AMR : The Golden Compass

Golden_compass_ver2_xlg
Pertama-tama gw emang ga terlalu interest sama neh film karena jujur gw udah muak dan bosen liat film fantasi anak yang
setting-nya antah berantah abad pertengahan. Makanya gw skip film2 model Narnia, Eragon, dan Stardut (eh, maksud gw Stardust).
Tapi karena di bioskop ga ada yang laen (AVPR katanya orang2 jelek banget, even worst than the 1st), so do I have another choice?

Kedua, gw belon pernah baca novelnya karena jelas2 gw ga tertarik sama sekali.
Mungkin pertimbangan gw adalah para aktor2nya yang berjejer rapi, macam Nicole Kidman, Daniel Craig, Eva Green, dan Christopher Lee.
Wah gape2 neh aktornya, that’s what I thought at first glance.

Setelah gw tonton, emang The Golden Compass (GC) punya banyak banget kelemahan, terutama di alur cerita.
Banyak banget elemen2 ga penting yang dimunculkan dalam cerita, penjelasannya pun tidak langsung secara gamblang, dan
pada akhirnya bikin gw tambah kecewa, karena banyak pertanyaan gw yang belon terjawab sampe akhir film.
Well, maybe ada di film selanjutnya (kan katanya berseri seperti LOTR, HP, dan Eragon), tapi sayangnya gw udah ga tertarik
buat nonton (apalagi baca) kelanjutannya. Ada banyak alasan kenapa gw ga tertarik dengan lanjutannya.
Pertama, di seri pertama terlalu banyak yang tidak terjawab. Seharusnya penonton diberikan sedikit teaser hints sehingga penasaran
dengan jawabannya di seri berikutnya. Di sini, si penulis malah membiarkan gantung begitu saja, no single clue!!! Males lah jadinya.
Kedua, pertanyaan2 itu muncul dari hal2 yang menurut gw konyol dimunculkan dalam film.

Well mungkin sebagian orang merasa cool kalau semua orang punya daemon berbentuk binatang yang diceritakan menjadi semacam jiwa dari setiap orang.
Apalagi daemonnya bisa berubah2 bentuk kalo masih kecil. Kalau daemonnya terluka, orangnya juga bakal terluka. Sekilas emang cool.
Tapi pada akhirnya gw mikir, apa sih guna daemon?
Kalo emang jiwa dari tiap manusia, kenapa harus terpisah dari manusia individunya?
Ribet banget harus ada binatang lagi?
Trus kenapa binatang?
Itu baru satu elemen.

Lantas apa tujuan Mrs. Coulter memisahkan anak2 dari daemonnya? Toh dia sendiri masih punya daemon?
Pertanyaan itu sempat diajukan Lyra di hampir ending film, tapi sampai film berakhir, pertanyaan itu belum terjawab.

Apa itu dust? Gunanya apa?
Kenapa dust sangat dirahasiakan dari anak2?
Padahal tiap manusia yang mati diceritakan, dust-nya juga ikut melayang.

Tokoh raja beruang kutub juga konyol banget.
Ngapain musti iri dengan manusia dan pengen punya daemon juga?
Any certain purposes?

Ketika Lyra masuk ke istana raja beruang kutub, ngapain dia pake bohong bahwa dia adalah daemon-nya Iorek?
Toh lantas dia menyesalinya sendiri ketika sang raja benar2 panas ingin bertarung dengan Iorek.
Apa yang terlintas di benaknya ketika dia berbohong?
Kalo buat memancing si raja buat bertarung dengan Iorek, lantas buat apa si raja bertarung dengan Iorek?
Biar dia sendiri bisa meloloskan diri dari istana tersebut tanpa memikirkan Iorek yang bertarung dengan si raja?

Pertanyaan2 yang muncul dalam benak gw masih ditambah beberapa kekecewaan lainnya.
The Golden Compass yang katanya bisa menjawab pertanyaan apa saja asal dibaca oleh orang yang emang bisa membacanya
dengan menganalisa tiga ikon yang ditunjuk oleh jarum, ditampilkan kurang menarik.
Hanya sekali saja ketika Lyra pertama kali membacanya, ditunjukkan bagaimana Lyra menganalisa ketiga ikon yang didapat
menjadi sebuah jawaban. Selanjutnya, langsung saja ditunjukkan jawabannya, tanpa dijelaskan bagaimana Lyra menganalisisnya.
Padahal menurut gw ini penting sehingga at least cerita ini mengandung kecerdasan sedikit saja, bukan sekedar bullcrap yang
isinya angin doang.

Kenyataan bahwa Lyra adalah putri dari Mrs. Coulter dan Lord Asriel, sinetron cliche banget.
Padahal sebelumnya diceritakan Lyra adalah anak yatim piatu yang ditiipkan Lord Asriel yang disebut sebagai paman Lyra.
Hmmm, jadi kayak sinetron Intan, Candy, atau Mutiara yah?

Daniel Craig sebagai Lord Asriel juga tampil sebentar banget dan pada akhirnya karakternya terkesan cuma pendukung,
Mungkin di seri berikutnya perannya ikut bertambah karena di akhir cerita Lyra mengatakan bahwa dia akan menyelamatkan Lord Asriel
dari hukuman mati. Nama Lord Asriel… kenapa kalo dibaca mirip pengucapan kata “Israel” dari lidah orang Amerika?
Ada kesengajaan dan tujuan tertentu?

Speaking of certain purposes, ternyata emang bener banget tentang adanya unsur atheism dari film ini.
Tidak hanya ketika sang penulis mengakui bahwa dirinya atheis dan novelnya merupakan buah2 pemikirannya tentang atheism,
dan kesia-siaan dari beragama.
Mangorian merupakan simbol dari Christianity. Liat aja kostum2 pejabatnya yang mirip petinggi2 Uskup Katolik.
Anak2 yang diculik oleh kaum Mangorian untuk dipisahkan dari daemonnya bisa jadi perlambangan dari seminari yang biasanya
digunakan sebagai sekolah sebelum menjadi romo/pastor.
Free thinkers yang selalu melakukan apa yang diinginkannya tanpa mau diperintah orang lain, dalam film ditampilkan sebagai
Mrs. Coulter dan Lyra. Pemikiran seperti yang dimiliki kedua tokoh ini berbahaya banget lho.
Iya kalo digunakan untuk kebaikan, nah kalo untuk kejahatan dan kebatilan (deuh bahasa kebatilan masih ada yah?)?
Free thinkers dalam dunia nyata adalah mereka2 yang menganut paham atheism, selalu mempertanyakan hakekat dan konsep ketuhanan
dan keagamaan. Menurut mereka, keagamaan merupakan propaganda2 omong kosong yang meracuni pikiran manusia
sehingga bisa dimanfaatkan oleh beberapa pihak (maksudnya tentu saja adalah pemuka2 agama).

Jelas aja kontroversi bermunculan ketika film ini akhirnya dirilis. Apalagi filmnya dianggap sebagai film anak2 (semua umur),
Jujur, film ini sebenarnya terlalu tanggung. Untuk anak2, intrik2nya terlalu rumit dan ada banyak banget adegan kekerasan yang kurang
cocok dikonsumsi anak2. Lihat saja ketika Iorek berkelahi dengan raja beruang kutub. Rahang bawah si raja sampai lepas terlempar
dihantam oleh handicap Iorek.
Sementara bagi orang dewasa, ceritanya terlalu konyol untuk dinalar.

Inspite of all of those silly things, at least gw masih menikmati adegan2 seru yang harus diakui mendebarkan banget.
Contohnya pertarungan one on one Iorek dan raja beruang kutub.
Begitu pula adegan pengejaran Lyra ketika kabur dari rumah Mrs. Coulture.
CG dan tata suara juga cukup prima. Teknologi DTS benar2 dimanfaatkan dengan maksimal.
Lihat juga bagaimana detil bulu Iorek dengan pergerakan anggota tubuhnya, ditambah vokal Sir Ian McKellen sebagai pengisi suaranya.
Karakter Iorek benar2 tampak gagah, brutal, sekaligus lembut.

Buat yang pengen mencari hiburan blockbuster, Golden Compass bisa jadi film yang cukup menghibur.
Walaupun hiburannya menjadi kurang karena masih terus bertanya2 tentang beberapa kenyataan dari film yang belum terjawab.
Yang pasti, gw sendiri nggak terlalu penasaran dan (lebih) nggak tertarik untuk nonton sequelnya.

Overall score : 2 from 5 stars.

Leave a Reply