Dirrty Talk : I’ve watched Fitna, between facts and lack subjective opinion

Katanya sih situs2 yang memutar dan provide film ini di-block oleh Indonesian goverment. Emang sih kalo buka di situs resminya di fitnathemovie.com, udah di-block. Tapi kalo cari di YouTube, bisa dengan gampang tuh dapetnya. Tinggal ketik keyword fitna, keluar deh. Actually gw agak takut gitu ngaksesnya, siapa tau aja ip address gw tercatat trus gw bakalan diteror. Wuiii….

Sebenarnya film Fitna lebih merupakan iklan panjang yang menyerukan pesan2 anti-Islam, terutama pelarangan beredarnya Al-Quran. Durasinya cuma 10 menit, dan isinya rata2 rekaman2 peristiwa seperti 9/11, bom subway di Inggris, dan beberapa rekaman kejadian di Iraq (kalo gw ga salah duga). Lantas ada pula terjemahan ayat-ayat AlQuran (terutama surat Surah, sori kalo salah penulisan) yang mengisyaratkan untuk membunuh dengan kejam mereka2 yang tidak percaya kepada Tuhan. Yang buat gw semakin kaget adalah adanya wawancara seorang gadis cilik (umur 3 setengah tahun)  berjilbab tentang kaum Yahudi.

Ketika ditanya tentang kaum Yahudi, si gadis cilik mengatakan bahwa kaum Yahudi adalah monyet. Ditanya lagi siapa yang bilang, dia jawab ada di AlQuran. Wow, masih kecil aja udah ditanemin pemikiran kayak gitu.

Di akhir film ada ajakan untuk menyelamatkan kebebasan kita,

dan muncul iconic bom yang menghitung mundur hingga angka 0:00.

Susah jg gw komentarin nih film.

Rekaman2 kejadian yang ada mau nggak mau harus diakui adalah fakta yang benar2 terjadi.

Namun gw berpikir bahwa pengutipan ayat AlQuran yang menurut gw terlalu dangkal dan sepotong2 itu, sangat tidak adil.

Pasti ada konteks tertentu yang digunakan pada ayat itu.

"Mereka yang tidak percaya" bukan berarti kaum non-Muslim, kan?

Ada sejarah panjang yang melatar belakangi ayat-ayat itu.

Cuplikan wawancara dan pidato para petinggi Islam radikal

juga tidak bisa dijadikan patokan dalam menilai Islam.

Karena menurut gw banyak banget aliran Islam.

Tentu saja dengan tafsir masing2 yang berbeda2.

Buat gw, inti dari Islam itu ga pernah mengajarkan kekerasan

seperti yang dilakukan oleh para muslim radikal.

Jadi tentu saja harus dilihat dari dua sisi yang berbeda.

Dan itu yang gw nggak setuju dalam tujuan dari film pendek Fitna ini.

So, daripada temen2 muslim berbuat anarkis dalam menyikapi kemunculan film ini,

mending buat film tandingan yang menggambarkan how beautiful Islam is. Seperti contohnya film Ayat-Ayat Cinta yang murni

menggambarkan kedamaian yang diajarkan dalam Islam,

termasuk dalam bersikap terhadap kaum non-Muslim.

Gimana? Bener ga?

Leave a Reply