw yang cewek aja sampe cuma bilang “yeah yeah yeah yeah…” pas rayuan si Dimas Aditya, si newcomer yang disebut2 mirip Nicholas Saputra.

Photography dan angle2-nya juga menarik banget, apalagi dengan setting alam pedesaan Ci-something (gw lupa, pokoknya ada Ci-Ci-nya gitu dah)
yang rimbun, menambah sensualitas dan eksotisme layar. Salut ma DOP-nya.

Diliat dari skripnya, Bang Ody yang dulu pernah jadi juri pas gw presentasi dulu dibantu Joko Nugroho (siapa sih neh? Ga pernah denger,
kalo Joko Anwar mah tau), bolehlah diacungi jempol. At least Ody yang dulunya gw kenal sebagai sutradara horor (Bangsal 13) dan romantis
(Alexandria dan Selamanya) ternyata bisa juga punya pikiran ngeres kayak gw. Gokil, gokil, boleh deh…
Walau kalau mau dibandingin dengan genre sejenis, skripnya masih belum serapi dan seunik Quickie Express.
Ya iyalah, secara Quickie yang nulis skenarionya masternya skenario Indonesia, Mas Joko Anwar geto lho…

Dari jajaran cast, tiga pemeran utamanya, Dimas Aditya, Ricky Harun, dan Herichan, biasa2 aja.
Ricky bikin gw kaget, karena imej Pinokionya yang kekanakan dan imut itu masih belum lepas dari karakternya.
Sekarang mainin karakter super perv kayak gini, sampe explore dari film bokep sgala.
Kok Tante Donna ngasih ijin ya buat maen film ini? Wah wah wah, degradasi moral!
Herichan sebagai pendatang baru, bolehlah. Tingkahnya sebagai masochist cukup konyol, slapstick, dan menceriakan suasana.
Dinda Kanyadewi sebagai pendatang baru lainnya belum terlalu keliatan menonjol.
Penampilannya tidak terlalu mencuri perhatian di layar layaknya Sandra Dewi pas nongol di Quickie Express.
Masayu Anastasia juga perannya belum banyak signifikan dari peran2 yang dia dapet sebelumnya,
apalagi di sini porsi perannya juga nggak banyak.

Dari semua peran yang muncul, karakter Mang Sono yang diperankan Lukman Sardi-lah yang paling menonjol dan bikin gw kembali
mengangkat topi tinggi2 buat Bang Sardi. Gila aja yah ni orang, kayaknya peran apa aja bisa dimainin dengan bagus sesuai porsinya.
Pantesan aja tiap nonton film2 mainstream Indonesia, selalu aja nyetor wajah.
Uniknya neh, kalo dulu sempat meranin pengguna PSK (Jakarta Undercover), jadi PSK-nya sendiri (Quickie Express),
eh sekarang Bang Sardi dapet kesempatan meranin si “germo”.
Hehehe… kayaknya idup loe ga jauh2 dari urusan syahwat deh, bakat oroq.

Kalo dari sudut kaum hawa, penampilan Wiwid Gunawan sebagai istri kontrakan Ricky Harun berhasil menjadi screen-stealer gara2 bodinya (terutama bagian tetong gedenya yang terus2an di close up kamera) plus gerakan-gerakan erotisnya.
Wah, Julia Perez siap2 neh punya saingan. Apalagi di sini termasuk berani, sampe topless sgala (tapi disyut dari belakang).
Di satu adegan ketika mau “main” sama Ricky yang lagi nyobain “teknik biji karet”, nipple-nya tuh keliatan banget mencungul di baju tidurnya yang lebih mirip lingerie.
Gila aja neh karakter, masa di desa tapi dandanannya kayak artis ibukota,
trus kegiatannya sampe rapat2 Global Warming. Ga heran deh kalo jadi primadona desa.

Hmmm melihat hasilnya yang kayak gini, seharusnya Kawin Kontrak bisa menyamai kesuksesan Get Married atau malah Quickie Express.
Eit, tapi tunggu dulu. Minggu depan Kawin Kontrak bakal punya saingan baru.
Otomatis Romantis yang dari susunan pendukungnya aja udah te-o-pe bisa jadi saingan berat.
Bayangin aja, penulis skenario-nya aja Mas Monty Tiwa yang udah dikenal dengan baik oleh masyarakat Indonesia pada khususnya
lewat Mendadak Dangdut dan Mengejar Mas-Mas. Bukan skenario aja, tapi juga lagu2 soundtrack Mendadak Dangdut dan bahkan nyanyiin satu lagu
untuk soundtrack Mengejar Mas-Mas. Di Maaf Saya Menghamili Istri Anda aja semua dilakoni sendiri, mulai sutradara, penulis skenario,
editor, sampe penata suara, diembat semua. Ckckckck….
Back to Otomatis Romantis. Cast-nya aja ada Tora Sudiro (yang katanya sih, jaminan laris), Marsha Timothy,
Wulan Guritno dan Tukul (yang jadi pasangan suami-istri, HAH? Jangan gila dunk!).

Wah kalo gini jadinya, Valentine ini bioskop bakal kebanjiran film-film romantis Indo donk…
Hehehe, jadi bangga. Viva le Cinema Indonesienne!

P.S. : Buat Bang Ody, kalo lagi dialog bahasa selain Indonesia, dikasih subtitle donk, ga ngerti gw.
Kan ga semua penonton punya temen orang Sunda atuh…

Overall score : 3 1/2 from 5 stars.

AMR : Hairspray

Wednesday, January 9th, 2008

Hairspray_xlg
Tak banyak film musikal yang dibuat membuat film musikal selalu menarik untuk disimak.
Selama ini gw ga pernah kecewa dengan satu pun film musikal yang pernah dibuat.
Mulai era Sound of Music, Grease, Saturday Night Fever, Evita, Moulin Rouge, Chicago, Rent, Phantom of The Opera
hingga High School Musical. Memang, terkadang cerita yang diusung terlalu dangkal, namun dengan polesan musik2 indah,
vokal yang prima, dan dance2 yang enerjik, semua “dosa” terhapuskan.

Adegan pembuka mengingatkan gw dengan adegan pembuka film parodi Date Movie, dimana ada cewek gembrot yang dengan pedenya
nyanyi2 dan goyang2 tanpa liat postur diri. Masih ingat kan adegan ini dengan iringan Milkshake-nya Kelis?
Ternyata saat itu Date Movie memparodikan film Hairspray versi tahun 1988. Yap, versi 2007 ini merupakan versi remake dari
film berjudul sama di tahun 1988, dan kemudian juga sempat diadaptasi dalam panggung Broadway.

Sedikit bocoran cerita, Hairspray bercerita tentang seorang cewek pendek dan gembrot tapi jago nge-dance bernama Tracy.
Tracy tergila2 dengan acara TV bertajuk The Corny Collins Show. Yah, semacam variety show yang isinya sekelompok remaja SMA
yang nyanyi dan ngedance seharian. Acara ini disponsori oleh sebuah produsen Hairspray dan diproduseri oleh seorang mantan
Miss Baltimore Crabs, Velma Von Tussle. Tracy dan sahabatnya, Penny nggak pernah ketinggalan nonton TV show ini tiap pulang
sekolah.

Suatu ketika Corny Collins membuka audisi untuk pengisi acara yang baru. Tracy dengan antusias pengen ikutan.
Walau sang nyokap (yang dengan uniknya diperankan oleh John Travolta!) sempat melarang karena takut akah menjadi bahan ejekan
karena bentuk tubuh Tracy yang B.I.G. Ternyata Corny Collins jatuh hati begitu melihat bakat Tracy dan langsung menerimanya
sebagai anggota baru The Corny Collins Show. Apalagi lantas Tracy dijadikan kandidat baru untuk predikat Miss Teenage Hairspray.
Velma dan putrinya yang juga menjadi kandidat Miss Teenage Hairspray, Amber gerah dan dengan berjuta cara melenyapkan Tracy dari layar kaca.

Apalagi lantas Tracy mengupayakan agar terjadi pencampuran bintang kulit hitam dan bintang kulit putih dalam The Corny Collins Show.
Konon sebelumnya Negro Day cuma tampil sebulan sekali dan sekarang akan dihapuskan sepenuhnya oleh Velma yang rasis.
Diperparah, salah satu cowok idola di TCCS, Link yang sebelumnya menjadi pasangan Amber malah jatuh cinta dengan sepak terjang Tracy.

Tema mengejar impian seperti ini sebenarnya sudah biasa muncul dalam berbagai film remaja dan musikal.
Bedanya, di sini ditampilkan dalam bentuk komedi slapstick yang cukup segar dan menghibur.
Celetukan2 nakal plus tingkah polah konyol menghiasi film berdurasi 2 jam ini.
Ceritanya pun tidak dangkal2 amat. Dengan selipan isu rasisme, tentu saja bisa menjadi pembobot cerita tanpa membuat penonton
mengernyitkan dahi lebih banyak.
Lagu2 yang ditampilkan sangat menghibur. Dengan kualitas vokal yang tidak terduga plus atraksi dance yang aktraktif, sesedih apapun
loe, pasti tersenyum dan berdecak kagum menyaksikan film ini.

Setting tahun 60-an membuat suasana menjadi sangat segar, dengan warna-warni cerah plus dandanan berani sangat mendukung suasana ceria
yang diusung sepanjang film. Pengen deh punya kamar yang warna-warninya secerah di dalam film ini.

Hal unik lainnya adalah penampilan John Travolta sebagai ibu Tracy. Iya bener, jadi cewek gembrot dengan prostetik di sekujur tubuh
layaknya Gwyneth Paltrow di Shallow Hal. Pake nge-dance2 pula.
Jadi inget aksi terkahirnya di film musikal juga, Grease, dua puluh tahun lalu.
Tapi yang aneh, kenapa suaranya masih pake suara laki? Jadi konyol deh, jadinya.

Buat cewek2 SMP yang doyan High School Musical, bisa melihat penampilan Zach Efron dengan rambut ala John Travolta di film Grease.
Lengkap dengan gerakan2 khas dan ludah untuk merapikan rambut. Najis? Iya itulah yang jadi trend tiga puluh tahun lalu.

Cast yang lain, seperti Queen Latifah, Michelle Pfeiffer, Christopher Walken, Brittany Snow, James Marsden, dan Amanda Bynes,
tampil seperti biasa, sesuai porsi masing2. Melihat jajaran cast seperti ini tentu saja memberikan kredit tersendiri buat
Hairspray.

Scree-stealer tentu saja adalah Nikki Blonsky yang menjadi Tracy. Karakter yang menarik dan yang pasti punya suara yang unpredictable.
Amazing!!!

Jadi apapun mood kamu, pasti terhibur menyaksikan aksi musikal mereka yang menawan sekaligus konyol. Bravo!!!

Overall score : 4 from 5 stars.

AMR : The Golden Compass

Monday, January 7th, 2008

Golden_compass_ver2_xlg
Pertama-tama gw emang ga terlalu interest sama neh film karena jujur gw udah muak dan bosen liat film fantasi anak yang
setting-nya antah berantah abad pertengahan. Makanya gw skip film2 model Narnia, Eragon, dan Stardut (eh, maksud gw Stardust).
Tapi karena di bioskop ga ada yang laen (AVPR katanya orang2 jelek banget, even worst than the 1st), so do I have another choice?

Kedua, gw belon pernah baca novelnya karena jelas2 gw ga tertarik sama sekali.
Mungkin pertimbangan gw adalah para aktor2nya yang berjejer rapi, macam Nicole Kidman, Daniel Craig, Eva Green, dan Christopher Lee.
Wah gape2 neh aktornya, that’s what I thought at first glance.

Setelah gw tonton, emang The Golden Compass (GC) punya banyak banget kelemahan, terutama di alur cerita.
Banyak banget elemen2 ga penting yang dimunculkan dalam cerita, penjelasannya pun tidak langsung secara gamblang, dan
pada akhirnya bikin gw tambah kecewa, karena banyak pertanyaan gw yang belon terjawab sampe akhir film.
Well, maybe ada di film selanjutnya (kan katanya berseri seperti LOTR, HP, dan Eragon), tapi sayangnya gw udah ga tertarik
buat nonton (apalagi baca) kelanjutannya. Ada banyak alasan kenapa gw ga tertarik dengan lanjutannya.
Pertama, di seri pertama terlalu banyak yang tidak terjawab. Seharusnya penonton diberikan sedikit teaser hints sehingga penasaran
dengan jawabannya di seri berikutnya. Di sini, si penulis malah membiarkan gantung begitu saja, no single clue!!! Males lah jadinya.
Kedua, pertanyaan2 itu muncul dari hal2 yang menurut gw konyol dimunculkan dalam film.

Well mungkin sebagian orang merasa cool kalau semua orang punya daemon berbentuk binatang yang diceritakan menjadi semacam jiwa dari setiap orang.
Apalagi daemonnya bisa berubah2 bentuk kalo masih kecil. Kalau daemonnya terluka, orangnya juga bakal terluka. Sekilas emang cool.
Tapi pada akhirnya gw mikir, apa sih guna daemon?
Kalo emang jiwa dari tiap manusia, kenapa harus terpisah dari manusia individunya?
Ribet banget harus ada binatang lagi?
Trus kenapa binatang?
Itu baru satu elemen.

Lantas apa tujuan Mrs. Coulter memisahkan anak2 dari daemonnya? Toh dia sendiri masih punya daemon?
Pertanyaan itu sempat diajukan Lyra di hampir ending film, tapi sampai film berakhir, pertanyaan itu belum terjawab.

Apa itu dust? Gunanya apa?
Kenapa dust sangat dirahasiakan dari anak2?
Padahal tiap manusia yang mati diceritakan, dust-nya juga ikut melayang.

Tokoh raja beruang kutub juga konyol banget.
Ngapain musti iri dengan manusia dan pengen punya daemon juga?
Any certain purposes?

Ketika Lyra masuk ke istana raja beruang kutub, ngapain dia pake bohong bahwa dia adalah daemon-nya Iorek?
Toh lantas dia menyesalinya sendiri ketika sang raja benar2 panas ingin bertarung dengan Iorek.
Apa yang terlintas di benaknya ketika dia berbohong?
Kalo buat memancing si raja buat bertarung dengan Iorek, lantas buat apa si raja bertarung dengan Iorek?
Biar dia sendiri bisa meloloskan diri dari istana tersebut tanpa memikirkan Iorek yang bertarung dengan si raja?

Pertanyaan2 yang muncul dalam benak gw masih ditambah beberapa kekecewaan lainnya.
The Golden Compass yang katanya bisa menjawab pertanyaan apa saja asal dibaca oleh orang yang emang bisa membacanya
dengan menganalisa tiga ikon yang ditunjuk oleh jarum, ditampilkan kurang menarik.
Hanya sekali saja ketika Lyra pertama kali membacanya, ditunjukkan bagaimana Lyra menganalisa ketiga ikon yang didapat
menjadi sebuah jawaban. Selanjutnya, langsung saja ditunjukkan jawabannya, tanpa dijelaskan bagaimana Lyra menganalisisnya.
Padahal menurut gw ini penting sehingga at least cerita ini mengandung kecerdasan sedikit saja, bukan sekedar bullcrap yang
isinya angin doang.

Kenyataan bahwa Lyra adalah putri dari Mrs. Coulter dan Lord Asriel, sinetron cliche banget.
Padahal sebelumnya diceritakan Lyra adalah anak yatim piatu yang ditiipkan Lord Asriel yang disebut sebagai paman Lyra.
Hmmm, jadi kayak sinetron Intan, Candy, atau Mutiara yah?

Daniel Craig sebagai Lord Asriel juga tampil sebentar banget dan pada akhirnya karakternya terkesan cuma pendukung,
Mungkin di seri berikutnya perannya ikut bertambah karena di akhir cerita Lyra mengatakan bahwa dia akan menyelamatkan Lord Asriel
dari hukuman mati. Nama Lord Asriel… kenapa kalo dibaca mirip pengucapan kata “Israel” dari lidah orang Amerika?
Ada kesengajaan dan tujuan tertentu?

Speaking of certain purposes, ternyata emang bener banget tentang adanya unsur atheism dari film ini.
Tidak hanya ketika sang penulis mengakui bahwa dirinya atheis dan novelnya merupakan buah2 pemikirannya tentang atheism,
dan kesia-siaan dari beragama.
Mangorian merupakan simbol dari Christianity. Liat aja kostum2 pejabatnya yang mirip petinggi2 Uskup Katolik.
Anak2 yang diculik oleh kaum Mangorian untuk dipisahkan dari daemonnya bisa jadi perlambangan dari seminari yang biasanya
digunakan sebagai sekolah sebelum menjadi romo/pastor.
Free thinkers yang selalu melakukan apa yang diinginkannya tanpa mau diperintah orang lain, dalam film ditampilkan sebagai
Mrs. Coulter dan Lyra. Pemikiran seperti yang dimiliki kedua tokoh ini berbahaya banget lho.
Iya kalo digunakan untuk kebaikan, nah kalo untuk kejahatan dan kebatilan (deuh bahasa kebatilan masih ada yah?)?
Free thinkers dalam dunia nyata adalah mereka2 yang menganut paham atheism, selalu mempertanyakan hakekat dan konsep ketuhanan
dan keagamaan. Menurut mereka, keagamaan merupakan propaganda2 omong kosong yang meracuni pikiran manusia
sehingga bisa dimanfaatkan oleh beberapa pihak (maksudnya tentu saja adalah pemuka2 agama).

Jelas aja kontroversi bermunculan ketika film ini akhirnya dirilis. Apalagi filmnya dianggap sebagai film anak2 (semua umur),
Jujur, film ini sebenarnya terlalu tanggung. Untuk anak2, intrik2nya terlalu rumit dan ada banyak banget adegan kekerasan yang kurang
cocok dikonsumsi anak2. Lihat saja ketika Iorek berkelahi dengan raja beruang kutub. Rahang bawah si raja sampai lepas terlempar
dihantam oleh handicap Iorek.
Sementara bagi orang dewasa, ceritanya terlalu konyol untuk dinalar.

Inspite of all of those silly things, at least gw masih menikmati adegan2 seru yang harus diakui mendebarkan banget.
Contohnya pertarungan one on one Iorek dan raja beruang kutub.
Begitu pula adegan pengejaran Lyra ketika kabur dari rumah Mrs. Coulture.
CG dan tata suara juga cukup prima. Teknologi DTS benar2 dimanfaatkan dengan maksimal.
Lihat juga bagaimana detil bulu Iorek dengan pergerakan anggota tubuhnya, ditambah vokal Sir Ian McKellen sebagai pengisi suaranya.
Karakter Iorek benar2 tampak gagah, brutal, sekaligus lembut.

Buat yang pengen mencari hiburan blockbuster, Golden Compass bisa jadi film yang cukup menghibur.
Walaupun hiburannya menjadi kurang karena masih terus bertanya2 tentang beberapa kenyataan dari film yang belum terjawab.
Yang pasti, gw sendiri nggak terlalu penasaran dan (lebih) nggak tertarik untuk nonton sequelnya.

Overall score : 2 from 5 stars.

Year End Special : 10 Things You’ll Regret To Know About Vincent Jose (Part 2)

Tuesday, January 1st, 2008

Previously on Antotainment…

Di penghujung tahun 2007 ini, Vincent Jose merilis 10 hal yang paling ga penting
buat para Antoneian yang budiman tentang seorang Vincent Jose. Mungkin Anda akan menyesal
membacanya dan akan bergumam, “GA PENTING BANGET!!!”, tapi setidaknya Anda akan semakin
mengenal pribadi Vincent Jose secara lebih dekat. Kalaupun menurut Anda itu juga bukan
hal yang penting, setidaknya Anda akan terhibur, tertawa, tersenyum, atau sekedar geleng-
geleng, angguk-angguk, tunduk-tunduk, ikut saje…

6. The Moms.
Vijos technically has 2 moms, a biological mom and a step mom.
Nyokap biologis Vijos meninggal pada 21 Maret 2001 karena ginjal bocor.
Saat itu Vijos masih duduk di kelas tiga es-em-pe.
Lantas bokap biologis Vijos kawin (eh maksudnya, nikah) lagi setahun kemudian.
Uniknya, nyokap tiri-nya Vijos ini cuma 12 tahun lebih tua daripada Vijos.
Sementara beda usia bokap biologis dan nyokap tiri-nya ini 17 tahun.
Ckckckck…!

7. Lost In Bendul Merisi
Kejadian bikin keki ini terjadi pas Vijos masih di semester2 awal perkuliahan.
Tau donk kalo yang namanya Bang Vijos ini kurang begitu gape soal nyetir motor.
Nah, pernah neh pas Bang Vijos dan gank-nya kala itu lagi basket di bilangan Bendul Merisi,
Bang Vijos iseng2 bawa motor temannya yang berinisial TS muter2 sekitar kompleks situ.
Begonya, Vijos muter2 kompleks yang ga jelas itu sampe hampir 5 kali tapi ga ketemu2 juga
lapangan basket tempat temen2nya ngumpul tadi.
Weleh, hape-nya ketinggalan di dalam tas yang masih ada di lapangan lagi.
Akhirnya perjalanan muter2 ga jelas itu berakhir di sebuah wartel buat nelpon temen2nya biar dijemput.
Woits, lupa, waktu itu Bang Vijos cuma pake kaos oblong ma kolor doank,
jadinya dompetnya… ya di tas yang ada di lapangan lah…AMPYUN!!!
Walhasil Bang Vijos jadi tawanan di wartel itu sampe bala bantuan datang.
Beberapa menit kemudian untungnya TS dateng dengan membawa kawalan satpam
(gila, udah kayak mau nangkep maling aja…)
Rupanya bang TS juga bingung daerah situ padahal itu tuh termasuk kawasan rumahnya. Gimana seh?!
Tau nggak berapa lama Bang Vijos lost in Bendul Merisi?
Hampir dua jam bos! Buset.
Selama itu ternyata gank2nya juga pada nyariin Bang Vijos, pake nanya2 ke satpam sama tukang gado2 sgala.
Wah, hari itu Bang Vijos bener2 kondang di kompleks Bendul Merisi.
Kondang tapi malu, MAU? Mbarap-Pap-Mbap-Bap, Tri, Jaringan Selularmu…

8. When Does The Movie-Freakiness Begin?
Ada banyak hal yang menandai kegilaan Bang Vijos about Movie.
Kalo pengen tau film apa yang ditonton Bang Vijos di gedung bioskop,
maka jawabannya adalah filmnya G-30S-PKI yang dulu tiketnya digratiskan oleh pemerintah.
Maklum, masih rezim-nya Pak Harto, apalagi tuh film merupakan alat propagandanya.
Tapi tau nggak berapa lama Bang Vijos bertahan diam di dalam ruang teater?
10 MENIT! Ya iyalah, masa anak baru 4 tahun diajak ke bioskop, filmnya berat gitu.
Full of bullcrap lagi…

Kegilaan benar2 dimulai ketika di deket rumah Bang Vijos pas bocah ada gedung bioskop.
Kala itu bukan termasuk tuenti wan sih, tapi lumayanlah.
Filmnya cuma telat satu minggu dari bioskop2 tuenti wan di Surabaya.
Tiketnya murah banget bos, cuma 1,500 rupiah (bandingin dengan bioksop2 tuenti wan kala itu, sekitar 5,000 rupiah).
Mulai sekitar TK sampe akhir SD, Bang Vijos rajin nyambangin neh teater.
Pokoknya tiap ada film blockbuster macam Casper, Lion King, Home Alone, The Legend Of Monkey King,
Double Dragon, semuanya pasti ditonton ma Bang Vijos.
Bahkan di usia yang masih sangat dini itu, Bang Vijos ga jarang nonton tanpa dampingan ortu.
Paling2 ortu cuma nganter-jemput doank. Yang nemenin selama nonton cuma adik cowoknya.

Ada lagi hobi Bang Vijos pas masih SD.
Bang Vijos doyan banget main bioskop2an.
Tau donk di koran2 suka ada movie schedule yang lengkap dengan gambar2nya.
Nah, Bang Vijos suka banget tuh potong2 gambarnya trus ditempel di tembok ato papan tulis,
ditulisin Hari Ini, Midnite, Segera…seolah2 Bang Vijos mengelola bioskop sendiri.
Namanya BG 21 (BG kependekan dari Bogangin, kompleks rumah Vijos waktu masih bocah).
Lucunya, sekarang di Surabaya ada mal yang namanya BG Junction. Plagiat!!!

9. The Jose’s Collection
Mau tau koleksi apa aja yang pernah hinggap di dalam hidup Bang Vijos?
Semenjak McD buka di Surabaya (pertama kali di Plaza Surabaya), Bang Vijos udah kepincut dengan mainan2 Happy Meal-nya McD.
Sempat ikutan Lomba Koleksi Happy Meal tapi ternyata yang jauh lebih gila Happy Meal masih banyak.
Sayang, koleksinya yang udah sekitar 200 item ini berhenti kala SMP.
Ya iyalah, orang udah gede, masa mau mainan Happy Meal terus?
Lagian lately, mainannya ga sebagus jaman dulu.

Masih pas SD, Bang Vijos doyan banget baca seri Goosebumps.
Novel karangan R.L.Stine ini sempat jadi koleksi Bang Vijos selama beberapa tahun.
Dulu, nyokapnya selalu janjiin bakal beliin satu eksemplar tiap kali ujiannya dapet 100.
Karena keseringan, akhirnya koleksinya numpuk juga.
Apalagi di belakang sekolahnya dulu ada kios majalah yang juga ngejual komik2 dan novel2 teranyar.

Speaking of books neh,
Bang Vijos juga doyan banget beli album sticker.
Jamannya Bang Vijos dulu ada beberapa koleksi, seperti Lion King, Power Rangers, Casper, dan NBA.

Mendekati sMP,
Bang Vijos beralih ke koleksi kaset, CD, VCD, dan lirik lagu.
Nggak heran pas ultah Vijos di penghujung SD,
rata2 kadonya berupa VCD film, music, CD, dan kaset.
Trend kado ini berlanjut hingga SMA.

Di tengah2 koleksi VCD (yang 90% original) yang hampir mendekati angka 200 titel, trend DVD merebak.
Dengan harga yang lebih murah (bajakan sih), dapet kualitas jauh lebih bagus dari VCD.
So, koleksi Bang Vijos beralih ke DVD.
Bahkan ada beberapa titel yang dulu Bang Vijos udah punya VCD-nya, versi DVD-nya juga ikutan dibeli.

Koleksi kaset dan CD digantikan dengan file digital MP3 yang bisa Bang Vijos download sendiri.
Tetep jadi acuan rampokan temen2 Vijos. Biasalah, koleksinya lumayan komplet bos!

Terakhir, Bang Vijos juga ngumpulin potongan tiket nonton di tuenti wan.
Tau donk kalo di potongan tiketnya itu tercetak judul, hari, jam, sampe nomer kursinya.
Wah, collectible banget tuh, sekalian jadi bahan kenangan di masa yang akan datang. Ceileh…
Setelah temen2nya tau kalo Bang Vijos koleksi neh item, berbondong2lah mereka semua ikutan koleksi potongan tiket.
Oh my, Why are they always following?

10. Vijos’ Look Alike
Cape deh jadi public figure, selalu dibanding2in, dimirip2in sama public figure lainnya.
Dulu pas Bang Vijos masih culun, lengkap dengan kacamatanya,
Bang Vijos pernah dapet julukan Dokter Boyke.
Kurus, kacamataan, perbincangan tak jauh2 seputar kelamin,
ya ga heran lah…
Buat kamu2 yang baru kenal Bang Vijos akhir2 ini pasti heran,
mirip dari mananya coba sama Dokter Boyke? Cakep and sexy b’gini…
Lepas dari imej culun,
tetep aja dimirip2in sama artis lainnya.
Banyak yang bilang mirip Nicky Tirta-lah, Dude Herlino lah…
Deuh, cape deh..!
Menanggapi komentar2 seperti ini, Bang Vijos berang juga.
Di salah satu interview-nya, Bang Vijos pernah berkomentar,
Gw ga mau dimirip2in sama artis lainnya. Gw yah gw. Mau secakep apa juga tuh artis, gw ga peduli.
Gw lebih suka jadi diri sendiri, bukan di bawah bayang2 orang lain.

Mungkin Anda punya pendapat lain, Bang Vijos mirip siapa?

Terima kasih sudah membuang waktu Anda dengan membaca artikel tidak penting ini.
Semoga pahala senantiasa dikaruniakan Yang Di Atas (hayo, pasti padah noleh atas semua…)
kepada Anda semua di tahun tikus ini.
Tapi ingat, biar tahun tikus, tapi jangan pernah menjadi “tikus”.
Selain merugikan rakyat, juga merugikan wajah sendiri.
Emangnya mau punya kuping lebar dan hidung nongol gitu?