Archive for February, 2008

AMR : Across The Universe

Saturday, February 23rd, 2008

Across_the_universe_xlgBaru liat trailernya, gw langsung jatuh cinta ma neh film,

pengen terus nonton ulang,

liat visualisasi sureal yang keren dan powerful,

dan of course denger hit-hit single The Beatles yang emang timeless.

Sayang, neh film ga tayang di Indo, mungkin dianggap kurang komersil. Tau lah selama ini film musikal jarang banget diapresiasi di sini. Bahkan sebagian besar temen2 gw suka mencibir negatif tentang film musikal.

Yang ga masuk akal lah, bosenin karena isinya nyanyi doang lah…

Well, menurut gw mereka yang bilang gitu tidak melihat film musikal dengan kacamata seni, seperti sebagaimana seharusnya.

Mereka memakai kacamata bahwa film adalah produk realis,

harus based on reality.

Padahal menurut gw, sebuah film, sama seperti sebuah lukisan,

tidak harus selalu seperti itu.

Liat donk betapa hampir setiap kali ada film musikal,

diganjar setidaknya nominasi Oscar, penghargaan tertinggi

supremasi film Internasional.

Back to Across The Universe (ATU).

Dari jajaran cast, memang tidak ada nama2 kondang yang menghiasi.

Semuanya adalah nama asing.

Memang kalo ditarik ke belakang, hampir semuanya belum punya

filmografi sebelum ATU.

Mungkin cuma nama Evan Rachel Wood yang dulu pernah menghentak dunia dengan peran kontroversialnya di Thirteen (2003).

Setelah liat sutradaranya baru kita bernafas lega,

pantas saja hasilnya seperti ini.

Julie Taymor-lah wanita cerdas di balik penggarapan film yang

sangat artistik ini.

Sebagai referensi, Julie pula lah yang berada di balik keindahan

visualisasi Frida, biografi pelukis terkenal Frida Kahlo.

Menikmati cerita ATU sebenarnya sederhana.

Enam pemuda-pemudi dari background berbeda2 berkumpul di sebuah flat dengan tujuan dan problema yang berbeda2 pula.

Tahun 1960-an adalah masa dimana perang Vietnam sedang berkecamuk.

Ada yang kontra, meneriakkan world peace dengan logo khasnya.

Gaya hidup hippies, seks bebas, marijuana, warna-warni dan desain

Psychadelic.

Di sini kita ditunjukin bagaimana perang tuh tidak hanya menyengsarakan mereka yang memang ada di medan perang.

Tapi juga semua orang yang mungkin tidak kita duga sebelumnya

yang tidak terlibat sama sekali dalam perang.

Contohnya Jude yang jealous dan marah karena Lucy lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menjadi kelompok radikal anti perang,

Bagaimana Max yang sebenarnya anti perang

tapi harus ikut wajib militer.

Lose-lose solution. Ikut perang mati, ga ikut perang juga mati.

Kenapa? Liat aja sendiri di filmnya.

Yang unik adalah, bagaimana ternyata hit2 single The Beatles

bisa dirangkai menjadi sebuah cerita yang menyentuh,

tidak terkesan maksa.

Bahkan nama2 tokoh yang disesuaikan dengan lagu2 The Beatles,

seperti Jude (dari lagu Hey Jude), Lucy (Lucy In The Sky With Diamond), dan Prudence (Dear Prudence), menambah suasana Beatles di dalamnya.

Beberapa adegan sangat memorable dan menyentuh,

seperti saat seorang anak kulit hitam duduk bersembunyi di tengah

huru-hara sambil nyanyi Let It Be.

Saat Jude dan Lucy bercumbu dalam keadaan telanjang di dalam danau, sangat seksi tanpa terkesan vulgar.

Adegan ketika Jude berusaha meraih Lucy di tengah huru-hara di depan sebuah university, dengan iringan Across The Universe.

Very touching.

Adegan ketika gambar Uncle Sam keluar dari poster,

dan berlanjut dengan adegan I Want You (She’s So Heavy)

sangat indah sekaligus ironis.

Atau ketika ending dimana Jude menyanyikan All You Need Is Love

di atap gedung, berharap menemukan Lucy di sekitarnya…

dan akhirnya menemukannya. Wow, so romantic…!

ATU menurut gw adalah tribute yang gede banget buat The Beatles.

Seruan dan pesan anti-war mereka disampaikan lewat ATU

dengan visualisasi yang luar biasa indah.

Setiap lirik lagu2 anti war seperti Across The Universe, Strawberry Field Forever, dan masih banyak lagi, berhasil diterjemahkan

dalam bahasa gambar yang artistik.

Film yang jauh lebih baik daripada film2 serupa

yang dibuat The Beatles sebagai pesan anti-war,

seperti Help! atau A Hard Days Night.

Andaikan saja John Lennon dan George Harrison masih hidup

dan melihat film ini,

betapa bangganya mereka.

Satu hal yang terbukti melalui ATU,

bahwa hit2 single The Beatles itu bener2 timeless,

bisa dinikmati di berbagai suasana hati,

gembira, jatuh cinta, patah hati, sedih, merasa rebellious,

semuanya….

Akhir kata (ceile…kayak kata pengantar ajah)

gw yang pasti pengen nonton film ini lagi, lagi, dan lagi.

SUPERB!!!! GREAT VISUALISATION OF A BAND’S HITSINGLES.

Overall score : 4.5 out of 5 stars.

AMR : Jumper

Wednesday, February 20th, 2008

Jumper_xlg_10Satu hal yang buat gw tertarik nonton film ini

adalah gara-gara nama Doug Liman.

Gw udah ngefans sama cara neh orang

membuat sebuah film action thriller menjadi sangat "menggigit".

U can see Bourne Identity or Mr. & Mrs. Smith as references.

Soal cerita? Sebenernya bukan hal yang baru.

Teleporting udah sering banget dibahas di film,

yang paling gampang disebut, tentu saja X-Men 2

(masih inget tokoh Nightcrawler?).

Soal bintangnya?

Hmmm, ini adalah Hayden’s first next big hit (semoga)

pasca Star Wars Episode II & III yang fenomenal.

Sebenernya after SW, Hayden main beberapa film,

tapi bukan termasuk golongan big hit atau box office.

So, for me he’s not the factor.

Rachel Bilson? Well, she’s hot, but not the factor too.

Samuel L. Jackson? Hmmm, gw aja baru tau kalo nih aktor

main di sini pas nonton. Andai gw tau, well he can be the factor.

Berbekal all that factor and not the factors,

gw nonton juga neh film.

Hasilnya?

Hmmm, not bad. Cool enuf, but of course masih di bawah

Bourne Identity, tapi seimbang dengan Mr. & Mrs. Smith.

Tapi tetep gw mengacungkan two thumbs up buat Mr. Liman.

Bener2 the unique thrilling-action movie yang jago meramu

adegan aksi menjadi super menegangkan.

Fast-moving dan hand-held udah menjadi ciri khasnya.

Tentu saja dua teknik ini sukses membuat adegan aksi

menjadi lebih menegangkan, real, dan tentu saja artistik.

Soal akting para pemerannya,

hmmm karena ini adalah sebuah popcorn movie,

yah apa boleh buat.

Dari skripnya saja tidak perlu teknik akting kelas Oscar.

Tapi cuma buat convinve audiences, that’s enuf.

Even for a Samuel L. Jackson yang notabene aktor kawakan dan watak, tampil biasa2 saja, tidak terlalu menonjol.

Penampilannya dengan rambut cepak putih, hmmmm…

untung dia tidak pakai kemeja warna-warni plus jas bludru,

bisa2 keliatan like a pimp.

Jumper_ver3_xlg

Rachel Bilson, last time gw liat di serial The OC sebagai Summer.

Di serial itu doi tidak terlalu menonjol,

tapi siapa sih yang bisa lupa tampang manisnya

dengan tahi lalat di pipi?

Well, she’s way much cuter than Mandy Moore, for sure.

Di sini penampilannya juga ga jauh beda dengan

another superheroes’ girlfriend,

hanya sebagai pemanis, kasarannya, hanya sebagai umpan,

tokohnya tidak terlalu digali.

Bahkan lebih dangkal daripada Mary Jane Watson (Spiderman franchise).

Overall, penampilannya dengan bra abu2 itu?

UNFORGETTABLE!

Jamie Bell, gw ga nyangka kalo tokoh Griffin tuh yang meranin dia.

Gw taunya Jamie Bell dengan muka culun plus imutnya itu

di Billy Elliott.

Tapi di sini dia pasang tampang beringas,

eh ga beringas sih cuma agak acak2an aja.

Jadi jelas kontras banget donk. Kaget aja.

Makanya gw cari mana Jamie Bell kok ga keliatan.

Eh ternyata itu toh (baru tau pas closing title, wew).

Jumper_ver2 Satu hal yang buat gw takjub selain adegan teleport-nya yang so cool

adalah berapa banyak budget yang harus dikeluarkan

hanya dengan berpindah-pindah lokasi syut?

From NY to Detroit, from Egypt to Czech,

from China to Japan. From Fiji to Grand Canyon.

Wow, enaknya keliling dunia hanya dengan kedipan mata.

Pasti ada budget tersendiri yang terkuras,

selain tentu saja budget untuk special FX yang cukup gila.

Well, emang sih biasa, tapi tampil hampir sepanjang film?

It’s a lot of money, dude!

Banyak dari temen2 gw yang udah nonton duluan kecewa

dengan ending yang "Yeah, just like that? Get a grip!"

For me, justru dengan ending yang seperti itu

kita bisa tau bagaimana sebenernya watak David,

si tokoh utama. Why he is different from another teleporter.

Dan ending yang menampilkan sang ibu yang ternyata….

(I won’t tell ya, it would be an annoying spoiler)

cukup bikin kaget.

Liman berhasil menipu gw dan audience

yang lain yang pasti mengira kalau ibunya adalah seorang teleporter

seperti dirinya.

Hebat, hebat!

Ternyata karma itu ada yah?! Wkwkwkwk…!

Overall, like usual, I would say that

this is a pretty cool and awesome popcorn movie.

But soon will be forgotten.

Adegan2nya tidak terlalu memorable.

Yaaahhh, nikmati aja deh.

Ga ada ruginya kok nonton kalo emang butuh hiburan.

Overall score : 3.5 out of 5 stars.

P.S. : semua pic yang ada di halaman ini bisa loe download versi

dalam versi extra large, lumayan buat di print.

Just click ‘em and voila! The link to the real size will show up.

Feel free to download. See ya! —Sincerely, Vincent Jose Kiehl.

DirrtyTalk : Anti-Valentine, what’s the urgent?

Saturday, February 16th, 2008

Happy Valentine yah buat semua…

Seru juga taon ini,

tapi tetep aja ada sekelompok massa yang merasa paling bener,

dan berunjuk rasa damai menyerukan Anti-Valentine.

Dengan bawa2 salah satu agama, mereka meneriakkan bahwa Valentine tuh ga patut dirayain karena bukan budaya kita.

Di salah satu signboard yang diusung, ada tulisan, "Cupid’s death!"

I mean, what the f*** gitu lho?

Emang kita cuma boleh merayakan sesuatu yang budaya kita sendiri?

Gila ajah….

lagian ga perlu d bawa2 tulisan yang offense banget.

Cupid’s death?

Hey, Anda sudah menghina budaya laen dan itu lebih buruk

daripada merayakan budaya lain.

Apakah kalo misalnya budaya lain, kita ga boleh ikut2an?

Kalo gitu, ga usah deh pake listrik,

ga usah pake handphone,

ga usah naek mobil, pesawat…

ga usah juga pake baju modern sekarang,

pake aja kebaya atau sarung buat sehari2.

ga usah juga jalan2 ke mall dan ngopi di Starbucks

ato lunch di McD.

Karena semua itu kan budaya asing (bahasa mereka : budaya barat).

Segitu bencinya kah mereka dengan budaya barat?

Salah apa sih dunia barat sama mereka?

Sempit banget pemikirannya.

I mean, come on.

Di negara asli agama tersebut ajah udah berubah menjadi peradaban paling modern,

very western…

Tapi mereka open minded banget, ga sampe menolak kyk disini.

Makanya aja sekarang negara2 sana pada kaya n makmur.

Ga usa jauh2 deh ke negara asli mereka.

Liat aja negeri tetangga kita yang juga menjadi negara dengan umatnya yang banyak,

mereka memisahkan agama dengan segala urusan pemerintahan,

apalagi masyarakatnya lebih multikultural dan modern.

Lihar donk hasilnya, salah satu negara di Asia Tenggara yang perekonomiannya maju pesat.

Katanya masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk

yang menghargai setiap kebudayaan yang ada.

Lagian lho, agama mereka juga bukan asli dari budaya lokal.

No offense yah, gw ga bilang semuanya kayak gitu,

tapi cuma segelintir orang yang merasa lebih benar.

Gw sendiri sangat menghargai agama dan ajaran mereka.

Menurut gw bagus banget dan temen2 gw yang beragama tersebut

jg baek2 aja, ga segitunya dalam pemikirannya.

Well, whatever…

Menurut gw sih hak2 orang kalo mau ngerayain valentine.

Hak2 orang jg buat meneriakkan anti valentine.

Yang penting, jangan saling mengganggu, ok?

Anarkis, jangan sampek, ini kan hari kasih sayang,

bukan hari gotok2-an.

Ok, bro?

Peace and love always,

Vincent Jose Kiehl.

CuRious : Pelanggan2 Internet Lounge gw yang unik2

Tuesday, February 12th, 2008

Nggak kerasa ZY Internet Lounge udah mau memasuki minggu ketiga sejak pertama kali soft launching 1 Februari lalu.

So far sih emang belon rame2 banget karena masih belum banyak yang tau.
Tapi at least banyak dari yang pernah kesini back for more, and more, and more…
Yah, itu lah yang bisa gw banggain.
Berarti kan orang puas kesini, so balik lagi dan jadi pelanggan tetap.

Bukannya ge-er lho, tapi ada beberapa client yang berkomentar positif,
seperti, "Bagus juga yah, koneksinya juga cepet, akhirnya ada tempat yang cukup cozy di daerah sini"
Ada juga yang komentar, "Udah pernah buka di mana? Bagus lho tempatnya".
Karena emang belon pernah buka sebelumnya, ya makasih deh bu kalo emang gitu.
Hehehehe….

Speaking of my client, gw mau share neh beberapa "jenis" client2-nya ZY.
Masih inget kan sama si W, bocah kentir yang mengganggu ketentraman bersama warga Wiyung?
Yah, recently tuh anak masih suka bertandang, tapi ga sering juga.
Masuk tapi ga online, cuma setor muka doank, ga penting banget d,
udah mengganggu stabilitas nasional wiyung…
Terkahir neh anak baru dibeliin hape Smart sama bokapnya pas xin chia.
Senengnya bukan maen, dan gobloknya….
kenapa gw kasih nomer gw ke dia? ADUHHHH….!!!!!

Ok, gw ceritain orang laen aja deh. Masih banyak kok pelanggan2 gw yang lebih menguntungkan secara finansial. Hehehehehehe….!

Let’s start with bocah kelas 6 bernama Rizki alias Kiki.
Neh anak rupanya baru dibeliin hape sehingga tiap hari (iya tanpa absen seharipun)
menyumbangkan ceban ke kas gw.
Tau nggak ngapain?
Download lagu2 indo en barat, themes buat hape SE W200-nya, sama Java Games.
Kok gw bisa hafal gitu?
Ya eyalah secara setiap kali dateng gw bantuin cari lagu, situs, sampe ngompres file MP3-MP3 nya, pantesan aja betah ke Lounge gw.

Lanjut ke gank anak gereja yang kalo datang langsung ada "arisan dadakan" di Lounge gw.
Gile bow, walau cuma terdiri dari 3 pentol, suasananya bener2 hebring.
Ruammeeenya, trus dialognya tuh ga penting banget,
kayak, "eh ini di fsnya kok ga ada fotonya yah, pasti jelek orangya,"
ato "Eh ini kok cuma foto gw yang ga keluar?"
dan dijawab dengan, "ya iya, komputernya ga mau ngeluarin foto2 orang jelek."
Gimana ga ketawa gw.
Tapi diantara 3 orang itu, ada satu cewek cuakeeeep banget bow, paling2 masih
SMA. Mukanya reminds me of my junior high friend, Rosa.
Btw, Rosa sekarang kul di Petra jg, malah sering nyapa gw duluan dengan senyumannya yang hmmmmm….. merontokkan hati!
Cantik tapi rendah hati, yah gitu lah.
Rugi kalo ada cewek yang ga rendah hati ma cowok secakep gw.

Ada lagi yang bolak-balik convert DAT ke VCD.
Katanya sih di tempat lain pada ga bisa. Yah, kebetulan aja gw juga maniac film,
jadinya punya softwarenya.
Kayaknya neh orang lagi magang di Hugo’s deh,
soalnya VCD2nya itu tentang Smirnof (kompetisi bartending) gitu…

Beda lagi dengan gank cewek SMP yang bolak-balik ke sini.
Salah satu anggotanya yang agak ndut kayak Dora The Explorer dan suka baju kuning, kalo ke sini selalu ngajak temennya,
kalo sendirian pasti ragu2 mau masuk ato ga.
Trus kalo udah online, ngeliatin gw ma Albert terus.
Wekkk, ga pernah liat cowok2 kece yang jaga warnet di daerah sini yah?
Kacian, orang Wiyung emang rata2 di bawah standard semua sih,
kecuali gw bersaudara.
Hehehehehehe… .buat yang warga Wiyung jangan marah yah,
just kidding, just for laugh (Tukul kale….).

Udah ah capek ngomongin pelanggan2 gw,
ntar gw kualat lageee pada kabur karena takut dimasukin blog gw.
Pokoknya gitu d.

Speaking of internet connection, sekarang gw lagi gencar2nya ol di YM dan MSN,
so buat yang belon punya gw, silakan invite :
antonbanget@yahoo.com (YM) ato antonbanget@hotmail.com (MSN).
Gratissss….

Satu lagi info baru, Miss Debby udah punya koneksi sendiri di rumah dan sekarang udah bisa MSN-an (akhirnya….. kemana aja bu?) dengan alamat marcelladebby@hotmail.com (tuh takpromosiin, deb, bilang apa kamu sama saya?).

Udah deh, cape promosi,
ciao…

CuRious : Mendadak Audisi Rudi Soedjarwo

Sunday, February 3rd, 2008

Huahahahahahaha….pengen ketawa d tiap kali inget2 audisi yang satu ini.

Jadi gini lho ceritanya, Minggu lalu Sacre sms gw,
ngajakin ikut casting buat film2nya Rudi Soedjarwo yang diadain di Surabaya Minggu, 3 Februari 2008 kemaren.

Yah gw sih ayo ayo aja, kan emang salah satu lahan kerjaan gw di situ walau ga terlalu yang gimana2 juga.

Walhasil dengan minimnya informasi,
gw, Sacre, dan Ambon berangkat ke Royal yang jadi venue-nya.

 

Gw sebelumnya udah nanya duluan,
ga perlu bawa foto 4R close up dan full body tah?

Kan gw mantan model, jadi tau standard procedures-nya gimana.

Dia bilang, udah ga usah, bawa bodi loe aja.
Ya uda d.

Sampe di Royal, antrian sudah melonjak.

Katanya panitianya sih dibatesin 300 peserta per kota.

Sacre ama Ambon udah antri duluan dengan pedenya (masih dengan modal minim informasi!).

Tanya kesana kemari,
gw baru tau kalo mau ikutan itu harus bawa foto 4R close up dan full body kayak yang gw duga.

Plus,
satu lagi, bayar uang pendaftaran 50 rebu rupiah.

Nah loe!

Denger kayak gitu automatically Sacre dan Ambon mundur.

Ternyata soal foto masih bisa nyusul, yang penting duit pendaftarannya.

Gw convince mereka, gapapa ikutan, ga bawa duit kan mereka bisa bobol ATM.
Mereka ogah.
Fellina yang pertamanya juga semangat jadi ogah juga akhirnya.
Mereka ogah, gw jugalah.

Gila aja gw audisi sendirian.

Jangan gila dunkz!!!

Pas ngantri ada bapak2 yang ternyata juga ga bawa foto,

katanya gapapa nyusul, ow ya udah.

Dari ceritanya sih neh bapak udah 10 taon-an ikut teater.

Gile, pasti heboh neh aktingnya.

Nunggu lama, anak2 maksa2 gw terus buat ikutan.

Yah, finally gw luluh jg.

Apalagi bapak2 yang tadi jg dorong2 gw buat ikutan.

Alhasil, gw doank yang daftar.

Hehehehe….!
Sebenernya aga’ rugi jg sih,
soalnya walau bayar 50 rebu,

dapetnya cuman t-shirt sablonan norak
bergambar wajah Bang Rudi Soedjarwo
plus teks2 yang banyak banget.

Norak dah, gw pake pas jaga Internet Lounge aja malu.

Kok Rudi mau yah?

Kalo gw jadi dia, gw marah minta ganti desain,

malu2in nama besar Soedjarwo ajah…!

Yo wis gapapalah,
itung2 beramal demi kemajuan film Indonesia, hehehehehe….! Ngeles.

Alurnya itu,
setelah daftar, langsung ngantri buat ngerekam video profil.

Standarlah, di depan kamera,
nyebutin nama, umur, alamat, telp, tinggi/berat, dan motivasi.

Gw mah udah berpuluh2 kali melakukannya.

So it’s not a problem for me (suombongnyaaa….).

Waktu ngantri itu, belakang gw ada cewe cakep banget bo.

Salah satu panitia yang model2nya udah bangkotan rupanya mupeng liat tuh cewek.
Masa ga ada apa2 tiba2 nanya kuliah mana, namanya siapa, sampe nomer hape! Ckckckck….

Dari conversation mereka, gw mencuri dengar dikit,

secara gw juga penasaran ma neh cewek.
Hehehehehe…tetep.

Pas bagian nama, guobloknya gw malah ga denger,

tapi yang pasti dia tuh anak Unair. Hmmmm, bole juga neh anak.

Pas tuh cewek ngerekam video profilnya,

panitia yang sama malah menambah "prosedur"nya dengan memotret neh cewek pake DSLR-nya.

Gile, sumpah keliatan banget mupengnya. Malu2-in ajah…!

After selesai ngerekam video profil,

tinggal nunggu dipanggil buat naik ke panggung,
akting sesuai dialog yang udah dikasih pas pendaftaran.

Loe tau ga gw kebagian akting apa?

SEDIH, NANGIS, MELANKOLIS!

Wew, please deh.

Loe2 kan tau gw tuh sehari2nya gokil, ceria, berseri2, sanguin abis,

ga pernah nangis di depan umum.

Tiba2 disuruh akting kayak gitu.

Sumpah beban yang berat buat gw.

Dialog-nya gini neh,

"NADYA!!!!! Bangun nak,
maafkan Ayah,

Ayah sudah meninggalkanmu dari bayi dengan bibimu.

Ayah menyesal, Nak.

Ijinkan Ayah merawatmu, Nak.

Buka matamu, Nak!

Cepat bangun dari tidurmu…!"

Wuah… sumpe d, udah melankolis,
perannya bokap2 lagi.

Deuh, gimana seh panitianya.

Muka masih remaja SMA gini dikasih peran jadi bokap.

Ya uda d, mau gimana lagi,
tantangan peran kali ye?!

Langsung aja gw membangun suasana melankolis

dan aura kesedihan di sekeliling gw.

Gila, ternyata susah lho, butuh konsentrasi dan fokus yang penuh.

Baru nyadar kalo akting tuh susah.

Selama ini gw cuma maen2 sih aktingnya, makanya gampang.

Yang nyebelin tuh,
anak2 (Sacre, Ambon, Fellina, dan Yogi)

selalu melontarkan becandaan mulu,
ga dapet deh mood-nya…
wew, langsung aja gw tegur.

"Guys, pls, I’m trying to concentrate on my character rite now!"
Ceile, sombongnya… kayak yang aktor propesioanal aza…

Akhirnya Yogi inisiatip buat bantuin gw konsen.

Gw dibawa ke emergency stairs yang sepi banget itu.

Latihanlah gw membawakan dialog yang ada dengan penuh perasaan.

All out lah menurut gw.

Kalo di situ kan bebas, kalo di depan umum langsung, tengsin ah, dikirain gila lagi.
Yogi juga nyembunyiin teks dialog gw,

katanya biar gw improv ajah, jangan menghafal.

Ok, I like to improvise.

Thx Yog, u really helped me out!

Really really appreciate it.

Kelar latian,
gw nunggu lagi di kursi yang udah disiapin panitia di depan stage.

Gila bo, lama banget.

Akhirnya anak2 ngajakin buat ke Gramed dulu.

Ok d, daripada gw mati kutu nungguin giliran.

Eh, ketemu bapak yang tadi lagi, dia lagi sibuk nyari foto studio buat foto.
Hehehehe, neh bapak niat banget ikutan.

Dialognya juga kebagian yang sama lagi ama gw.

"Eh, ntar pinjem sepatunya yah kalo maju,
aku cuma pake sendal soalnya," ujarnya dengan logat yang Jawani.

Iya iya, gpp. Deuh…

Ya Allah, bisakah hambaMu terlepas dari bayang2 Bapak ini?

Sebelnya, pas di Gramed,
Sacre ma Ambon mutusin buat pulang

katanya ada acara apalah.

Disusul Fellina dan Yogi yang juga mau cabut

lantaran Fellina udah harus pulang Malang jam 3 pake travel yang udah dipesen.
Sebel deh, masa gw berjuang sendiri,
tanpa support dari sahabat2.
Wew….

Ya uda d gw nungguin di kursi tunggu luama banget.

Sambil mempertahankan mood of sorrow,

gw merhatiin kontestan2 lain yang lagi tampil.

Ada yang ancur, kaku banget,
ada yang pembawaan dialognya bole,
tapi matanya ga fokus, lirak-lirik sana-sini.

Voila!
itulah dia yang dibutuhkan!

Akting yang bagus ternyata ga cuma main di pengucapan dialog,

tapi yang lebih penting dan yang paling utama,
tatapan mata.

Kata orang, mata tidak bisa berbohong, bener banget bow!

Sekarang gw mengerti…

Hey, akhirnya Sacre ma adiknya yang juga pernah main di sinetron Dongeng,

Novi dateng buat memberikan support.

Kebetulan salah satu jurinya, si Boneng (tau toh, itu lho yang dulu sering nongol di film2nya Warkop yang punya gigi mengkilap) kenal ma Novi.

Baru sekitar jam 4-an giliran gw dipanggil buat unjuk akting

di depan jutaan pasang mata
(eh berlebihan, ratusan lah) seluruh Royal Plaza,

secara acaranaa ada di atriumnya Royal Plaza.

Penontonnya ga cuma dari depan bo, samping, belakang, sampe di tiap lantai.
Bayangin ‘diri deh…

Aura mendayu2 masih gw pertahanin.

Tau ga, sampe2 mata gw berkaca2 biar lebih meyakinkan. Owwww….

Sumpe, swusaaaah banget membangun dan mempertahankan mood-nya..!

Begitu di atas panggung, dengan clip on menancap di kerah t-shirt gw,

gw langsung pasang wajah suram.

Tatapan ke bawah seolah2 ada sesosok tubuh anak2
yang sedang tergeletak di depan gw.
Sesunggukan.

Mulai menekuk lutut dan menancapkannya pada permukaan lantai.

"NADYAAAAA!!!!!"
suara gw membahana ke seluruh penjuru lantai Royal Plaza.
Penonton sontak terdiam.

 

"Bangun, Nak!
etc, etc… (seperti dialog yang udah gw di atas)"

dengan suara parau dan sesenggukan yang sekali-sekali gw keluarin.

Gw bener2 los,
ga peduli dengan tatapan para penonton.

Gw anggep mereka semua ga ada.

Akhirnya bisa jg keluar,
tanpa malu2, tengsin2.

Gw ga nyangka lho bisa gitu.

Merasa bagian gw udah selesai,
gw langsung kembali berdiri,

menyunggingkan senyum dan bilang, "udah!"

Hehehehe, buru2 dah cabut dari panggung dengan senyum mengembang
seolah2 tidak pernah terjadi apa2.

Pas gw turun,
semua pada ngeliatin gw.

Ada yang langsung nyeletuk ke gw, "Bagus banget, Man!"

bahkan ketika gw balik ke kursi tunggu,
ada bapak2 yang tadinya duduk di sebelah gw bilang, "Bagus kok!" sambil memberikan thumbs up.

Makaciee….

Gw merasa mission accomplished.

Begitu balik,
Sacre dan Novi memberikan komentar ke gw.

Novi bilang,

"Aku lupa bilang, Ton,
seharusnya kamu tadi ga perlu bilang ‘udah’,

terus aja improv sampe waktunya abis…"

Ow, gw ga ngerti, kirain tugas gw bawain dialognya abis, ya udah.

Sementara Sacre komentar,

"Mukamu tuh kayak lagi senyum tapi suara yang keluar histeris sedih."
Hahahahaaha, masa sih?

Jadi penasaran pengen liat rekamannya.

Terserahlah,
whatever happens, let it be.

I don’t give a shit.

Orang cuma iseng juga.

Katanya sih pengumumannya pemenangnya yang bakal diboyong ke Jakarta buat ikutan Grand Final
sekitar jam 8 maleman.

Deuh males banget gw nunggu.

Ya uda d, gw ngendon aja di rumahnya Sacre yang tinggal nyebrang doang.

Pas di rumah Sacre, si Boneng sms ke Novi,
katanya akting gw masih di bawah standar.
Aaaaarrggggghhhhh…..!!! Masa sih? Padahal gw udah all out lho.
Wah, ga mungkin masuk neh udahan, pikir gw.

Tapi tetep gw penasaran berat,

at least tau siapa aja yang menang.
Akhirnya jam setengah 8 gw balik ke Royal.
Ternyata lagi diumumin.
Ada 10 nominasi, dan ada 4 yang dikirim ke Jakarta buat ikutan Grand Final.
Yang pasti sih gw ga termasuk yang 4 itu.
Tapi feeling gw neh, at least gw masuk 10 nominasi.
Soalnya pas gw tanya sama salah seorang peserta siapa aja yang masuk 10 nominasi,
dia jawab ada cowok kulit putih, yang dialognya anaknya mati.
Heh? Gw duonk.

Buru2 aja gw tanya panitia yang tadi ngumumin,

eh dianya lagi sibuk ngurus pemenang2nya.
"Ntar yah, ini lagi mengarsip," gitu katanya.
Males nunggu, gw langsung aja cabut.
Uda malem man, capek banget gw.

Perkara bener apa ga gw masuk 10 nominasi,

I don’t really care.
Toh, dapet apa sih?
Paling cuma piagam.
Kalo emang bener, kan gw pasti dihubungin lewat telp,
gw kan udah ngasih nomer hape di form pas daftar.
Kalo ga dihubungin, ya uda.
What am I supposed to do, rite?

Well, itulah sekelumit pengalaman gw

ikutan casting film.
Sekedar iseng, siapa tau aja dengan jadi di depan layar duluan,
kiprah di belakang layar bisa jadi lebih mudah.
Teryata mungkin gw kurang bakat di depan kamera.
So, I think I’ll just focus behind the screen.
And surely I’ll go get for it.
Just wait for my next kick-out.

Jakarta, watch out for my arrival!!!!

CuRious : 1st Day Opening My ZY Internet Lounge

Saturday, February 2nd, 2008

Guys, udah pada tau kan kalo tanggal 1 Februari kemaren ZY Internet Lounge gw resmi opening?

Buat yang belon tau ya udah, neh sekalian gw kasih tau.
Buat yang udah tau dan sempat bertandang kemari, thanx berat yah atas supportnya!!!
Can’t speech a word to express my grace!!!

Hasilnya lumayanlah buat 1st day.
Koneksinya masih suka putus2 walau kecepatannya pas konek melebihi warnet lainnya. (Btw ZY neh bukan warnet lho, tapi Internet Lounge!!! Tolong bedakan!).
Yah ternyata hasil sharing dari sesama pemilik warnet,
hari pertama tuh biasa kalo koneksinya suka putus2,
soalnya masih membiasakan diri,
kan belon dipake buat buka situs apa2. Lagian dari providernya masih disetting2.
Ok d.
Untung hari ini, the second day, udah lancar dan client yang dateng di siang hari lebih banyak dari kemaren.
But malemnya agak sepi lantaran ujan yang berderai dengan derasnya.
Berlebihan banget yah bahasanya…

Speaking of 1st day,
ada satu anak yang kira2 kelas 2 SMP yang bertandang pagi2 pas baru buka.
1st client gitu dah. Namanya… pake inisial aja yah, kasian ama anaknya.
Sebut saja si Wi.
Neh anak make 1 jam dengan tarif bonus.
Abis itu ga tau gimana ceritanya mendadak akrab sama adik gw.
Bokap dateng, dan akrab ma bokap juga.
Maklum, bokap kan bibirnya paling berbisa bak salesman,
walhasil d akrab juga ma bokap.

Ngobrol, ngobrol, ngobrol,
ternyata neh anak udah ga sekolah semenjak kelas 2 SD.
Katanya rapornya ilang dan gurunya ilang (Heh? Gurunya ilang? B’canda kali!).
Kebayang donk gimana kelakuannya, yang udah berapa taon ga disekolahin.
Gila aja, neh anak ngendon di Internet Lounge gw sampe sore bo…
Gangguin temen2 gw ma temen2nya adik gw yang meninjau
(ceile, meninjau, SD Inpres kaleee….).

Gangguinnya tuh lama2 menjurus menjadi anonoh.
Seorang gadis berinisial F, temen gw sempat dipijet2 pundaknya.
Sok akrab gitu.
Ada lagi pria berinisial Y, yang ketauan ama neh anak kalo kolornya warna biru.
(Hehehehehe….. ga ikut2 lho yah!).
Dia nyanyiin lagu Ketauan-nya Matta kayak gini,
"Wo o…kamu ketauan pake kolor biru…." OUT LOUD!!!
Hehehehe. Sumpah deh tuh anak…

Kalo gw mah untung ga terlalu parah.
Paling dipijet2 doank pundak gw,
dasar gw yang ga terlalu suka dipijet, menjeritlah gw, "NYOOOOO!!!!!"
sambil berkilah.
Ada lagi pas gw YM-an ma cewek berinisial F, diketik2in kata2 cinta norak,
malu2in image gw sebagai pejantan santun sajah….
Terakhir, pantat gw yang kata orang The Butt Of The Century
(menurut majalah The Fauna, emang ada yah?)
dicolek2. Gilig, emang eikh cowok apaan?
Plis deh…

Perawakannya juga di luar batas kewajaran.
Tau ga, padahal tingginya tuh melebihi gw, tapi masih aja pake celana cekak
dengan resliting terbuka. Katanya sih rusak, ga bisa ditutup.
Deileh….!
Bonyoknya juga gitu.
Kan ditanyain ma bokap, bonyoknya ga nyari tah kok seharian di Internet Lounge gw.
Eh dia dengan entengnya menjawab,
"Ga, kalo tiga hari ga pulang baru dicariin"
Huehhh?????
Maklum bos, type cowok multiplayer game.
Ckckckckck….!

Untung menjelang malem (jam 10-an),
dimana suasana masih rame,
temen sepermainan (ga tau mainan apa) dateng dan log in.
Jadinya dia ikut log in di kompi lain.
Anteng lah dia, ga hiperaktif anonoh.
Dan bagusnya lagi, yang kali ini dia bayar…

Keesokan harinya (which is hari ini saat blog ini diposting),
batang idungnya ga keliatan entah kemana.
Padahal kemaren bilang mau dateng bawa DVD-nya Resident Evil 3 buat nonton bareng di home theatre gw. Fiuh….!
Orang warnet sebrang Internet Lounge gw
(iya, buat yang belon tau, sebrang Internet Lounge gw juga ada warnet yang
biasanya gw pake buat ngenet, sekarang rivalan)
bilang kalo tuh anak emang udah lama "beredar" di kompleks sini.
Dulu warnetnya juga sempat jadi "korban"-nya.
Ow begitchu…?!

Ya uda d, untung hari ini ga nongol lagi.
Cape deh menghadapi anak kayak gitu,
bikin gw trauma punya anak ajah…

Btw, buat yang belon sempat menilik Internet Lounge gw,
dateng ajah…
mumpung promo 1 jam bonus 1 jamnya masih ada.
Ok bos?
Z Y u like to be here…!