Dirrty Talk : Film “FITNA” cuma pancingan buat temen2 muslim, hati2!
Headline berita dimana2 akhir2 ini heboh2nya ngomongin
pro-kontra (lebih berat ke kontra rupanya) film FITNA yang menurut
gw isinya ga penting banget dan berbahaya.
Walaupun gw bukan muslim, gw ngerti banget perasaan
temen2 muslim yang merasa terlecehkan oleh film tersebut.
Konon, katanya film ini menyamakan Islam sebagai holocaust,
dan AlQuran berisi ajakan untuk berbuat kekerasan.
Gw ngerti banget kalo misalnya agama gw digituin,
pastilah rasa sakit hati kerasa banget.
Ada pihak2 tertentu yang ga ada kaitannya
(yang tinggal di Indonesia) menuntut si pelaku (anggota parlemen Belanda) agar dihukum dengan pasal2 hukum Indonesia.
Menurut gw ini tuh ridiculous banget,
apalagi film itu diedarkan dari Belanda, pembuatnya jg orang Belanda,
jadi of course hukum Indonesia ga bisa menjamah mereka.
Nonsense dan bodoh banget ga sih.
Belajar dari pengalaman (seperti kasus karikatur Nabi Muhammad
dan film yang melecehkan Islam),
si pelaku harus ekstra hati2, karena nyawa mereka terancam,
tidak hanya di negaranya, tapi di negara manapun!
Tapi gw juga mau ngomong buat temen2 muslim,
hati-hati menyikapi kemunculan film ini.
Kalo disikapi dengan kekerasan, baik kepada pembuatnya
ataupun warga negara Belanda,
justru semakin menguatkan pandangan publik lainnya
bahwa apa yang digambarkan dalam film adalah benar.
Maka hati2, jangan sampai terjebak!
Soal sweeping warga Belanda, itu sangat tidak adil,
karena kita nggak bisa menyalahkan sekelompok orang
karena perbuatan salah satu dari mereka, itu sangat tidak adil.
Sekarang misalnya ada TKW yang disiksa di Arab Saudi,
apakah adil bila orang Indonesia juga mensweeping warga Arab Saudi
lainnya? Berpikir jernih donk!
Sekali lagi, gw sama sekali tidak mendukung film FITNA
karena filmnya seperti yang diberitakan,
penuh dengan fitnah dan hanya mengutip secara asal.
Gw tau persis bagaimana Islam adalah agama yang cinta damai.
So, peace up, man!
April 5th, 2008 at 12:56 am
bener ton…gua sakit atiiii banget
SAKIT HATIIIII banget waktu agama dan Tuhan yang gua sembah dihina dina….
(tapi apa bole buat,gua minoritas sih….kalo membela habis2an tar gua dibunuh ton)
jadi gua juga ngerti kalo agama yg dianut mereka dihina kaya gt.
gak enak kan?
agama yg gua anut sempet dikatain
TUHAN ITU MANUSIA LAH,KAWIN MA MARIA MAGDALENA LAH, ALKITAB ITU NIRU KITAB AGAMA LAIN LAH…bahkan ada buku2 yg terang2an ngehina agama yg aku anut!!!!dan jadi best seller dikalangan pihak pengina…(bukan davinci code)
yah mungkin kamu taulah sapa yg hina - dina , gini ton aku disini cuman mau bilang ajaaah.
JANGAN HINA AGAMA ORANG LAEN KALO AGAMANYA GAK MAU DIHINA…..
soalnya kalo agamanya dihina tar marah,tar bunuh2, tar bakar2…wah repot dah…
juga gua gak setuju kalo maen usir dan asingin seenaknya….oe bar2 banget tuh…
misalnya ajah tetangga lu bunh anjing tetangga sebelah kampung…karena berhubung elu tetangga deketnya yg bunuh anjing…masa lu harus ikutan diadili jugak?
konyol kan?
mending kita instropeksi ajah dan bersikap bijak ajaah…diem ajah kalo sakit ati masalah agama.
soalnya urusan agama tuh rentan banget.
be wise ajah.
April 20th, 2008 at 6:46 pm
ikutan nimbrung. kalau gue gak ngurus deh. agama itu hanya jalan. tuhan itu gak perlu dibela. kalian mau hina terserah, yang berurusan dengan dosa adalah kalian sendiri. yang pasti tuhan itu baik tidak pernah mengajarkan kekerasan. kalau ada agama yang beriisi kekerasan itu yang salah bukan tuhannya tetapi orangnya juga nabinya. bayangkan jika sosok nabi mengajarkan sesuatu yang salah atau keras akan diikuti umatnya. sebuah kitab suci haruslah memberikan kedamaian dan berkata lurus tidak plin plan. saya sangat anti kekerasan. kalau ada yang menghina agama anda gak perlu tersinggung. anda marah yang rugi siapa? tuhan tidak perlu dibela. yang perlu anda menyakini dan menjalankan ajaran (tentunya yang baik bukan keras karena tuhan tidak pernah menyuruh kita membunuh atau membedakan orang lain, semua sama di mata tuhan). tidak ada agama yang merasa paling benar. saya sendiri paling tidak suka orang fanatik. fanatik cenderung keras, seperti orang buta pakai kaca mata kuda. peace