CuRious : Dude Gede vs PeDeKaTe Yuk! — Whoever wins, I win too, hahahaha!
Saturday, March 29th, 2008P.S. : Blog ini saya ketik dengan berat hati,
karena saya tau bakal menuai kontroversi dari dua pihak yang bertikai (eh, mungkin lebih tepat : yang bersaing),
dan saya siap dituding sebagai double-crosser, pengkhianat, dan istilah2 lain sebagainya (sebenernya udah banyak yang ngecap gini setelah tau, hehehehe….).
Tapi apa daya, banyak yang menanyakan,
daripada saya capek menjawab satu2,
akhirnya saya turunkan juga blog ini.
Siapa tau bisa jadi bahan pembelajaran juga bagi kita bersama
(ceile…. apaan sih?!).
Pertama2, buat yang belum tau apaan sih Dude Gede ato apaan sih PeDeKaTe Yuk! itu? Neh gw jelasin.
Semua bermula ketika CPMC, program sertifikasi yang diikuti
oleh anak2 DKV dan Marketing Petra untuk menggantikan
mata kuliah Kerja Profesi.
Di akhir program, semua pesertanya dikelompokkan
dan diikutkan dalam lomba event yang diadakan oleh SimPati yang
sedang mempromosikan SimPati PeDe-nya.
Walhasil, dari Petra, keluar dua kelompok yang masuk nominasi
dan dikasih modal sejumlah fresh money dan merchandise untuk mengeksekusi plan event-nya dan dari event yang berlangsung itulah
akan ditentukan juara utama-nya yang bakal mendapatkan
cash money sepuluh jeti (halah, cuma segitu toh….!).
Kedua tim dari Petra itu adalah Borderless yang digawangi
Sacre, Yogi, dan anak2 marketing lain (yang suck karena ogah bantu2
dan kalopun bantu leletnya minta ampyun…), menggelar DuDe Gede.
Sedangkan kelompok kedua adalah tim RepTrackers yang digawangi
oleh Vero Yeyek dan gank cewek2 marketingnya (gw sampe hafal anggotanya lho, Lidya, Febby, dan Kiki) menggelar PeDeKaTe Yuk!.
Dan yang paling keren (atau paling busuk…), gw ada di 2 acara itu.
Wkwkwkwk…..!
Sebenernya yang pertama kali merekrut gw adalah kelompoknya
Yogi yang memasang gw di koor acara (yang akhirnya gw serahkan
ke Debby karena kendala waktu), tapi Yeyek juga menawarkan
posisi yang tidak kalah menggiurkannya, yaitu MC!
So, setelah konsultasi dengan Yogi dan Yogi merasa tidak masalah,
jadilah gw di 2 tempat tim yang berbeda (yang saling bersaing).
Wow, keren banget loe Jos!
"Perang" dimulai ketika DuDe GeDe berlangsung minggu lalu.
Acara yang cukup sukses menurut gw,
dengan waktu yang terbatas dan acara yang terus berubah2
karena pengisi yang nggak konsisten.
Sayang banget, di malam penobatan terjadi hujan badai panas terik
(lagunya mbak Siti donk?) yang menyebabkan massa dan
beberapa pendukung acara terjebak tidak bisa ke venue.
Wew, terpaksa deh banyak acara yang di-cut.
Untung aja juri event-nya ga dateng jg jadi ga ketauan, hehehe…
Mereka taunya cuma kehebohan di acara lombanya.
Nah, barusan aja neh gw wrap-up event kedua gw
(ceile, kayak gw ajah yang punya eventnya…), PeDeKaTe Yuk!
Selepas event ini, gw langsung mendapat ribuan pertanyaan
(berlebihan!) dari berbagai media massa, mulai sms, phonecall,
hingga messenger, yang rata2 menanyakan hal yang sama,
"Gimana Ton? Lebih rame mana? Lebih heboh mana?
Lebih enak mana?"
Wadah, capek jawabnya. Neh gw kasih press release-nya.
Bingung jg mau jawab gimana, takut salah jawab,
menimbulkan kebencian dan tudingan2 yang tidak manusiawi
bagi saya…
Tapi saya mencoba seobjektif mungkin dalam menjawab.
Here We Go….
Pertama, kita tidak boleh menyamakan kedua event ini
karena secara konsep saja sudah beda.
Dude Gede adalah event bersifat gokil2an, gila2an dan
ternyata berakhir sebagai Miss Banci Petra 2008.
Sedangkan PeDeKaTe lebih ke event keren2an, karena merupakan
lomba dance untuk anak SMA.
DuDe Gede sangat menekankan pada promosi yang di luar kebiasaan,
karena memang target marketnya adalah mahasiswa sendiri.
Sedangkan PeDeKaTe tidak perlu promosi seperti itu,
karena lombanya sendiri untuk anak SMA. Promosi bisa melalui
kepala2 sekolah masing2 yang pasti mencoba mengirimkan duta
dari sekolahnya (ini menyangkut dengan keinginan untuk mengharumkan nama sekolah masing2). Sehingga secara promosi lebih mudah.
Ketiga, Dude gede adalah lomba yang ga butuh skill apa2,
cuma bondo (modal) pede dan nekad doank, jurinya bisa siapa aja,
ga perlu specs khusus,
sedangkan PeDeKaTe adalah lomba yang butuh skill khusus,
yaitu dance, dan jurinya pun butuh qualified banget.
Teakhir, yang cukup membuat gw geleng2 kepala keheranan.
DuDe GeDe dikerjakan dengan 35 panitia yang campuran
dari anak2 DKV dan anak2 Marketing.
Sedangkan PeDeKaTe hanya didukung oleh 11 orang,
terdiri dari 4 tim inti (yang semuanya cewek…) dan sisanya tambahan, yang cowoknya cuma terdiri dari 5 orang, sisanya cewek semua. Itu pun sudah termasuk 2 MC (Gw dan Danny, anak Fikom’07,
hay cun, apa kabyar bow?!).
Sekarang setelah gw kasih objective overviewnya,
gw mau jawab pertanyaan subjektifnya.
Gw di PeDeKaTe merasa lebih comfort.
Entah kenapa, mgkn karena jobdesk gw ga terlalu banyak,
anggota2 timnya yang belum gw kenal lama tapi ternyata
enak jg buat kerjasama (ada yang ternyata menantunya
cagub yang terkenal dengan brengosnya itu lho..!),
atau suasananya yang lebih calm down ketimbang di DuDe GeDe
(sori kalo ada yang merasa tersinggung dan merasa gw ga perlu
mengungkapkannya, tapi itulah truth and the fact, yang gw rasain).
Soal menjaring massa, gw rasa sih rata2 sama yah.
Cuma bedanya karena panggung PeDeKaTe ngadepnya rada unik,
yaitu ngadep langsung ke akses masuk gedung P, sehingga kapasitas
bisa lebih banyak dan lebih eye-catchy terutama dari mereka
yang masuk lewat entrance utama itu.
Dari juri Hard Rock, mereka mengatakan bahwa PeDeKaTe
lebih rame dan lebih bagus ketimbang DuDe GeDe.
(jurinya lho yang bilang, bukan gw, sumpahhhh…!)
Secara kualitas acara, seperti yang gw sampein di awal,
secara konsep udah beda, jadi jangan dibandingin.
Sama aja kayak bandingin enakan mana, kare sama soto, bisakah?
Soal malam penobatan DuDe GeDe itu bukan salah siapa2,
all’s in their portion. Gara2nya cuma force of nature
yang emang nggak bisa dikendaliin.
Gw heran jg sih kenapa pas PeDeKaTe sama sekali ga ujan yah?
Ada teori yang menyebutkan bahwa tatanan rambut Danny
(partner MC gw) yang ajaib (kayak apa? Tunggu aj ntar,
fotonya gw posting kalo udah siap) yang secara tak sengaja
berfungsi sebagai pawang ujan. Wkwkwkwk…
Bener jg kalee yah?!
Oke gw rasa itu aja yang perlu gw sampein dalam press release ini.
Gw sadar setelah ini pasti ada banyak hujatan buat gw,
dari pihak mana aja.
Tapi thx udah ada beberapa orang dari kedua pihak yang bersaing
yang mendukung gw ngomong apa adanya, tidak peduli
apa yang akan dipikirkan orang.
Karena the truth is always the best, no matter how bad it is.
Justru dari kebenaran yang mungkin menyakitkan bagi beberapa orang,
kita bisa belajar apa yang kurang di masa lalu, sehingga bisa
diperbaiki di lain kesempatan.
I’ve learned that one, semoga Anda2 yang siap2 menghujat saya
karena blog ini juga bisa berpikiran sama dengan saya.
Saya tidak untung atau rugi apa2 dengan memberikan penilaian
tentang dua event yang berbeda ini, karena whoever wins nantinya,
gw juga bagian dari mereka, so I still win. Hehehehe….!
Terakhir, buat Mas Oval dari Hard Rock
(yang nanyain, "dibayar berapa tuh MC-nya? Mau ga ya kira2
kalo dipake buat acara2 lain?"),
jawabannya, "so far gw ma Danny belon dibayar sebagai MC
di PeDeKaTe, tapi kalo ditanya mau atau ga, jawabannya adalah…
KENAPA NGGAK? BURUAN CATET NOMER HAPE GW!).